Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil1. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar dapat bersaing di era digital dan ekonomi kreatif.
Program Kartu Prakerja memberikan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta kepada setiap penerima manfaat yang lolos seleksi. Penerima manfaat dapat memilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka dari berbagai lembaga pelatihan yang telah bekerja sama dengan platform digital terkait Program Kartu Prakerja2. Pelatihan yang ditawarkan meliputi berbagai bidang, seperti teknologi informasi, bahasa asing, keterampilan sosial, kewirausahaan, dan lain-lain. Pelatihan dapat dilakukan secara online maupun offline, tergantung pada pilihan penerima manfaat.
Lalu, bagaimana jika tidak mengikuti pelatihan Prakerja? Apakah ada dampak negatif atau sanksi yang harus ditanggung? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang konsekuensi tidak mengikuti pelatihan Prakerja:
- Tidak mendapatkan insentif pascapelatihan. Selain bantuan biaya pelatihan, Program Kartu Prakerja juga memberikan insentif pascapelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan kepada penerima manfaat yang telah menyelesaikan pelatihan. Insentif ini bertujuan untuk membantu penerima manfaat dalam mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan. Namun, jika tidak mengikuti pelatihan Prakerja, maka penerima manfaat tidak akan mendapatkan insentif pascapelatihan ini.
- Tidak mendapatkan sertifikat kompetensi. Setiap pelatihan yang ditawarkan oleh lembaga pelatihan yang bekerja sama dengan Program Kartu Prakerja telah melewati proses seleksi dan standardisasi oleh tim ahli independen dengan menggunakan lebih dari 90 indikator penilaian2. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi penerima manfaat sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar kerja. Setelah menyelesaikan pelatihan, penerima manfaat akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dapat digunakan sebagai bukti kualifikasi saat melamar pekerjaan atau mengembangkan usaha. Namun, jika tidak mengikuti pelatihan Prakerja, maka penerima manfaat tidak akan mendapatkan sertifikat kompetensi ini.
- Tidak mendapatkan akses ke platform pekerjaan. Salah satu platform digital yang bekerja sama dengan Program Kartu Prakerja adalah platform pekerjaan, yaitu situs web atau aplikasi yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan dan memfasilitasi proses rekrutmen antara pencari kerja dan pemberi kerja. Platform pekerjaan ini dapat membantu penerima manfaat dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan minat mereka setelah mengikuti pelatihan. Namun, jika tidak mengikuti pelatihan Prakerja, maka penerima manfaat tidak akan mendapatkan akses ke platform pekerjaan ini.
- Tidak mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Mengikuti pelatihan Prakerja adalah salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi kerja dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi kreatif. Dengan mengikuti pelatihan Prakerja, penerima manfaat dapat mempelajari keterampilan baru, mengasah keterampilan lama, atau menambah pengetahuan tentang bidang tertentu. Pelatihan Prakerja juga dapat membantu penerima manfaat dalam mengembangkan sikap positif, motivasi, dan kepercayaan diri dalam bekerja atau berwirausaha. Namun, jika tidak mengikuti pelatihan Prakerja, maka penerima manfaat tidak akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi ini.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak mengikuti pelatihan Prakerja memiliki dampak negatif bagi penerima manfaat. Oleh karena itu, disarankan bagi penerima manfaat untuk memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Program Kartu Prakerja dengan sebaik-baiknya. Dengan mengikuti pelatihan Prakerja, penerima manfaat dapat meningkatkan kompetensi kerja dan kewirausahaan, mendapatkan insentif pascapelatihan, sertifikat kompetensi, akses ke platform pekerjaan, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.