Menu Tutup

 Ciri Kebahasaan Teks Observasi

Teks observasi adalah teks yang berisi hasil pengamatan atau peninjauan terhadap suatu objek, baik berupa benda, manusia, hewan, tumbuhan, peristiwa, atau fenomena. Teks observasi bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, objektif, dan ilmiah tentang objek yang diamati. Teks observasi biasanya terdiri dari dua bagian, yaitu identifikasi dan deskripsi.

Ciri kebahasaan teks observasi adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan kalimat efektif dan padat

Teks observasi harus menggunakan kalimat yang efektif dan padat, artinya kalimat yang tidak mengandung kata-kata yang tidak perlu atau bersifat mengulang. Kalimat efektif dan padat dapat meningkatkan keterbacaan dan keterpahaman teks observasi. Contoh kalimat efektif dan padat dalam teks observasi adalah:

  • Bunga mawar memiliki warna yang bermacam-macam, seperti merah, putih, kuning, atau pink.
  • Gajah adalah hewan mamalia terbesar yang hidup di darat.
  • Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 dan menyebabkan tsunami yang menewaskan ribuan orang.

2. Menggunakan kata benda konkret dan kata sifat penjelas

Teks observasi harus menggunakan kata benda konkret dan kata sifat penjelas, artinya kata benda yang dapat diraba atau dilihat secara langsung dan kata sifat yang dapat menjelaskan ciri-ciri objek secara spesifik. Kata benda konkret dan kata sifat penjelas dapat membuat teks observasi lebih jelas dan detail. Contoh kata benda konkret dan kata sifat penjelas dalam teks observasi adalah:

  • Daun sirih berbentuk hati dengan ujung runcing dan tepi bergigi.
  • Kucing anggora memiliki bulu yang panjang, lembut, dan berwarna putih.
  • Matahari terbit di ufuk timur dengan sinar yang berwarna jingga.

3. Menggunakan kata kerja operasional dan kata keterangan

Teks observasi harus menggunakan kata kerja operasional dan kata keterangan, artinya kata kerja yang menunjukkan proses pengamatan atau peninjauan dan kata keterangan yang menunjukkan waktu, tempat, cara, alat, atau tujuan pengamatan atau peninjauan. Kata kerja operasional dan kata keterangan dapat membuat teks observasi lebih sistematis dan logis. Contoh kata kerja operasional dan kata keterangan dalam teks observasi adalah:

  • Penulis mengamati perilaku monyet di kebun binatang selama satu jam pada pagi hari.
  • Siswa mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok kayu dengan menggunakan penggaris.
  • Guru meninjau hasil belajar siswa dengan memberikan tes akhir semester.

4. Menggunakan pola kalimat induktif atau deduktif

Teks observasi harus menggunakan pola kalimat induktif atau deduktif, artinya pola kalimat yang menyajikan data atau fakta terlebih dahulu kemudian diikuti oleh kesimpulan (induktif) atau sebaliknya (deduktif). Pola kalimat induktif atau deduktif dapat membuat teks observasi lebih koheren dan konsisten. Contoh pola kalimat induktif atau deduktif dalam teks observasi adalah:

  • Induktif: Air mendidih pada suhu 100°C. Air merupakan zat cair yang dapat berubah menjadi gas pada suhu tertentu.
  • Deduktif: Semua manusia membutuhkan oksigen untuk bernapas. Andi adalah manusia. Andi membutuhkan oksigen untuk bernapas.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya