Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain yang lebih lemah atau berbeda. Bullying bisa berupa kata-kata, tindakan fisik, atau perilaku sosial yang bertujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mengucilkan korban. Bullying adalah masalah serius yang perlu dicegah karena dapat berdampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental anak.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang tanda-tanda anak yang terkena bullying dan cara membantu mereka. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut, Anda dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi dan mendukung anak Anda.
Tanda-tanda Anak yang Terkena Bullying
Anak yang terkena bullying mungkin tidak mau atau tidak bisa mengungkapkan pengalaman mereka kepada orang lain. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya untuk memperhatikan tanda-tanda berikut ini:
Tanda fisik, seperti luka, memar, baju sobek, atau kehilangan barang. Anak yang terkena bullying mungkin sering pulang dengan kondisi fisik yang mencurigakan atau alasan yang tidak masuk akal. Mereka mungkin juga sering mengeluh sakit atau minta uang lebih banyak .
Tanda psikologis, seperti murung, cemas, takut, menarik diri, atau depresi. Anak yang terkena bullying mungkin mengalami stres, trauma, atau gangguan kecemasan akibat perlakuan buruk yang mereka terima. Mereka mungkin juga memiliki harga diri yang rendah, rasa bersalah, atau pikiran bunuh diri .
Tanda akademis, seperti malas atau enggan pergi ke sekolah, penurunan prestasi, atau sering sakit kepala atau sakit perut. Anak yang terkena bullying mungkin merasa tidak aman atau tidak nyaman di lingkungan sekolah mereka. Mereka mungkin juga kesulitan berkonsentrasi, belajar, atau berpartisipasi dalam kegiatan akademik .
Tanda sosial, seperti kehilangan teman, menghindari situasi sosial, atau menyakiti teman lain. Anak yang terkena bullying mungkin merasa kesepian, terisolasi, atau tidak memiliki teman. Mereka mungkin juga menjadi agresif, defensif, atau balas dendam terhadap orang lain .
Cara Membantu Anak yang Terkena Bullying
Jika Anda mengetahui atau menduga bahwa anak Anda terkena bullying, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka:
Mendengarkan dan memberikan dukungan kepada anak tanpa menyalahkan atau menghakimi mereka. Tunjukkan bahwa Anda peduli dan mengerti apa yang mereka rasakan. Beri mereka kesempatan untuk berbicara dan curhat tentang pengalaman mereka. Jangan memaksa mereka untuk memberitahu jika mereka belum siap .
Mengajak anak untuk berbicara dengan orang dewasa yang dipercaya, seperti guru, konselor, atau psikolog. Orang dewasa ini dapat memberikan bantuan profesional dan saran yang sesuai dengan situasi anak Anda. Mereka juga dapat membantu anak Anda untuk mengembangkan keterampilan mengatasi masalah dan menghadapi konflik .
Melaporkan kasus bullying kepada pihak sekolah atau berwenang dan meminta tindakan preventif dan penyelesaian. Beritahu pihak sekolah tentang apa yang terjadi dan siapa pelaku dan korban bullying. Mintalah pihak sekolah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan bullying dan melindungi anak Anda. Jika perlu, laporkan juga kasus bullying kepada pihak berwenang, seperti polisi atau dinas sosial .
Membantu anak untuk meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kemampuan mengatasi masalah. Ajak anak Anda untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai dan membuat mereka bahagia. Dorong mereka untuk bergabung dengan kelompok atau komunitas yang positif dan mendukung. Ajar mereka cara berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik dengan baik .
Memberikan contoh perilaku positif dan menghindari kekerasan dalam keluarga. Anak Anda akan belajar banyak dari apa yang Anda lakukan dan katakan. Tunjukkan kepada mereka bagaimana menghormati, menghargai, dan menyayangi orang lain. Jangan menggunakan kata-kata atau tindakan kasar, mengancam, atau menyakiti orang lain, termasuk anak Anda .