Uang adalah salah satu fenomena sosial yang paling penting dan berpengaruh dalam kehidupan manusia. Uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam terhadap cara manusia berpikir, bertindak, dan berinteraksi.
Dalam artikel ini, akan membahas pandangan George Simmel, seorang sosiolog dan filsuf Jerman, tentang uang dan implikasinya bagi masyarakat modern.
Simmel mengemukakan teorinya tentang uang dalam bukunya yang berjudul The Philosophy of Money1, yang diterbitkan pada tahun 1900. Dalam buku ini, Simmel menguraikan bagaimana uang mempengaruhi tiga aspek utama kehidupan manusia, yaitu nilai, kebebasan, dan rasionalisasi.
Uang dan Nilai
Salah satu kontribusi Simmel yang paling menarik adalah teorinya tentang bagaimana manusia menciptakan nilai dengan membuat objek, memisahkan diri dari objek, dan berusaha mengatasi jarak antara diri dan objek2.
Menurut Simmel, nilai suatu objek tidak ditentukan oleh sifat intrinsiknya, tetapi oleh hubungannya dengan subjek yang menginginkannya. Nilai suatu objek juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelangkaan, waktu, pengorbanan, dan kesulitan2. Semakin langka, lama, mahal, atau sulit suatu objek diperoleh, semakin tinggi nilainya.
Uang adalah alat yang membantu menciptakan dan mengatasi jarak antara diri dan objek2. Uang memungkinkan manusia untuk menukar barang dan jasa yang memiliki nilai yang berbeda-beda. Uang juga memungkinkan manusia untuk menunda pemenuhan keinginan mereka dengan menyimpan uang sebagai potensi nilai di masa depan. Uang juga memungkinkan manusia untuk mengukur nilai relatif dari berbagai objek dengan menggunakan standar moneter yang sama.
Uang dan Kebebasan
Simmel juga mengemukakan bahwa uang membawa kebebasan pribadi dengan memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kewajiban ekonomi2. Dengan uang, manusia tidak perlu terikat dengan pekerjaan atau hubungan tertentu untuk memperoleh barang atau jasa yang mereka butuhkan atau inginkan. Uang juga memungkinkan manusia untuk memilih dari berbagai alternatif yang tersedia di pasar. Uang juga memungkinkan manusia untuk mengubah preferensi mereka sesuai dengan situasi atau kondisi mereka.
Namun, uang juga memiliki sisi negatif bagi kebebasan manusia. Simmel menunjukkan bahwa uang memungkinkan sistem ekonomi yang semakin kompleks di mana hubungan sosial menjadi kurang penting dan lebih impersonal2.
Dengan uang, manusia tidak perlu saling mengenal atau mempercayai satu sama lain untuk melakukan transaksi ekonomi. Uang juga membuat manusia menjadi lebih individualis dan egois, karena mereka cenderung mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan bersama. Uang juga membuat manusia menjadi lebih tergantung pada sistem moneter yang seringkali tidak stabil dan rentan terhadap krisis.
Selain itu, uang juga membebaskan individu dari pekerjaan yang spesifik dan memungkinkan posisi pekerja intelektual3. Simmel mengamati bahwa uang membuat pekerjaan menjadi lebih terpisah dari kepribadian pekerja.
Pekerja tidak perlu memiliki keterampilan atau bakat tertentu untuk melakukan pekerjaan tertentu, asalkan mereka memiliki uang untuk membayar orang lain yang memiliki keterampilan atau bakat tersebut. Pekerja juga tidak perlu memiliki komitmen atau dedikasi terhadap pekerjaan tertentu, asalkan mereka dapat menghasilkan uang dari pekerjaan tersebut.
Pekerja intelektual adalah mereka yang menggunakan energi mental mereka untuk menciptakan, menganalisis, atau mengkritik ide-ide, konsep, atau teori. Pekerja intelektual memiliki kebebasan untuk memilih bidang atau topik yang mereka minati, tanpa harus terikat dengan kebutuhan material atau praktis.
Uang, Reifikasi, dan Rasionalisasi
Simmel juga mengemukakan bahwa uang tidak hanya membantu menciptakan dunia sosial yang direifikasi, tetapi juga menyumbang bagi rasionalisasi dunia sosial yang terus meningkat3.
Reifikasi adalah proses di mana manusia menganggap objek-objek sosial sebagai sesuatu yang nyata, tetap, dan tidak berubah, padahal sebenarnya objek-objek tersebut adalah hasil dari konstruksi sosial yang dapat berubah.
Rasionalisasi adalah proses di mana manusia menggunakan logika, kalkulasi, dan efisiensi sebagai dasar untuk bertindak dan berpikir, tanpa mempertimbangkan nilai-nilai, emosi, atau tradisi.
Uang membuat segala sesuatu dapat diukur dengan metrik moneter yang sama2. Uang membuat manusia mengabaikan kualitas atau makna dari barang atau jasa yang mereka tukar atau konsumsi. Uang membuat manusia mengurangi segala sesuatu menjadi angka-angka yang dapat dibandingkan dan dikuantifikasi. Uang membuat manusia melihat dunia sebagai pasar yang terdiri dari barang-barang dan jasa-jasa yang dapat dibeli dan dijual.
Uang juga meningkatkan nilai intelek sebagai energi mental yang paling bernilai3. Uang membuat manusia lebih menghargai pengetahuan, informasi, dan ide-ide daripada keterampilan, pengalaman, atau kearifan. Uang membuat manusia lebih tertarik pada hal-hal yang abstrak, umum, dan universal daripada hal-hal yang konkret, khusus, dan lokal. Uang membuat manusia lebih berorientasi pada masa depan daripada masa lalu atau masa kini.
Penutup
Dalam artikel ini, pandangan George Simmel tentang uang dan implikasinya bagi masyarakat modern. Simmel menunjukkan bahwa uang memiliki dampak yang mendalam terhadap nilai, kebebasan, dan rasionalisasi manusia. Uang adalah alat yang membantu manusia menciptakan dan mengatasi jarak antara diri dan objek. Uang juga membawa kebebasan pribadi dengan memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kewajiban ekonomi. Namun, uang juga memiliki sisi negatif bagi kebebasan manusia dengan membuat sistem ekonomi yang semakin kompleks dan impersonal. Uang juga membebaskan individu dari pekerjaan yang spesifik dan memungkinkan posisi pekerja intelektual. Uang juga membantu menciptakan dunia sosial yang direifikasi dan menyumbang bagi rasionalisasi dunia sosial.