Pidato adalah suatu bentuk komunikasi lisan yang disampaikan oleh seorang pembicara kepada sekelompok pendengar dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya memiliki struktur dan ciri kebahasaan yang khas, yang membedakannya dari jenis teks lisan lainnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur dan ciri kebahasaan pidato.
Struktur Pidato
Struktur pidato adalah susunan bagian-bagian pidato yang saling terkait dan membentuk kesatuan makna. Struktur pidato umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
- Pembukaan: Bagian ini berisi salam, sapaan, pengenalan diri, latar belakang topik, tujuan pidato, dan gambaran umum isi pidato. Pembukaan pidato bertujuan untuk menarik perhatian, membangun kredibilitas, dan memberi gambaran kepada pendengar tentang apa yang akan disampaikan oleh pembicara.
- Isi: Bagian ini berisi penjabaran topik pidato secara rinci, lengkap, dan sistematis. Isi pidato biasanya dibagi menjadi beberapa poin utama yang disertai dengan penjelasan, contoh, bukti, atau argumen yang mendukung. Isi pidato bertujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan, atau pandangan kepada pendengar tentang topik yang dibahas.
- Penutup: Bagian ini berisi simpulan atau kesimpulan dari isi pidato, saran atau rekomendasi, ucapan terima kasih, dan salam penutup. Penutup pidato bertujuan untuk mengulangi poin-poin penting, memberi kesan positif, dan mengakhiri pidato dengan baik.
Ciri Kebahasaan Pidato
Ciri kebahasaan pidato adalah ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam pidato yang sesuai dengan konteks, situasi, dan tujuan komunikasi. Ciri kebahasaan pidato antara lain:
- Menggunakan bahasa baku: Bahasa baku adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah tata bahasa yang berlaku secara umum. Menggunakan bahasa baku dalam pidato menunjukkan sikap hormat, sopan, dan profesional dari pembicara.
- Menggunakan kalimat efektif: Kalimat efektif adalah kalimat yang mudah dipahami, jelas maknanya, singkat tapi padat, dan tidak bertele-tele. Menggunakan kalimat efektif dalam pidato dapat membantu pembicara menyampaikan pesan dengan tepat dan mendapatkan perhatian dari pendengar.
- Menggunakan kata-kata persuasif: Kata-kata persuasif adalah kata-kata yang dapat mempengaruhi sikap, pendapat, atau perilaku pendengar. Menggunakan kata-kata persuasif dalam pidato dapat membantu pembicara meyakinkan atau mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan pidato.
- Menggunakan ragam bahasa lisan: Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang digunakan dalam komunikasi lisan yang memiliki ciri-ciri seperti intonasi, nada, tekanan, ritme, dan lain-lain. Menggunakan ragam bahasa lisan dalam pidato dapat membantu pembicara menyesuaikan diri dengan situasi dan suasana hati pendengar.