Menu Tutup

Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia: Asal-Usul, Proses, dan Dampak

Bahasa indonesia adalah salah satu bahasa yang memiliki banyak kata serapan dari bahasa-bahasa lain. Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing dan masuk ke dalam bahasa lain dengan atau tanpa perubahan bentuk atau makna.

Kata serapan dapat ditemukan dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, agama, politik, dll. Beberapa contoh kata serapan yang umum digunakan dalam bahasa indonesia adalah kopi, kertas, meja, sekolah, dll.

Kata-kata ini berasal dari bahasa arab, portugis, belanda, dan inggris. Bagaimana asal-usul, proses, dan dampak dari kata serapan dalam bahasa indonesia? Artikel ini akan membahas hal-hal tersebut secara lengkap dan tuntas.

Asal-usul kata serapan dalam bahasa indonesia

Bahasa indonesia adalah bahasa resmi negara Indonesia yang merupakan turunan dari bahasa melayu. Bahasa melayu sendiri telah berkembang sejak abad ke-7 Masehi sebagai bahasa perdagangan di kawasan nusantara. Sejak saat itu, bahasa melayu telah menerima pengaruh dari berbagai bahasa asing yang masuk ke nusantara karena kontak budaya, agama, politik, atau militer. Beberapa bahasa asing yang berpengaruh terhadap bahasa melayu dan kemudian bahasa indonesia adalah:

  • Bahasa sanskerta: Bahasa ini merupakan bahasa klasik dari India yang masuk ke nusantara melalui penyebaran agama Hindu dan Budha. Bahasa sanskerta memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan agama, filsafat, sastra, seni, dll. Contoh kata serapan dari bahasa sanskerta adalah agama, karma, nirwana, puja, raja, dll.
  • Bahasa arab: Bahasa ini merupakan bahasa dari Timur Tengah yang masuk ke nusantara melalui penyebaran agama Islam. Bahasa arab memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan agama, hukum, ilmu pengetahuan, sastra, dll. Contoh kata serapan dari bahasa arab adalah adil, alam, ilmu, kitab, salam, dll.
  • Bahasa portugis: Bahasa ini merupakan bahasa dari Eropa yang masuk ke nusantara melalui perdagangan dan penjajahan. Bahasa portugis memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan barang-barang dagangan, teknologi, budaya, dll. Contoh kata serapan dari bahasa portugis adalah bendera, gereja, jendela, mentega, roda, dll.
  • Bahasa belanda: Bahasa ini merupakan bahasa dari Eropa yang masuk ke nusantara melalui perdagangan dan penjajahan. Bahasa belanda memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan pemerintahan, hukum, pendidikan, ekonomi, dll. Contoh kata serapan dari bahasa belanda adalah apotek, kantor, pasar, polisi, sekolah, dll.
  • Bahasa inggris: Bahasa ini merupakan bahasa dari Eropa yang masuk ke nusantara melalui perdagangan dan pengaruh global. Bahasa inggris memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dll. Contoh kata serapan dari bahasa inggris adalah komputer, internet, televisi, musik, film, dll.
  • Bahasa cina: Bahasa ini merupakan bahasa dari Asia Timur yang masuk ke nusantara melalui perdagangan dan migrasi. Bahasa cina memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan barang-barang dagangan, makanan, budaya, dll. Contoh kata serapan dari bahasa cina adalah bakso, lumpia, pisang, teh, toko, dll.
  • Bahasa jepang: Bahasa ini merupakan bahasa dari Asia Timur yang masuk ke nusantara melalui penjajahan dan pengaruh budaya. Bahasa jepang memberikan banyak kata serapan yang berkaitan dengan militer, teknologi, budaya, dll. Contoh kata serapan dari bahasa jepang adalah bohong, karate, sake, senpai, zeni, dll.

Proses kata serapan dalam bahasa indonesia

Kata serapan dalam bahasa indonesia tidak selalu masuk ke dalam bahasa indonesia dengan bentuk atau makna yang sama dengan bahasa asalnya. Ada beberapa mekanisme dan jenis-jenis peminjaman kata dari bahasa asing ke bahasa indonesia, antara lain:

  • Peminjaman langsung: Peminjaman ini terjadi ketika kata dari bahasa asing masuk ke bahasa indonesia tanpa mengalami perubahan bentuk atau makna. Contoh kata serapan yang mengalami peminjaman langsung adalah kopi, kertas, meja, dll.
  • Peminjaman tidak langsung: Peminjaman ini terjadi ketika kata dari bahasa asing masuk ke bahasa indonesia melalui bahasa perantara. Contoh kata serapan yang mengalami peminjaman tidak langsung adalah gereja, jendela, roda, dll. Kata-kata ini berasal dari bahasa latin, tetapi masuk ke bahasa indonesia melalui bahasa portugis.
  • Peminjaman adaptif: Peminjaman ini terjadi ketika kata dari bahasa asing masuk ke bahasa indonesia dengan mengalami perubahan bentuk sesuai dengan sistem fonologi atau morfologi bahasa indonesia. Contoh kata serapan yang mengalami peminjaman adaptif adalah adil, ilmu, salam, dll. Kata-kata ini berasal dari bahasa arab, tetapi masuk ke bahasa indonesia dengan menghilangkan huruf hamzah atau menambahkan huruf vokal.
  • Peminjaman semantik: Peminjaman ini terjadi ketika kata dari bahasa asing masuk ke bahasa indonesia dengan mengalami perubahan makna sesuai dengan konteks atau kebutuhan bahasa indonesia. Contoh kata serapan yang mengalami peminjaman semantik adalah apotek, kantor, pasar, dll. Kata-kata ini berasal dari bahasa belanda, tetapi masuk ke bahasa indonesia dengan makna yang lebih luas atau lebih sempit daripada makna aslinya.

Dampak kata serapan dalam bahasa indonesia

Kata serapan dalam bahasa indonesia memiliki manfaat dan tantangan bagi pengembangan dan pemertahanan bahasa indonesia. Beberapa manfaat dan tantangan dari adanya kata serapan dalam bahasa indonesia adalah:

Manfaat:

  • Memperkaya kosakata bahasa indonesia dengan menambahkan kata-kata baru yang dapat mengekspresikan konsep-konsep baru atau spesifik.
  • Memfasilitasi komunikasi lintas budaya dengan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal atau dipahami oleh penutur bahasa asing.
  • Mempertahankan identitas nasional dengan menggunakan kata-kata yang merefleksikan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Tantangan:

  • Mengatasi ambiguitas makna yang dapat timbul akibat adanya variasi penggunaan atau pemahaman kata serapan oleh penutur yang berbeda.
  • Menjaga keseimbangan antara penggunaan kata serapan dan kata asli bahasa indonesia agar tidak terjadi dominasi atau penggantian kata asli oleh kata serapan.
  • Menyadarkan penutur tentang asal-usul dan proses kata serapan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kesalahan penggunaan kata serapan.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya