Menu Tutup

Inilah Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1. Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik2. Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang mengeksplorasi tema-tema atau isu penting dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut1.

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu implementasi dari program Merdeka Belajar yang dikonsep agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka Belajar juga memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah untuk menentukan pilihan kurikulum yang paling sesuai dengan kesiapan dan kondisi mereka3.

Latar Belakang Kurikulum Merdeka

Berbagai studi nasional dan internasional memperlihatkan bahwa Indonesia telah lama mengalami krisis dan kesenjangan pembelajaran. Beragam faktor seperti kurangnya kualitas guru, sarana prasarana, bahan ajar, asesmen, dan banyak hal lainnya ikut berkontribusi menjadi penyebab masalah tersebut. Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama dua tahun memperburuk krisis dan semakin melebarkan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia yang mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss) sehingga mereka kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik4.

Pada kondisi khusus pandemi COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat tetap mengacu kepada Kurikulum 2013, mengacu kepada Kurikulum Darurat yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh pemerintah, atau melakukan penyederhanaan Kurikulum 2013 secara mandiri. Dalam Keputusan Menteri tersebut Kurikulum Darurat disebut sebagai Kurikulum pada Kondisi Khusus. Berdasarkan implementasinya, diperoleh fakta bahwa siswa pengguna Kurikulum Darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh, terlepas dari latar belakang sosio-ekonominya4.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah kemudian mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum yang lebih fleksibel, relevan, dan mendalam. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran yang ada di Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:

  • Pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek ini merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, mandiri, dan inklusif1.
  • Fokus pada materi esensial yang relevan dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Materi esensial adalah materi yang paling penting dan mendasar untuk dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan jenjang dan tingkat pendidikannya1.
  • Pembelajaran yang fleksibel yang memberikan keleluasaan bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Pembelajaran yang fleksibel juga memungkinkan guru untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran, metode, media, sumber belajar, dan strategi asesmen yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, dan tujuan pembelajaran1.

Implementasi Kurikulum Merdeka

Penerapan Kurikulum Merdeka terbuka untuk seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. Selain itu, satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan angket kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Pilihan yang paling sesuai mengacu pada kesiapan satuan pendidikan sehingga implementasi Kurikulum Merdeka semakin efektif jika makin sesuai kebutuhan2.

Pilihan implementasi Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:

Pilihan Deskripsi
Pilihan 1 Menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh
Pilihan 2 Menggunakan Kurikulum 2013 dengan penyederhanaan mandiri
Pilihan 3 Menggunakan Kurikulum Merdeka secara penuh

Untuk memahami Kurikulum Merdeka secara lebih mendalam, satuan pendidikan dapat mengikuti alur berikut:

  1. Memahami garis besar Kurikulum Merdeka yang mencakup regulasi, kajian akademik, capaian pembelajaran, rujukan, dukungan, info terkini, sering ditanya, dan daftar IKM1.
  2. Memahami pembelajaran dan asesmen yang mencakup prinsip pembelajaran dan asesmen, pembelajaran sesuai dengan tahapan peserta didik, perencanaan pembelajaran dan asesmen (termasuk alur tujuan pembelajaran), merencanakan pembelajaran, pengolahan dan pelaporan hasil asesmen1.
  3. Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan yang mencakup analisis karakteristik satuan pendidikan, penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional1.
  4. Memahami pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang mencakup menyiapkan ekosistem sekolah dan mendesain projek penguatan profil pelajar Pancasila1.

Kesimpulan

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Kurikulum ini juga mengembangkan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang mengeksplorasi tema-tema atau isu penting dan melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut.

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu implementasi dari program Merdeka Belajar yang dikonsep agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka Belajar juga memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah untuk menentukan pilihan kurikulum yang paling sesuai dengan kesiapan dan kondisi mereka.

Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran yang ada di Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Sumber:
(1) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/.
(2) Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka, Begini Konsep & Implementasinya – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/kurikulum-merdeka.
(3) Kurikulum Merdeka – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Merdeka.
(4) APA ITU KURIKULUM MERDEKA DAN MERDEKA BELAJAR. https://www.ainamulyana.com/2022/02/apa-itu-kurikulum-merdeka.html.
(5) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/capaian-pembelajaran.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya