Heterogenitas sosial adalah keberagaman masyarakat yang ada di suatu wilayah. Di Indonesia, keberagaman masyarakat tak terbantahkan, mengingat semboyan negara ini adalah Bhinneka Tunggal Ika. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, heterogenitas adalah keanekaragaman. Sementara, sosial adalah berkenaan dengan masyarakat1.
Heterogenitas sosial dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti suku, agama, ras, budaya, profesi, status sosial, jenis kelamin, dan lain-lain. Heterogenitas sosial dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat dengan melahirkan profesi baru, keterampilan baru, spesialisasi pekerjaan, atau kesetaraan gender. Namun, tingginya heterogenitas sosial di masyarakat juga bisa menimbulkan stratifikasi sosial dan konflik dalam kelompok berlainan1.
Ciri-Ciri Heterogenitas Sosial
Heterogenitas sosial memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:
- Terdapat perbedaan atau variasi dalam masyarakat yang bersifat nyata atau abstrak.
- Perbedaan tersebut dapat bersifat permanen atau sementara.
- Perbedaan tersebut dapat bersifat vertikal atau horizontal.
- Perbedaan tersebut dapat bersifat positif atau negatif.
Perbedaan yang bersifat nyata adalah perbedaan yang dapat diamati secara langsung, seperti warna kulit, jenis kelamin, atau bentuk tubuh. Perbedaan yang bersifat abstrak adalah perbedaan yang tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat dirasakan atau dipahami, seperti agama, ideologi, atau nilai2.
Perbedaan yang bersifat permanen adalah perbedaan yang tidak dapat diubah atau dipengaruhi oleh faktor lain, seperti suku atau ras. Perbedaan yang bersifat sementara adalah perbedaan yang dapat berubah atau dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pendidikan, pekerjaan, atau status sosial2.
Perbedaan yang bersifat vertikal adalah perbedaan yang menunjukkan adanya tingkatan atau hierarki dalam masyarakat, seperti kelas sosial, jabatan, atau kekayaan. Perbedaan yang bersifat horizontal adalah perbedaan yang menunjukkan adanya kesamaan atau kesetaraan dalam masyarakat, seperti hobi, minat, atau gaya hidup2.
Perbedaan yang bersifat positif adalah perbedaan yang memberikan manfaat atau keuntungan bagi masyarakat, seperti keragaman budaya, kreativitas, atau toleransi. Perbedaan yang bersifat negatif adalah perbedaan yang memberikan kerugian atau kerusakan bagi masyarakat, seperti diskriminasi, konflik, atau segregasi2.
Jenis-Jenis Heterogenitas Sosial
Heterogenitas sosial dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan aspek-aspek tertentu. Berikut ini adalah beberapa jenis heterogenitas sosial beserta contohnya:
- Heterogenitas berdasarkan suku: perbedaan antara suku Jawa dengan suku Batak.
- Heterogenitas berdasarkan agama: perbedaan antara agama Islam dengan agama Kristen.
- Heterogenitas berdasarkan ras: perbedaan antara ras Mongoloid dengan ras Kaukasoid.
- Heterogenitas berdasarkan budaya: perbedaan antara budaya Bali dengan budaya Aceh.
- Heterogenitas berdasarkan profesi: perbedaan antara profesi dokter dengan profesi guru.
- Heterogenitas berdasarkan status sosial: perbedaan antara status sosial petani dengan status sosial pengusaha.
- Heterogenitas berdasarkan jenis kelamin: perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dengan jenis kelamin perempuan.
Sumber:
(1) Pengertian Heterogenitas Sosial dan Efeknya pada Kehidupan. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/pengertian-heterogenitas-sosial-dan-efeknya-pada-kehidupan-20LqNoRnwn6.
(2) Apa yang Dimaksud Heterogenitas Sosial dalam Bermasyarakat? – Tirto.ID. https://tirto.id/apa-yang-dimaksud-heterogenitas-sosial-dalam-bermasyarakat-gysf.
(3) Pengertian Heterogenitas Sosial, Ciri-Ciri dan Jenis Lengkap. https://www.celebrities.id/read/pengertian-heterogenitas-sosial-6ZLN46.