Menu Tutup

Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi: Kalimat Tanya, Perintah, Saran, Kata Hubung, dan Kata Ganti Orang Pertama

Teks negosiasi adalah teks yang berisi proses tawar-menawar antara dua pihak atau lebih untuk mencapai kesepakatan bersama. Teks negosiasi dapat berbentuk lisan maupun tulisan, dan biasanya terdapat dalam konteks bisnis, politik, hukum, sosial, atau pendidikan. Teks negosiasi memiliki beberapa ciri kebahasaan yang khas, antara lain:

1. Menggunakan kalimat tanya, perintah, atau saran

Teks negosiasi sering menggunakan kalimat tanya, perintah, atau saran untuk memulai, melanjutkan, atau mengakhiri proses negosiasi. Kalimat tanya biasanya bertujuan untuk mengetahui informasi, kebutuhan, atau harapan dari pihak lain. Kalimat perintah biasanya bertujuan untuk memberikan instruksi, syarat, atau batasan dari pihak yang berbicara. Kalimat saran biasanya bertujuan untuk memberikan alternatif, solusi, atau kompromi dari pihak yang berbicara. Contoh:

  • Apa yang Anda inginkan dari kami? (kalimat tanya)
  • Anda harus menyelesaikan pekerjaan ini sebelum akhir bulan. (kalimat perintah)
  • Bagaimana kalau kita bagi dua saja hasilnya? (kalimat saran)

2. Menggunakan kata hubung penyebab-akibat, syarat-kesimpulan, atau pertentangan

Teks negosiasi juga sering menggunakan kata hubung penyebab-akibat, syarat-kesimpulan, atau pertentangan untuk menunjukkan hubungan logis antara dua kalimat atau lebih. Kata hubung penyebab-akibat biasanya bertujuan untuk menunjukkan alasan atau dampak dari suatu hal. Kata hubung syarat-kesimpulan biasanya bertujuan untuk menunjukkan kondisi atau hasil dari suatu hal. Kata hubung pertentangan biasanya bertujuan untuk menunjukkan perbedaan atau konflik antara dua hal. Contoh:

  • Kami tidak bisa menurunkan harga karena biaya produksi kami sudah tinggi. (kata hubung penyebab-akibat: karena)
  • Jika Anda mau bekerja sama dengan kami, kami akan memberikan Anda diskon 10%. (kata hubung syarat-kesimpulan: jika…maka)
  • Kami menghargai usulan Anda, tetapi kami tidak bisa menerimanya. (kata hubung pertentangan: tetapi)

3. Menggunakan kata ganti orang pertama tunggal atau jamak

Teks negosiasi juga sering menggunakan kata ganti orang pertama tunggal atau jamak untuk menunjukkan posisi atau sudut pandang dari pihak yang berbicara. Kata ganti orang pertama tunggal biasanya digunakan oleh pihak yang berbicara sebagai individu, sedangkan kata ganti orang pertama jamak biasanya digunakan oleh pihak yang berbicara sebagai kelompok atau perwakilan. Contoh:

  • Saya tidak setuju dengan pendapat Anda. (kata ganti orang pertama tunggal: saya)
  • Kami siap untuk bekerja sama dengan Anda. (kata ganti orang pertama jamak: kami)
Posted in Ragam

Artikel Lainnya