Menu Tutup

Kehidupan Kerajaan Majapahit: Sejarah, Politik, Ekonomi, dan Budaya

Kerajaan Majapahit, yang berdiri antara tahun 1293 hingga sekitar 1500 Masehi, merupakan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Didirikan oleh Raden Wijaya, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada. Majapahit dikenal tidak hanya karena luas wilayah kekuasaannya, tetapi juga karena kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budayanya yang kompleks dan maju.

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Majapahit

Setelah runtuhnya Kerajaan Singasari akibat pemberontakan Jayakatwang pada tahun 1292, Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara, berhasil melarikan diri dan mendapatkan dukungan dari Arya Wiraraja, Adipati Madura. Dengan strategi cerdik, Raden Wijaya berhasil mengalahkan Jayakatwang dengan bantuan pasukan Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan. Setelah kemenangan tersebut, pada tahun 1293, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit dengan pusat pemerintahan awal di daerah Tarik, yang kemudian dikenal sebagai Trowulan, Jawa Timur.

Kehidupan Politik Kerajaan Majapahit

Struktur pemerintahan Majapahit sangat terorganisir dengan baik. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa tertinggi dan memegang otoritas politik tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahan, raja dibantu oleh pejabat-pejabat birokrasi yang terstruktur dari pusat hingga daerah. Pembagian wilayah administrasi meliputi:

  1. Bhumi (pusat kerajaan), dipimpin oleh Maharaja.
  2. Negara (provinsi), dipimpin oleh bhre (pangeran), rajya (gubernur), natha (tuan), adipati, atau bhatara.
  3. Watek (kabupaten), diperintah oleh Tumenggung.
  4. Kuwu (lebih tinggi dari kecamatan), diperintah oleh Demang.
  5. Wanua (desa), dipimpin oleh Thani.
  6. Kabuyutan (dusun kecil) atau padukuhan, dipimpin oleh kepala dukuh atau seorang buyut.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389), dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Gajah Mada terkenal dengan Sumpah Palapa-nya, yang bertekad menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Melalui diplomasi dan ekspansi militer, Majapahit berhasil menguasai wilayah yang luas, termasuk Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit

Ekonomi Majapahit berkembang pesat dengan basis pertanian, perdagangan, dan kerajinan. Letaknya yang strategis di antara Sungai Brantas dan Bengawan Solo menjadikan wilayah ini subur dan cocok untuk pertanian. Sistem irigasi yang baik mendukung produksi padi dan komoditas pertanian lainnya.

Selain pertanian, Majapahit memiliki pelabuhan-pelabuhan penting di pesisir utara Jawa, seperti Canggu, Surabaya, Sedayu, Tuban, dan Pasuruan. Pelabuhan-pelabuhan ini berfungsi sebagai pusat ekspor-impor dan transit bagi komoditas rempah-rempah dari kawasan timur Nusantara. Majapahit juga menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara dan Tiongkok.

Kehidupan Sosial dan Budaya Kerajaan Majapahit

Masyarakat Majapahit terdiri dari berbagai suku dan agama yang hidup berdampingan. Mayoritas penduduk menganut agama Hindu dan Buddha, dengan beberapa yang masih memegang kepercayaan lokal. Sistem kasta seperti di India dikenal dalam masyarakat, terdiri dari Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Namun, sistem kasta ini lebih bersifat teoritis dan tidak terlalu ketat dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya Majapahit kaya dengan seni dan sastra. Karya sastra terkenal dari masa ini adalah Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca, yang menggambarkan keadaan kerajaan dan wilayah kekuasaannya. Selain itu, banyak candi dan arca yang dibangun sebagai wujud seni dan keagamaan, seperti Candi Penataran di Blitar dan Candi Tikus di Mojokerto.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit

Setelah masa kejayaan pada era Hayam Wuruk, Majapahit mulai mengalami kemunduran. Faktor-faktor seperti konflik internal, pemberontakan, dan tekanan dari kerajaan-kerajaan Islam yang mulai berkembang di pesisir utara Jawa berkontribusi pada melemahnya Majapahit. Pada tahun 1478, Majapahit mengalami serangan dari Kesultanan Demak, yang menandai berakhirnya dominasi Majapahit di Nusantara.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Warisan Majapahit masih dapat dilihat hingga kini melalui berbagai peninggalan sejarah, seperti:

  • Candi: Bangunan keagamaan seperti Candi Penataran, Candi Tikus, dan Candi Sukuh.
  • Karya Sastra: Kitab Negarakertagama dan Pararaton yang memberikan gambaran tentang sejarah dan budaya Majapahit.
  • Prasasti: Prasasti-prasasti yang mencatat berbagai peristiwa penting dan kebijakan kerajaan.

Peninggalan-peninggalan ini menjadi bukti kejayaan dan kontribusi Majapahit dalam sejarah dan kebudayaan di Nusantara.

Sumber:

  • Fahum UMSU. “Kerajaan Majapahit: Sejarah, Raja dan Peninggalannya.” fahum.umsu.ac.id. Diakses pada 4 November 2024.
  • Kompas. “Kerajaan Majapahit: Sejarah, Raja, Keruntuhan, dan Peninggalan.” kompas.com. Diakses pada 4 November 2024.
  • Sumber Sejarah. “Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial, dan Agama Kerajaan Majapahit.” sumbersejarah1.blogspot.com. Diakses pada 4 November 2024.
  • Tirto. “Sejarah Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit dan Faktor Pendukungnya.” tirto.id. Diakses pada 4 November 2024.
  • Tirto. “Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit: Awal Berdiri dan Silsilah Raja.” tirto.id. Diakses pada 4 November 2024.
  • Tirto. “Sejarah Majapahit: Corak Agama Kerajaan, Toleransi, Peninggalan.” tirto.id. Diakses pada 4 November 2024.
Posted in Sejarah

Artikel Lainnya