Ken Dedes adalah nama ratu pertama Kerajaan Singasari, yang juga dikenal sebagai permaisuri dari Ken Arok, pendiri kerajaan tersebut. Kisah hidupnya yang penuh intrik dan peristiwa penting menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam sejarah Nusantara.
Latar Belakang Ken Dedes
Ken Dedes lahir di Desa Panawijen, dekat Malang, Jawa Timur. Ia adalah putri dari Mpu Purwa, seorang pendeta Buddha aliran Mahayana. Kecantikannya yang luar biasa membuatnya dikenal luas, hingga menarik perhatian Tunggul Ametung, seorang akuwu (setara kepala daerah) Tumapel. Tunggul Ametung kemudian menikahi Ken Dedes, meskipun pernikahan tersebut dilakukan dengan cara paksa.
Peran dalam Berdirinya Kerajaan Singasari
Setelah pernikahannya dengan Tunggul Ametung, Ken Dedes bertemu dengan Ken Arok, seorang pengawal di Tumapel. Ken Arok terpesona oleh kecantikan Ken Dedes dan memutuskan untuk merebutnya. Ia membunuh Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes, kemudian mendirikan Kerajaan Singasari pada tahun 1222 Masehi. Dengan demikian, Ken Dedes menjadi ratu pertama kerajaan tersebut.
Pengaruh dan Warisan Ken Dedes
Ken Dedes tidak hanya dikenal karena kecantikannya, tetapi juga karena perannya sebagai leluhur Wangsa Rajasa, dinasti yang memerintah di Singasari dan kemudian Majapahit. Dari pernikahannya dengan Tunggul Ametung, ia memiliki seorang putra bernama Anusapati, yang kemudian menjadi raja Singasari setelah kematian Ken Arok. Sementara dari pernikahannya dengan Ken Arok, ia memiliki beberapa anak, termasuk Mahesa Wong Ateleng, yang menjadi tokoh penting dalam sejarah kerajaan tersebut.
Ken Dedes dalam Seni dan Budaya
Ken Dedes sering digambarkan dalam berbagai karya seni dan sastra sebagai simbol kecantikan dan kebijaksanaan. Salah satu representasi terkenalnya adalah arca Prajnaparamita, yang diyakini sebagai perwujudan dirinya. Arca ini ditemukan di dekat reruntuhan Candi Singasari dan kini menjadi koleksi Museum Nasional Indonesia.
Kesimpulan
Ken Dedes adalah sosok ratu pertama Kerajaan Singasari yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Kisah hidupnya yang penuh dengan intrik politik dan peristiwa penting menjadikannya tokoh yang dikenang hingga saat ini. Warisan dan pengaruhnya terus hidup melalui keturunannya dan berbagai representasi dalam seni dan budaya Indonesia.