Kala geologi adalah satuan waktu yang digunakan untuk mengukur dan mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Bumi sejak terbentuk hingga sekarang. Kala geologi berdasarkan pada analisis stratigrafi, yaitu studi tentang susunan dan hubungan antara lapisan batuan. Dengan mempelajari kala geologi, kita dapat memahami bagaimana Bumi dan kehidupan di atasnya berkembang dan berubah sepanjang sejarah.
Pembentukan Bumi dan Atmosfer
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu akibat akresi nebula surya, yaitu massa berbentuk cakram yang terdiri dari debu dan gas yang tersisa dari pembentukan matahari dan tata surya. Pada awalnya, permukaan Bumi meleleh akibat aktivitas vulkanisme ekstrem dan sering bertabrakan dengan benda langit lainnya. Salah satu tabrakan besar diduga menyebabkan kemiringan sumbu Bumi dan menghasilkan Bulan1
Pelepasan gas vulkanik menciptakan atmosfer primordial, yang nyaris tidak mengandung oksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup masa kini. Atmosfer ini terdiri dari gas-gas seperti karbon dioksida, nitrogen, amonia, metana, dan hidrogen sulfida. Kondensasi uap air, dipadukan dengan es yang berasal dari komet dan asteroid, menciptakan lautan1
Eon Arkean dan Proterozoikum
Eon Arkean dan Proterozoikum adalah dua eon pertama dalam skala waktu geologi, yang berlangsung dari 4 miliar hingga 541 juta tahun yang lalu. Eon ini disebut juga sebagai eon prekambrium atau azoikum, yang berarti tanpa kehidupan. Namun, sebenarnya kehidupan sudah mulai muncul pada eon ini, meskipun masih berupa organisme sederhana dan mikroskopis.
Eon Arkean berlangsung dari 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun yang lalu. Pada eon ini, kerak Bumi mulai mendingin dan mengeras, sehingga membentuk benua-benua awal yang disebut kraton. Tektonik lempeng juga mulai beroperasi, yaitu proses pergerakan dan interaksi antara lempeng-lempeng kerak Bumi. Bentuk kehidupan pertama muncul pada eon ini, yaitu bakteri anaerobik yang tidak membutuhkan oksigen untuk hidup.
Eon Proterozoikum berlangsung dari 2,5 miliar hingga 541 juta tahun yang lalu. Pada eon ini, atmosfer Bumi mulai berubah akibat munculnya kehidupan fotosintetik, yaitu organisme yang dapat mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dengan melepaskan oksigen sebagai produk sampingan. Oksigen mulai terakumulasi di atmosfer dan membentuk lapisan ozon, yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet. Kehidupan fotosintetik juga membentuk struktur batuan karbonat yang disebut stromatolit.
Pada akhir eon Proterozoikum, terjadi diversifikasi kehidupan yang besar-besaran, yang disebut sebagai ledakan kehidupan Ediakara. Pada periode ini, muncul organisme multiseluler kompleks dengan bentuk-bentuk aneh dan unik, seperti spons, ubur-ubur, cacing pipih, dan lain-lain. Beberapa organisme ini bahkan memiliki simetri bilateral, yaitu memiliki dua sisi tubuh yang cerminan satu sama lain.
Eon Fanerozoikum
Eon Fanerozoikum adalah eon terakhir dalam skala waktu geologi, yang berlangsung dari 541 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Eon ini disebut juga sebagai eon kehidupan terlihat, karena kehidupan di Bumi semakin bervariasi dan meninggalkan banyak fosil yang dapat diamati. Eon ini dibagi menjadi tiga era, yaitu era Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum.
Era Paleozoikum
Era Paleozoikum berlangsung dari 541 juta hingga 252 juta tahun yang lalu. Era ini disebut juga sebagai era kehidupan kuno, karena merupakan era pertama dalam sejarah kehidupan yang mencakup banyak filum hewan yang masih ada hingga sekarang. Era ini dibagi menjadi enam periode, yaitu periode Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm.
Periode Kambrium berlangsung dari 541 juta hingga 485 juta tahun yang lalu. Periode ini disebut juga sebagai ledakan kehidupan Kambrium, karena terjadi diversifikasi filum hewan yang sangat cepat dan luas. Hewan-hewan ini hidup di laut dan memiliki cangkang atau rangka keras yang dapat terfosilkan dengan baik. Beberapa contoh hewan Kambrium adalah trilobit, brakiopoda, moluska, dan artropoda.
Periode Ordovisium berlangsung dari 485 juta hingga 444 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan peningkatan keragaman dan kompleksitas kehidupan laut. Beberapa hewan baru yang muncul pada periode ini adalah koral, bryozoa, graptolit, dan echinodermata. Pada akhir periode ini, terjadi kepunahan massal yang besar-besaran, yang menyebabkan hilangnya sekitar 60% spesies laut.
Periode Silur berlangsung dari 444 juta hingga 419 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan penyebaran kehidupan dari laut ke darat. Beberapa tumbuhan primitif mulai tumbuh di tepi air, seperti lumut dan paku-pakuan. Beberapa hewan laut juga mulai beradaptasi dengan lingkungan darat, seperti serangga dan kalajengking. Pada periode ini juga muncul ikan bertulang rahang pertama, yang merupakan nenek moyang vertebrata darat.
Periode Devon berlangsung dari 419 juta hingga 359 juta tahun yang lalu. Periode ini disebut juga sebagai zaman ikan, karena ikan berkembang biak dengan pesat dan beragam di laut. Beberapa ikan berevolusi menjadi amfibi, yaitu hewan yang dapat hidup di air dan darat. Beberapa contoh amfibi Devon adalah Ichthyostega dan Acanthostega. Pada periode ini juga muncul tumbuhan biji pertama, yang merupakan nenek moyang tumbuhan berbunga.
Periode Karbon berlangsung dari 359 juta hingga 299 juta tahun yang lalu. Periode ini disebut juga sebagai zaman batu bara, karena banyak tumbuhan mati dan terkubur di bawah tanah, yang kemudian membentuk batu bara. Tumbuhan Karbon memiliki ukuran besar dan beraneka ragam, seperti pohon paku-pakuan raksasa dan pohon ekor kuda. Hewan darat juga semakin berkembang dan bervariasi, seperti serangga raksasa, amfibi besar, dan reptil pertama.
Periode Perm berlangsung dari 299 juta hingga 252 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan pembentukan superbenua Pangaea, yaitu gabungan dari semua benua di Bumi. Pangaea menyebabkan perubahan iklim global yang ekstrem, seperti gurun panas di tengah benua dan es dingin di kutub. Hewan darat semakin berevolusi menjadi reptil berkaki empat, seperti pelycosauria dan therapsida. Pada akhir periode ini, terjadi kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi, yang menyebabkan hilangnya sekitar 95% spesies hidup.
Era Mesozoikum
Era Mesozoikum berlangsung dari 252 juta hingga 66 juta tahun yang lalu. Era ini disebut juga sebagai era reptil, karena reptil mendominasi kehidupan di Bumi, baik di laut, darat, maupun udara. Era ini dibagi menjadi tiga periode, yaitu periode Trias, Jura, dan Kapur.
Periode Trias berlangsung dari 252 juta hingga 201 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan perpecahan Pangaea menjadi dua benua besar, yaitu Laurasia di utara dan Gondwana di selatan. Periode ini juga merupakan awal munculnya dinosaurus, yaitu kelompok reptil berkaki empat yang memiliki ukuran dan bentuk bermacam-macam. Beberapa contoh dinosaurus Trias adalah Plateosaurus, Coelophysis, dan Eoraptor.
Periode Jura berlangsung dari 201 juta hingga 145 juta tahun yang lalu. Periode ini disebut juga sebagai zaman dinosaurus raksasa, karena dinosaurus mencapai ukuran dan keragaman tertinggi pada periode ini. Beberapa contoh dinosaurus Jura adalah Brachiosaurus, Stegosaurus, Allosaurus, dan Diplodocus. Pada periode ini juga muncul burung pertama, yaitu Archaeopteryx, yang diyakini sebagai keturunan dari dinosaurus bersayap.
Periode Kapur berlangsung dari 145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan perpecahan lebih lanjut dari Laurasia dan Gondwana menjadi benua-benua modern. Periode ini juga merupakan puncak kejayaan dinosaurus, yang mencakup beberapa spesies terkenal seperti Tyrannosaurus rex, Triceratops, Velociraptor, dan Ankylosaurus. Pada periode ini juga muncul tumbuhan berbunga pertama, yang disebut angiosperma.
Pada akhir periode Kapur, terjadi kepunahan massal kedua terbesar dalam sejarah Bumi, yang menyebabkan hilangnya sekitar 75% spesies hidup. Penyebab kepunahan ini diduga adalah tabrakan asteroid besar dengan Bumi, yang menghasilkan debu dan asap yang menutupi atmosfer dan mengganggu iklim global.
Era Kenozoikum
Era Kenozoikum berlangsung dari 66 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Era ini disebut juga sebagai era mamalia, karena mamalia menggantikan reptil sebagai kelompok hewan dominan di Bumi. Era ini dibagi menjadi tiga periode, yaitu periode Paleogen, Neogen, dan Kuarter.
Periode Paleogen berlangsung dari 66 juta hingga 23 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan perubahan iklim dari hangat dan basah menjadi dingin dan kering. Periode ini juga merupakan awal munculnya mamalia modern, seperti kuda, gajah, anjing, kucing, dan primata. Beberapa contoh mamalia Paleogen adalah Hyracotherium, Moeritherium, Hesperocyon, Proailurus, dan Aegyptopithecus.
Periode Neogen berlangsung dari 23 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan peningkatan keragaman dan penyebaran mamalia di seluruh dunia. Periode ini juga merupakan awal munculnya manusia purba, yaitu kelompok primata berkaki dua yang memiliki otak besar dan alat-alat batu. Beberapa contoh manusia purba adalah Australopithecus, Paranthropus, Homo habilis, dan Homo erectus.
Periode Kuarter berlangsung dari 2,6 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Periode ini ditandai dengan perubahan iklim akibat siklus glasial dan interglasial, yaitu bergantian antara zaman es dan zaman hangat. Periode ini juga merupakan awal munculnya manusia modern, yaitu Homo sapiens sapiens. Manusia modern memiliki kemampuan berbicara, berpikir abstrak, membuat seni, dan mengembangkan peradaban.
Sumber:
(1) Sejarah geologi Bumi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_geologi_Bumi.
(2) Sejarah Bumi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi.
(3) jelaskan kala geologi dan sejarah kehidupan – Brainly.co.id. https://brainly.co.id/tugas/1141815.
(4) Geografi Kelas 10 | Sejarah Perkembangan Kehidupan di Bumi. https://www.ruangguru.com/blog/geografi-kelas-10-sejarah-perkembangankehidupan-di-bumi.
(5) Kala Geologi dan Sejarah Kehidupan – ApaYangDimaksud.com. https://apayangdimaksud.com/fungsi/kala-geologi-dan-sejarah-kehidupan.html.