Pengangguran adalah kondisi di mana seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan atau tidak bekerja secara produktif. Pengangguran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti turunnya perekonomian negara, perubahan struktur perekonomian, kesulitan mencari dan melamar pekerjaan, ketidakcocokan antara keterampilan dan permintaan pasar, dan sebagainya123.
Pengangguran memiliki dampak negatif bagi individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Berikut adalah beberapa dampak dari pengangguran yang perlu diketahui:
Dampak Ekonomi
- Pendapatan nasional menurun. Pengangguran berarti berkurangnya jumlah tenaga kerja yang berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa. Hal ini akan menurunkan produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan per kapita negara13.
- Kemiskinan meningkat. Pengangguran menyebabkan hilangnya sumber pendapatan bagi individu dan keluarga. Tanpa pendapatan yang cukup, mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan24.
- Konsumsi menurun. Pengangguran mengurangi daya beli masyarakat. Mereka akan cenderung menghemat pengeluaran dan mengurangi konsumsi barang dan jasa. Hal ini akan berdampak pada penurunan permintaan dan penawaran di pasar24.
Dampak Sosial
- Kriminalitas meningkat. Pengangguran dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindak kejahatan, seperti pencurian, perampokan, penipuan, narkoba, dan sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mendapatkan uang dengan cepat dan mudah24.
- Konflik sosial meningkat. Pengangguran dapat menimbulkan rasa frustrasi, marah, iri, dan tidak puas pada diri seseorang. Hal ini dapat memicu konflik sosial, seperti pertikaian, kekerasan, diskriminasi, dan radikalisme24.
- Kesehatan mental terganggu. Pengangguran dapat menyebabkan stres, depresi, rendah diri, kecemasan, dan gangguan mental lainnya pada seseorang. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan individu24.
Dampak Budaya
- Pendidikan terhambat. Pengangguran dapat menghambat akses pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Mereka mungkin harus berhenti sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan tinggi karena keterbatasan biaya atau harus membantu mencari nafkah24.
- Nilai-nilai budaya terkikis. Pengangguran dapat mengikis nilai-nilai budaya yang positif, seperti kerja keras, tanggung jawab, kreativitas, dan gotong royong. Sebaliknya, pengangguran dapat menumbuhkan nilai-nilai budaya yang negatif, seperti malas, apatis, oportunis, dan individualis24.
Kesimpulan
Pengangguran adalah masalah serius yang harus diatasi oleh pemerintah dan masyarakat. Pengangguran memiliki dampak negatif bagi individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Dampak pengangguran meliputi penurunan pendapatan nasional, peningkatan kemiskinan, penurunan konsumsi, peningkatan kriminalitas, konflik sosial, gangguan kesehatan mental, hambatan pendidikan, dan pengikisan nilai-nilai budaya.
Untuk mengurangi pengangguran, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja, memberikan bantuan sosial, dan mendorong kewirausahaan.
Sumber:
(1) Pengangguran: Jenis, Dampak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya – detikFinance. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6019444/pengangguran-jenis-dampak-penyebab-dan-cara-mengatasinya.
(2) Faktor Penyebab dan Dampak Pengangguran – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2023/05/05/100000469/faktor-penyebab-dan-dampak-pengangguran.
(3) Pengertian Pengangguran, Jenis, Penyebab, Dampak dan Faktor. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pengangguran/.
(4) Penyebab dan 10 dampak pengangguran yang terjadi di masyarakat. https://www.caraprofesor.com/penyebab-dan-dampak-pengangguran/.