Menu Tutup

Dari mana saja sumber sejarah lokal?

Sumber sejarah lokal adalah sumber-sumber yang ada di daerah-daerah yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di wilayah lokal. Sumber sejarah lokal dapat berupa sumber tertulis, sumber lisan, sumber benda, dan sumber audiovisual. Berikut ini adalah penjelasan dan contoh dari masing-masing jenis sumber sejarah lokal:

  • Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berbentuk tulisan, baik yang dibuat oleh pihak yang terlibat langsung dalam peristiwa sejarah maupun oleh pihak yang tidak terlibat. Sumber tertulis dapat berupa dokumen resmi, arsip, koran, majalah, memoar, biografi, buku sejarah, dan lain-lain. Contoh sumber tertulis untuk sejarah lokal adalah Babad, Hikayat, Tambo, Lontara, dan sebagainya yang merupakan karya sastra tradisional yang mengisahkan tentang asal-usul, silsilah, dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah suatu daerah1.
  • Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berbentuk ucapan atau cerita dari mulut ke mulut, baik yang disampaikan oleh saksi mata maupun oleh orang yang mendengar dari saksi mata. Sumber lisan dapat berupa tradisi lisan atau oral tradition, yaitu cerita-cerita rakyat yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, seperti dongeng, legenda, mitos, dan lain-lain. Sumber lisan juga dapat berupa sejarah lisan atau oral history, yaitu wawancara atau rekaman suara dari orang-orang yang mengalami atau mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah secara langsung atau tidak langsung. Contoh sumber lisan untuk sejarah lokal adalah cerita-cerita tentang pemberontakan petani di Banten 1888, peristiwa Tanjung Priok 1984, konflik Sampit 2001, dan lain-lain2.
  • Sumber benda adalah sumber sejarah yang berbentuk benda-benda fisik yang memiliki nilai sejarah karena berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau kebudayaan suatu daerah. Sumber benda dapat berupa benda monumental, yaitu benda-benda besar yang dibangun sebagai tanda peringatan atau penghormatan, seperti masjid, candi, gereja, makam, patung, dan lain-lain. Sumber benda juga dapat berupa benda ornamental, yaitu benda-benda kecil yang memiliki hiasan atau gambar sebagai simbol atau pesan tertentu, seperti relief, gambar dalam perkamen, ragam hias pada benda kerajinan, dan lain-lain. Contoh sumber benda untuk sejarah lokal adalah candi Borobudur di Jawa Tengah3, makam Cut Nyak Dhien di Aceh4, patung Dewa Ruci di Bali, dan lain-lain.
  • Sumber audiovisual adalah sumber sejarah yang berbentuk rekaman suara atau gambar yang menggambarkan peristiwa-peristiwa sejarah atau kehidupan masyarakat suatu daerah. Sumber audiovisual dapat berupa foto, film, video, musik, lagu, seni pertunjukan, dan lain-lain. Contoh sumber audiovisual untuk sejarah lokal adalah foto-foto tentang kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, film G30S/PKI tahun 1984, lagu-lagu daerah seperti Yamko Rambe Yamko dari Papua, tari-tarian daerah seperti Tari Saman dari Aceh, dan lain-lain.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya