Menu Tutup

Dasar-dasar Genetika: Pengertian, Hukum, Jenis, dan Faktor Variasi Pewarisan Sifat

Pengertian Genetika

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang gen, variasi, dan pewarisan sifat pada makhluk hidup. Gen adalah satuan materi genetik yang terletak pada kromosom dan mengandung informasi untuk menentukan sifat suatu organisme. Variasi adalah perbedaan sifat antara individu atau populasi yang disebabkan oleh faktor genetik atau lingkungan. Pewarisan sifat adalah proses penyaluran sifat dari induk ke anak melalui gen.

Hukum Pewarisan Sifat Menurut Mendel

Mendel adalah seorang ilmuwan Austria yang dikenal sebagai bapak genetika karena berhasil mengungkapkan hukum-hukum dasar pewarisan sifat melalui percobaan dengan tanaman kacang polong. Mendel menyimpulkan bahwa ada dua hukum pewarisan sifat, yaitu:

  • Hukum segregasi: Setiap individu memiliki sepasang gen untuk setiap sifat, tetapi hanya menyalurkan satu gen secara acak ke sel telur atau sperma. Gen yang disalurkan disebut alel. Alel yang dominan akan menentukan sifat yang tampak, sedangkan alel yang resesif akan tertutupi oleh alel dominan.
  • Hukum asortasi bebas: Gen-gen untuk sifat-sifat yang berbeda disalurkan secara bebas dan tidak saling mempengaruhi satu sama lain. Artinya, kombinasi alel untuk setiap sifat pada anak tidak tergantung pada kombinasi alel untuk sifat lainnya.

Jenis-jenis Pewarisan Sifat

Selain hukum-hukum dasar Mendel, ada juga jenis-jenis pewarisan sifat lainnya yang lebih kompleks, antara lain:

  • Pewarisan sifat intermediet: Terjadi ketika alel-alel untuk suatu sifat tidak dominan atau resesif, tetapi sama-sama berpengaruh. Hasilnya, anak memiliki sifat campuran antara induknya. Contoh: Bunga merah dan putih menghasilkan bunga merah muda.
  • Pewarisan sifat kodominan: Terjadi ketika alel-alel untuk suatu sifat sama-sama dominan dan menunjukkan efeknya secara bersamaan. Hasilnya, anak memiliki sifat gabungan antara induknya. Contoh: Sapi hitam dan putih menghasilkan sapi belang hitam putih.
  • Pewarisan sifat poligenik: Terjadi ketika suatu sifat ditentukan oleh banyak gen yang saling berinteraksi. Hasilnya, anak memiliki variasi sifat yang kontinu dan tidak terpisah. Contoh: Warna kulit manusia.
  • Pewarisan sifat polialelik: Terjadi ketika suatu sifat ditentukan oleh lebih dari dua alel yang berbeda. Hasilnya, anak memiliki kemungkinan variasi sifat yang lebih banyak. Contoh: Golongan darah manusia.
  • Pewarisan sifat seks terkait: Terjadi ketika suatu sifat ditentukan oleh gen yang terletak pada kromosom seks (X atau Y). Hasilnya, anak memiliki kemungkinan frekuensi sifat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Contoh: Buta warna.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Variasi Sifat

Variasi sifat pada makhluk hidup dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:

  • Faktor genetik: Merupakan faktor bawaan dari gen-gen yang diwariskan oleh induk kepada anak. Faktor ini dapat menyebabkan variasi antara individu atau antara populasi. Contoh: Warna mata, bentuk hidung, golongan darah, dll.
  • Faktor lingkungan: Merupakan faktor luar yang memengaruhi ekspresi gen atau kondisi fisik dan biologis suatu organisme. Faktor ini dapat menyebabkan variasi dalam individu atau dalam populasi. Contoh: Tinggi badan, berat badan, warna rambut, dll.

Kesimpulan

Genetika dan pewarisan sifat adalah topik yang sangat menarik dan penting untuk dipelajari. Genetika membantu kita memahami bagaimana sifat-sifat makhluk hidup ditentukan dan disalurkan dari generasi ke generasi. Pewarisan sifat mengikuti hukum-hukum tertentu yang dapat dijelaskan dengan konsep-konsep genetik. Variasi sifat merupakan hasil dari interaksi antara faktor genetik dan lingkungan yang memengaruhi keanekaragaman makhluk hidup.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya