Menu Tutup

Dampak Merdeka Belajar bagi Siswa: Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotor

Merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim1. Program ini bertujuan untuk membentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat1. Merdeka belajar juga mendukung banyak inovasi dalam dunia pendidikan, terutama kemajuan berbagai lembaga pendidikan termasuk sekolah ataupun madrasah, dengan membentuk pula kompetensi guru1.

Merdeka belajar memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:

  • Pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila2.
  • Fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi2.
  • Pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik serta penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal2.

Dengan demikian, dampak merdeka belajar bagi siswa dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:

Aspek Kognitif

Merdeka belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, dan pemecahan masalah2. Siswa dapat belajar secara mendalam tentang materi yang esensial dan relevan dengan kebutuhan mereka, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif2. Siswa juga dapat mengembangkan literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar yang penting untuk menghadapi tantangan di era digital2.

Aspek Afektif

Merdeka belajar dapat membantu siswa mengembangkan karakter dan nilai-nilai Pancasila melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila2. Siswa dapat mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan minat dan bakat, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu:

  • Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Berkepribadian Indonesia
  • Berbudi pekerti luhur
  • Berwawasan global
  • Berdaya saing
  • Berjiwa kewirausahaan2

Siswa juga dapat melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi2.

Aspek Psikomotor

Merdeka belajar dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan berbasis projek2. Siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, seperti diskusi, eksperimen, simulasi, permainan, kunjungan lapangan, presentasi, dll2. Siswa juga dapat menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dan efisien2.

Kesimpulan

Merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kemendikbud RI yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Dampak merdeka belajar bagi siswa dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Merdeka belajar dapat meningkatkan pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, pemecahan masalah, literasi, numerasi, karakter, nilai-nilai Pancasila, keterampilan berpikir, minat, bakat, aksi nyata, serta keaktifan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Sumber:
(1) Merdeka Belajar – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Merdeka_Belajar.
(2) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/.
(3) Merdeka Mengajar. https://guru.kemdikbud.go.id/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya