Menu Tutup

Benteng Somba Opu: Jejak Kejayaan Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan

Benteng Somba Opu adalah peninggalan bersejarah yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Benteng ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Gowa pada abad ke-16 dan perlawanan mereka terhadap penjajah Belanda.

Sejarah Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu dibangun pada tahun 1525 oleh Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Pembangunan benteng ini dilanjutkan oleh penerusnya, termasuk Karaeng Tunipalangga Ulaweng dan Sultan Hasanuddin, yang menjadikannya pusat pemerintahan dan perdagangan Kerajaan Gowa. Pada masa kejayaannya, benteng ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang dari Asia dan Eropa.

Pada tahun 1669, Benteng Somba Opu jatuh ke tangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) setelah pertempuran sengit. Setelah dikuasai, benteng ini dihancurkan dan terendam oleh ombak pasang. Pada tahun 1980-an, benteng ini ditemukan kembali oleh para arkeolog dan direkonstruksi pada tahun 1990, menjadikannya salah satu objek wisata bersejarah di Sulawesi Selatan.

Arsitektur dan Struktur Benteng

Benteng Somba Opu memiliki luas sekitar 1.500 hektar dengan bentuk segi empat. Dinding benteng awalnya memiliki tinggi antara 7 hingga 8 meter dan ketebalan sekitar 3,6 meter. Benteng ini dibangun menggunakan batu bata merah yang disusun rapi, menunjukkan keahlian arsitektur pada masa itu.

Di dalam kompleks benteng, terdapat beberapa bastion (menara pengawas) yang digunakan untuk memantau pergerakan musuh. Salah satu meriam terbesar yang pernah dimiliki Kerajaan Gowa, dengan panjang sekitar 9 meter dan berat 9.500 kilogram, pernah ditempatkan di benteng ini.

Fungsi dan Peran Benteng

Selain sebagai pusat pertahanan, Benteng Somba Opu juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Letaknya yang strategis di muara Sungai Jene’berang menjadikannya pelabuhan penting bagi kapal-kapal dagang dari berbagai negara. Benteng ini menjadi simbol kekuatan dan kemakmuran Kerajaan Gowa pada masanya.

Kondisi Saat Ini dan Daya Tarik Wisata

Saat ini, Benteng Somba Opu telah direkonstruksi dan menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik. Di dalam kompleks benteng, pengunjung dapat menemukan replika rumah adat dari berbagai suku di Sulawesi Selatan, seperti Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Selain itu, terdapat Museum Karaeng Pattingalloang yang menyimpan berbagai artefak dan peninggalan sejarah Kerajaan Gowa.

Benteng Somba Opu juga sering dijadikan lokasi untuk berbagai acara budaya dan festival, yang menampilkan tarian tradisional, musik, dan kuliner khas Sulawesi Selatan. Hal ini menjadikan benteng tidak hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga pusat pelestarian budaya lokal.

Lokasi dan Akses

Benteng Somba Opu terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dari pusat Kota Makassar, benteng ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit dengan kendaraan bermotor. Akses menuju lokasi cukup mudah dengan kondisi jalan yang baik.

Tips Berkunjung

  • Waktu Terbaik: Pagi atau sore hari adalah waktu yang ideal untuk berkunjung, mengingat cuaca di Makassar yang cukup panas pada siang hari.
  • Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman dan sopan, serta alas kaki yang sesuai untuk berjalan di area benteng.
  • Panduan: Disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal agar mendapatkan informasi sejarah yang lebih mendalam.
  • Kamera: Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen dan keindahan arsitektur benteng serta rumah adat di sekitarnya.

Benteng Somba Opu merupakan destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah dan budaya. Selain menawarkan keindahan arsitektur dan nilai sejarah yang tinggi, benteng ini juga memberikan wawasan mendalam tentang kejayaan Kerajaan Gowa dan peran pentingnya dalam sejarah Indonesia.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya