Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya jawab antara dua pihak atau lebih, yaitu pewawancara dan narasumber. Wawancara biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi yang bersifat subjektif, seperti pendapat, sikap, motivasi, atau pengalaman seseorang. Wawancara juga dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti penelitian, jurnalistik, psikologi, atau seleksi pekerjaan.
Jenis-Jenis Wawancara
Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
Tujuan wawancara. Ada tiga tujuan utama wawancara, yaitu:
- Wawancara informatif, yaitu wawancara yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tertentu dari narasumber, seperti fakta, data, atau kejadian.
- Wawancara persuasif, yaitu wawancara yang bertujuan untuk mempengaruhi atau membujuk narasumber untuk melakukan sesuatu, seperti membeli produk, mendukung ide, atau mengubah perilaku.
- Wawancara terapeutik, yaitu wawancara yang bertujuan untuk membantu narasumber mengatasi masalah psikologis atau emosional, seperti stres, trauma, atau depresi.
Struktur wawancara. Ada tiga struktur wawancara, yaitu:
- Wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya dan disusun secara sistematis. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya bersifat tertutup, yaitu hanya memiliki jawaban yang terbatas dan spesifik.
- Wawancara semi terstruktur, yaitu wawancara yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditentukan sebagian, tetapi juga memberikan ruang untuk pertanyaan-pertanyaan tambahan yang disesuaikan dengan situasi dan respons narasumber. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya bersifat terbuka, yaitu memiliki jawaban yang luas dan variatif.
- Wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara yang tidak menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi mengikuti alur percakapan yang spontan dan fleksibel. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk menggali informasi yang mendalam dan mendetail.
Media wawancara. Ada tiga media wawancara, yaitu:
- Wawancara tatap muka, yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung antara pewawancara dan narasumber dengan berada di tempat yang sama. Wawancara ini memiliki keuntungan dalam hal interaksi nonverbal, seperti ekspresi wajah, kontak mata, atau bahasa tubuh.
- Wawancara telepon, yaitu wawancara yang dilakukan secara jarak jauh antara pewawancara dan narasumber dengan menggunakan telepon sebagai alat komunikasi. Wawancara ini memiliki keuntungan dalam hal kemudahan akses, kecepatan respons, dan biaya rendah.
- Wawancara online, yaitu wawancara yang dilakukan secara jarak jauh antara pewawancara dan narasumber dengan menggunakan internet sebagai alat komunikasi. Wawancara ini memiliki keuntungan dalam hal fleksibilitas waktu, tempat, dan format.
Langkah-Langkah Melakukan Wawancara
Untuk melakukan wawancara yang efektif dan efisien, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pewawancara, yaitu:
- Menentukan tujuan dan jenis wawancara. Langkah ini penting untuk menyesuaikan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan dengan informasi yang ingin didapatkan dari narasumber.
- Memilih dan menghubungi narasumber. Langkah ini meliputi proses identifikasi, seleksi, dan konfirmasi narasumber yang sesuai dengan tujuan dan jenis wawancara. Pewawancara juga perlu memberikan informasi mengenai latar belakang, tujuan, dan prosedur wawancara kepada narasumber.
- Menyusun dan menguji pertanyaan-pertanyaan wawancara. Langkah ini melibatkan proses penyusunan, pengelompokan, dan penomoran pertanyaan-pertanyaan wawancara sesuai dengan struktur yang dipilih. Pewawancara juga perlu menguji validitas, reliabilitas, dan keterbacaan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan melakukan uji coba atau simulasi wawancara.
- Melakukan wawancara. Langkah ini merupakan proses pelaksanaan wawancara sesuai dengan waktu, tempat, dan media yang telah ditentukan. Pewawancara perlu mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan, seperti kertas, pulpen, perekam suara, atau kamera. Pewawancara juga perlu memperhatikan etika wawancara, seperti mengucapkan salam, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan prosedur wawancara, meminta izin untuk merekam atau mengambil gambar, mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara jelas dan sopan, mendengarkan dan merespons jawaban narasumber dengan baik, mengucapkan terima kasih, dan memberikan kesempatan untuk bertanya balik.
- Merekam dan menganalisis data wawancara. Langkah ini meliputi proses pencatatan, transkripsi, pengkodean, dan interpretasi data wawancara. Pewawancara perlu membuat catatan atau rekaman yang akurat dan lengkap selama wawancara berlangsung. Pewawancara juga perlu mentranskripsikan rekaman suara atau gambar menjadi teks yang dapat dibaca. Pewawancara juga perlu mengkodekan data teks tersebut dengan menggunakan kategori-kategori tertentu yang relevan dengan tujuan wawancara. Pewawancara juga perlu menginterpretasikan data tersebut dengan menggunakan teknik-teknik analisis yang sesuai dengan jenis wawancara.
Kesimpulan
Wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan, struktur, dan media wawancara. Wawancara juga memiliki langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pewawancara untuk mendapatkan informasi yang valid dan reliabel dari narasumber.