Menu Tutup

Cara Mengurus BPJS Kesehatan Anak yang Sudah Tidak Bisa Ikut Orang Tua

BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan penduduk Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga negara, termasuk anak-anak yang masih bergantung pada orang tua mereka.

Namun, apakah ada batas usia tertentu untuk anak yang bisa ikut BPJS Kesehatan orang tua? Bagaimana cara mengurusnya jika anak sudah melewati batas usia tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Batas Usia Anak Ikut BPJS Kesehatan Orang Tua

Batas usia anak yang bisa ikut BPJS Kesehatan orang tua adalah 21 tahun atau 25 tahun bagi yang masih menempuh pendidikan formal. Ini berlaku sampai 16 Desember 2022. Setelah itu, anak yang berusia di atas 21 tahun atau 25 tahun tidak dapat lagi mengikuti orang tua mereka dalam program BPJS1.

Anak yang dimaksud adalah anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak angkat yang sah. Syaratnya adalah anak tersebut tidak atau belum menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri2.

Anak yang ikut BPJS Kesehatan orang tua termasuk dalam peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). PPU terdiri dari pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, PNS, prajurit, anggota Polri, kepala desa dan perangkat desa, pegawai swasta, dan pekerja atau pegawai yang menerima gaji atau upah2.

Cara Mengurus BPJS Kesehatan Anak yang Sudah Melewati Batas Usia

Jika anak sudah melewati batas usia untuk ikut BPJS Kesehatan orang tua, maka ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Pindah segmen menjadi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Caranya dengan mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP) beserta persyaratannya. Persyaratan tersebut antara lain adalah fotokopi KTP atau KK, fotokopi kartu peserta JKN-KIS lama, dan surat keterangan tidak bekerja dari RT/RW atau desa/kelurahan3.
  • Mengikuti program JKN-KIS melalui fasilitas kampus jika masih kuliah. Caranya dengan menghubungi pihak kampus untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang prosedur dan biaya kepesertaannya4.
  • Mengikuti program JKN-KIS melalui fasilitas perusahaan jika sudah bekerja. Caranya dengan menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang prosedur dan biaya kepesertaannya4.

Pentingnya Menjadi Peserta JKN-KIS

Menjadi peserta JKN-KIS memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Mendapatkan perlindungan kesehatan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, promotif, kuratif, hingga rehabilitatif.
  • Mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, dokter praktik mandiri, hingga rumah sakit rujukan.
  • Mendapatkan subsidi iuran dari pemerintah bagi peserta mandiri yang tergolong miskin dan tidak mampu.
  • Mendapatkan kemudahan dalam mengurus administrasi kepesertaan melalui aplikasi mobile JKN-KIS.

Oleh karena itu, sangat penting bagi anak yang sudah melewati batas usia untuk ikut BPJS Kesehatan orang tua untuk tetap menjadi peserta JKN-KIS dengan cara-cara yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, anak tetap dapat menikmati haknya sebagai warga negara untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.

Sumber:
(1) Anak Usia 21 Tahun Apakah Masih Bisa Ikut BPJS Kesehatan Orangtua?. https://www.kompas.com/tren/read/2022/01/18/153000265/anak-usia-21-tahun-apakah-masih-bisa-ikut-bpjs-kesehatan-orangtua.
(2) Batas Usia Anak Ikut Serta Keanggotaan BPJS Kesehatan Orangtuanya: Usia …. https://www.tribunnews.com/nasional/2022/12/12/batas-usia-anak-ikut-serta-keanggotaan-bpjs-kesehatan-orangtuanya-usia-21-tahun-masih-kuliah.
(3) BPJS ikut orang tua sampai umur berapa? – Kalbariana Blog. https://kalbariana.web.id/bpjs-ikut-orang-tua-sampai-umur-berapa/.
(4) Apakah Anak Usia 21 Tahun Masih Bisa Ikut BPJS Kesehatan Orangtua. https://pontianak.tribunnews.com/2022/01/18/apakah-anak-usia-21-tahun-masih-bisa-ikut-bpjs-kesehatan-orangtua.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya