Sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa lampau. Sejarah tidak hanya mencatat dan menceritakan kembali apa yang sudah berlalu, tetapi juga menganalisis dan menafsirkan makna dan dampak dari peristiwa-peristiwa tersebut bagi kehidupan manusia. Sejarah juga berusaha untuk mengungkapkan penyebab dan akibat dari perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, budaya, politik, ekonomi, dan lingkungan.
Ilmu sejarah adalah disiplin ilmiah yang menggunakan metode-metode kritis dan sistematis untuk mengumpulkan, menguji, dan menyajikan bukti-bukti sejarah. Ilmu sejarah juga membangun teori-teori dan konsep-konsep untuk menjelaskan fenomena-fenomena sejarah. Ilmu sejarah memiliki beberapa ciri-ciri, fungsi, dan tujuan yang akan dibahas dalam artikel ini.
Ciri-ciri Ilmu Sejarah
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri ilmu sejarah sebagai ilmu pengetahuan:
- Bersifat empiris. Artinya, ilmu sejarah didasarkan pada pengalaman dan observasi nyata yang dapat diverifikasi melalui sumber-sumber sejarah. Sumber-sumber sejarah dapat berupa benda-benda peninggalan (artefak), dokumen-dokumen tertulis (arsip), kesaksian lisan (oral history), atau rekaman audio-visual. Sumber-sumber sejarah harus diperiksa keaslian, kredibilitas, dan konteksnya sebelum digunakan sebagai bukti sejarah.
- Memiliki objek kajian. Objek kajian ilmu sejarah adalah manusia dan segala aktivitasnya di masa lampau. Manusia sebagai subjek sejarah memiliki kemampuan untuk berpikir, berkreasi, berinteraksi, dan berubah. Aktivitas manusia mencakup aspek-aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, hukum, agama, seni, teknologi, dan lingkungan. Objek kajian ilmu sejarah juga meliputi waktu sebagai dimensi penting dalam membedakan masa lampau, masa kini, dan masa depan.
- Memiliki teori. Teori adalah pernyataan umum yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang relevan dalam suatu fenomena sejarah. Teori ilmu sejarah dapat bersifat deskriptif, eksplanatif, atau prediktif. Teori ilmu sejarah dapat berasal dari paradigma-paradigma filsafat sejarah (seperti positivisme, idealisme, materialisme, postmodernisme) atau dari pendekatan-pendekatan interdisipliner (seperti sosiologi sejarah, psikologi sejarah, ekonomi sejarah).
- Memiliki metode. Metode adalah cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data sejarah. Metode ilmu sejarah meliputi heuristik (penemuan sumber-sumber sejarah), kritik (penilaian sumber-sumber sejarah), interpretasi (penafsiran makna sumber-sumber sejarah), sintesis (penggabungan hasil-hasil penelitian), dan historiografi (penulisan sejarah).
- Memiliki generalisasi. Generalisasi adalah kesimpulan yang dibuat berdasarkan data-data sejarah yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Generalisasi ilmu sejarah dapat bersifat induktif (dari hal-hal khusus ke hal-hal umum) atau deduktif (dari hal-hal umum ke hal-hal khusus). Generalisasi ilmu sejarah dapat berupa fakta (pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya), hipotesis (pernyataan yang bersifat sementara dan memerlukan pengujian lebih lanjut), atau tesis (pernyataan yang bersifat definitif dan didukung oleh bukti-bukti kuat).
Fungsi Ilmu Sejarah
Berikut ini adalah beberapa fungsi ilmu sejarah bagi kehidupan manusia:
- Fungsi edukatif. Ilmu sejarah berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan pembelajaran tentang masa lampau. Dengan mempelajari ilmu sejarah, manusia dapat mengetahui asal-usul, perkembangan, dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, budaya, politik, ekonomi, dan lingkungan. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia memahami nilai-nilai, norma-norma, tradisi-tradisi, dan warisan-warisan yang diwariskan oleh generasi-generasi sebelumnya.
- Fungsi inspiratif. Ilmu sejarah berfungsi sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus. Dengan mempelajari ilmu sejarah, manusia dapat mengenal tokoh-tokoh, peristiwa-peristiwa, dan karya-karya yang berpengaruh dalam sejarah. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia menghargai jasa-jasa dan pengorbanan-pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan loyalitas terhadap bangsa dan negara.
- Fungsi rekreatif. Ilmu sejarah berfungsi sebagai sumber rekreasi dan hiburan bagi masyarakat. Dengan mempelajari ilmu sejarah, manusia dapat menikmati keindahan dan keunikan dari peninggalan-peninggalan sejarah. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia menghayati suasana dan nuansa dari masa lampau. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia mengapresiasi seni dan budaya yang diciptakan oleh manusia di masa lampau.
- Fungsi instruktif. Ilmu sejarah berfungsi sebagai sumber instruksi dan bimbingan bagi kehidupan masa kini dan masa depan. Dengan mempelajari ilmu sejarah, manusia dapat belajar dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilan-keberhasilan yang telah dilakukan oleh manusia di masa lampau. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia mengantisipasi tantangan-tantangan dan peluang-peluang yang akan dihadapi oleh manusia di masa depan. Ilmu sejarah juga dapat membantu manusia merumuskan visi-misi dan strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
Tujuan Ilmu Sejarah
Berikut ini adalah beberapa tujuan ilmu sejarah sebagai ilmu pengetahuan:
- Tujuan kognitif. Tujuan ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual manusia dalam memperoleh, memproses, menganalisis, dan menyajikan informasi sejarah. Tujuan ini juga berkaitan dengan pengembangan kemampuan kritis, logis, rasional, kreatif, dan inovatif dalam berpikir sejarah.
- Tujuan afektif. Tujuan ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan emosional manusia dalam merasakan, menghayati, dan mengapresiasi nilai-nilai sejarah. Tujuan ini juga berkaitan dengan pengembangan sikap positif, toleran, empatik, kooperatif, dan partisipatif dalam bersikap sejarah.
- Tujuan psikomotor. Tujuan ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan fisik manusia dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan ilmu sejarah. Tujuan ini juga berkaitan dengan pengembangan keterampilan praktis, teknis, profesional, dan akademis dalam bertindak sejarah.
Sumber:
(1) Sejarah – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah.
(2) Ilmu Sejarah – Pengertian, Manfaat dan Tujuan – Zenius Education. https://www.zenius.net/blog/ilmu-sejarah.
(3) Pengertian Sejarah: Unsur, Fungsi, Manfaat & Klasifikasinya. https://superapp.id/blog/uncategorized/sejarah-adalah/.
(4) Ciri-ciri Sejarah sebagai Ilmu – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2022/05/20/083000969/ciri-ciri-sejarah-sebagai-ilmu.
(5) Sejarah sebagai Ilmu: Pengertian dan Ciri-cirinya – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2023/03/11/220000669/sejarah-sebagai-ilmu–pengertian-dan-ciri-cirinya.
(6) Berikut ini ciri-ciri dari sejarah sebagai ilmu ad… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/berikut-ini-ciri-ciri-dari-sejarah-sebagai-ilmu-adalah-_B9N3RxoqWgp.
(7) Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu Pengetahuan Beserta Penjelasannya. https://www.zonareferensi.com/ciri-ciri-sejarah-sebagai-ilmu-pengetahuan/.
(8) √ Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu dan Penjelasannya – Freedomsiana. https://www.freedomsiana.id/ciri-sejarah-sebagai-ilmu/.
(9) 5 Fungsi Sejarah (Edukatif, Rekreatif, Inspiratif, Instruktif, Masa …. https://www.freedomsiana.id/fungsi-sejarah/.
(10) Fungsi dan Kegunaan Sejarah – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2021/07/30/133756669/fungsi-dan-kegunaan-sejarah.
(11) Fungsi dan Kegunaan Sejarah serta Penjelasan dalam Keilmuan – Tirto.ID. https://tirto.id/fungsi-dan-kegunaan-sejarah-serta-penjelasan-dalam-keilmuan-gyrH.