Daerah tertinggal adalah daerah yang memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, aksesibilitas, dan karakteristik daerah. Daerah tertinggal memiliki dampak negatif bagi pembangunan nasional, seperti ketimpangan, kemiskinan, konflik, dan keterbelakangan. Oleh karena itu, perlu diketahui apa saja faktor-faktor yang menyebabkan daerah tertinggal agar dapat dicari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
Faktor Geografis atau Faktor Fisik
Faktor geografis atau faktor fisik adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi alam dan lingkungan di suatu daerah. Faktor ini dapat mempengaruhi potensi sumber daya alam, prasarana dan sarana, serta aksesibilitas daerah tersebut. Beberapa contoh faktor geografis atau faktor fisik yang dapat menyebabkan daerah tertinggal adalah:
- Topografi. Daerah yang memiliki topografi yang berat, seperti pegunungan, bukit, lembah, atau rawa-rawa, cenderung sulit untuk dikembangkan. Hal ini karena topografi yang berat dapat menghambat transportasi, komunikasi, irigasi, dan pemanfaatan lahan. Selain itu, topografi yang berat juga dapat meningkatkan risiko bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, atau erosi.
- Iklim. Daerah yang memiliki iklim yang ekstrem, seperti terlalu panas, terlalu dingin, terlalu kering, atau terlalu basah, cenderung kurang produktif dan rentan terhadap penyakit. Hal ini karena iklim yang ekstrem dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, kesehatan hewan, ketersediaan air bersih, dan kenyamanan hidup manusia. Selain itu, iklim yang ekstrem juga dapat menyebabkan perubahan musim yang tidak teratur dan bencana alam, seperti kekeringan, banjir bandang, angin topan, atau hujan es.
- Lokasi. Daerah yang memiliki lokasi yang terpencil, terisolasi, atau jauh dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya cenderung kurang berkembang. Hal ini karena lokasi yang terpencil atau terisolasi dapat menghambat mobilitas penduduk, perdagangan barang dan jasa, serta difusi informasi dan inovasi. Selain itu, lokasi yang jauh dari pusat-pusat pertumbuhan juga dapat menyebabkan kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Faktor Sumber Daya Manusia
Faktor sumber daya manusia adalah faktor yang berkaitan dengan kualitas dan kuantitas penduduk di suatu daerah. Faktor ini dapat mempengaruhi produktivitas kerja, kreativitas inovasi, serta partisipasi sosial politik daerah tersebut. Beberapa contoh faktor sumber daya manusia yang dapat menyebabkan daerah tertinggal adalah:
- Pendidikan. Daerah yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah cenderung kurang maju. Hal ini karena pendidikan yang rendah dapat menghambat pengembangan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai positif pada penduduk. Selain itu, pendidikan yang rendah juga dapat menyebabkan rendahnya kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta rendahnya kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
- Kesehatan. Daerah yang memiliki tingkat kesehatan yang buruk cenderung kurang berkembang. Hal ini karena kesehatan yang buruk dapat mengurangi produktivitas kerja, kualitas hidup, dan harapan hidup penduduk. Selain itu, kesehatan yang buruk juga dapat meningkatkan beban biaya pengobatan, penyebaran penyakit, dan kematian dini.
- Kependudukan. Daerah yang memiliki tingkat kependudukan yang tidak seimbang cenderung kurang optimal. Hal ini karena kependudukan yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah seperti overpopulasi, underpopulasi, migrasi, urbanisasi, atau penuaan penduduk. Selain itu, kependudukan yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan, sumber daya alam, dan pelayanan publik.
Faktor Kebijakan Pembangunan
Faktor kebijakan pembangunan adalah faktor yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan di suatu daerah. Faktor ini dapat mempengaruhi alokasi anggaran, prioritas program, serta partisipasi masyarakat daerah tersebut. Beberapa contoh faktor kebijakan pembangunan yang dapat menyebabkan daerah tertinggal adalah:
- Desentralisasi. Daerah yang memiliki tingkat desentralisasi yang rendah cenderung kurang mandiri. Hal ini karena desentralisasi yang rendah dapat menghambat otonomi daerah dalam mengelola sumber daya dan menentukan kebijakan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Selain itu, desentralisasi yang rendah juga dapat menyebabkan ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat serta kurangnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan pembangunan.
- Korupsi. Daerah yang memiliki tingkat korupsi yang tinggi cenderung kurang efektif. Hal ini karena korupsi yang tinggi dapat mengurangi kualitas dan kuantitas pelayanan publik, menghamburkan anggaran pembangunan, serta merugikan kepentingan umum. Selain itu, korupsi yang tinggi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah serta konflik sosial politik.
- Koordinasi. Daerah yang memiliki tingkat koordinasi yang rendah cenderung kurang efisien. Hal ini karena koordinasi yang rendah dapat menyebabkan tumpang tindih fungsi, duplikasi program, serta inkonsistensi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah maupun antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Selain itu, koordinasi yang rendah juga dapat menyebabkan kurangnya sinergi dan integrasi dalam pembangunan.
Sumber:
(1) derman agb: makalah daerah tertinggal – Blogger. https://dernewblogadres.blogspot.com/2015/05/makalah-daerah-tertinggal.html.
(2) Penyebab Daerah Tertinggal – Daerah Tertinggal – 123dok.com. https://123dok.com/article/penyebab-daerah-tertinggal-daerah-tertinggal.y4j1w80y.
(3) Faktor wilayah tertinggal – A. Faktor – faktor yang menyebabkan wilayah …. https://www.studocu.com/id/document/universitas-siliwangi/fakultas-keguruan-dan-ilmu-pendidikan/faktor-wilayah-tertinggal/46524481.
(4) Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daerah Tertinggal di Pulau …. https://www.neliti.com/publications/487676/pemodelan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-daerah-tertinggal-di-pulau-jawa-menggu.