Kependudukan adalah hal ihwal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran, perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas dan kualitas serta ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya1.
Kependudukan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Data kependudukan yang akurat dan terkini dapat membantu pemerintah dan sektor swasta dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai program dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kependudukan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kependudukan suatu wilayah, yaitu:
- Fertilitas. Fertilitas adalah jumlah kelahiran yang terjadi dalam suatu populasi. Fertilitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia perkawinan, penggunaan kontrasepsi, status sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan reproduksi, budaya, agama, dan lain-lain.
- Mortalitas. Mortalitas adalah jumlah kematian yang terjadi dalam suatu populasi. Mortalitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyakit, gizi, sanitasi, akses pelayanan kesehatan, bencana alam, perang, kecelakaan, dan lain-lain.
- Migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain. Migrasi dapat bersifat permanen atau sementara. Migrasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ekonomi, politik, sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan, kesempatan kerja, keamanan, dan lain-lain.
- Penuaan. Penuaan adalah proses perubahan struktur umur penduduk akibat penurunan fertilitas dan mortalitas. Penuaan dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti kesejahteraan sosial ekonomi, kesehatan, produktivitas kerja, sistem pensiun dan jaminan sosial.
Masalah-masalah Kependudukan di Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa2. Dengan jumlah penduduk yang besar ini, Indonesia menghadapi berbagai masalah kependudukan yang perlu diatasi secara serius dan sistematis. Beberapa masalah kependudukan di Indonesia antara lain:
- Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dalam suatu periode waktu tertentu. Pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Menurut data BPS, pada tahun 2020 laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25 persen per tahun2. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pembangunan nasional. Misalnya: meningkatnya beban angkatan kerja dan pengangguran; menurunnya kualitas lingkungan hidup; menipisnya sumber daya alam; meningkatnya kemiskinan; menurunnya kesehatan; dan lain-lain.
- Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan. Ketimpangan pendapatan adalah perbedaan tingkat pendapatan antara kelompok-kelompok penduduk dalam suatu wilayah atau negara. Ketimpangan pendapatan di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Menurut data BPS, pada tahun 2019 rasio gini (ukuran ketimpangan pendapatan) Indonesia sebesar 0,3803. Ketimpangan pendapatan dapat menyebabkan ketidakadilan sosial, ketidakpuasan, konflik, dan kriminalitas. Kemiskinan adalah kondisi dimana penduduk tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Menurut data BPS, pada tahun 2020 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 26,42 juta jiwa atau 9,78 persen dari total penduduk4. Kemiskinan dapat menghambat pembangunan manusia, mengurangi kualitas hidup, dan menimbulkan berbagai masalah sosial.
- Kepadatan Penduduk yang Tidak Merata. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk per satuan luas wilayah. Kepadatan penduduk di Indonesia tidak merata antara wilayah satu dengan wilayah lain. Menurut data BPS, pada tahun 2020 kepadatan penduduk Indonesia sebesar 145 jiwa per kilometer persegi2. Namun, ada beberapa provinsi yang memiliki kepadatan penduduk jauh di atas rata-rata nasional, seperti DKI Jakarta (16.357 jiwa per kilometer persegi), Banten (1.380 jiwa per kilometer persegi), dan Jawa Barat (1.364 jiwa per kilometer persegi)2. Kepadatan penduduk yang tidak merata dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti: kesenjangan pembangunan antar wilayah; urbanisasi yang berlebihan; kemacetan; polusi; banjir; dan lain-lain.
- Kualitas Sumber Daya Manusia yang Rendah. Kualitas sumber daya manusia adalah tingkat kemampuan dan keterampilan penduduk dalam berbagai bidang kehidupan. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Menurut data BPS, pada tahun 2019 indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia sebesar 0,7185. IPM adalah ukuran kualitas hidup penduduk yang meliputi tiga aspek utama, yaitu: harapan hidup; tingkat pendidikan; dan pendapatan per kapita. Kualitas sumber daya manusia yang rendah dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, daya saing global, inovasi, dan kreativitas.
Solusi-solusi untuk Mengatasi Masalah-masalah Kependudukan di Indonesia
Untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan di Indonesia, diperlukan upaya-upaya yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak, yaitu:
- Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk. Salah satu cara untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk adalah dengan meningkatkan akses dan pelayanan keluarga berencana (KB). KB adalah program yang bertujuan untuk membantu pasangan usia subur dalam menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak sesuai dengan kemampuan dan keinginan mereka. KB dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ibu dan anak, kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan nasional. Selain itu, diperlukan juga edukasi dan advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengendalikan pertumbuhan penduduk bagi masa depan bangsa.
- Mengurangi Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan. Salah satu cara untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan adalah dengan meningkatkan distribusi dan pemerataan pembangunan antar wilayah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengalokasikan anggaran negara secara adil dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Selain itu, diperlukan juga peningkatan kualitas infrastruktur, fasilitas publik, akses pasar, dan peluang usaha bagi masyarakat di daerah-daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan.
- Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan adalah hak asasi manusia yang dapat membuka peluang dan potensi individu dalam berbagai bidang kehidupan. Pendidikan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, diperlukan juga peningkatan kesehatan dan gizi penduduk, khususnya ibu hamil, bayi, dan anak-anak. Kesehatan dan gizi merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental manusia. Selain itu, diperlukan juga pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok marginal, dalam berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional.
- Menyeimbangkan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Salah satu cara untuk menyeimbangkan kependudukan dan lingkungan hidup adalah dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pembangunan berkelanjutan mengharuskan adanya keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan. Selain itu, diperlukan juga peningkatan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan-gerakan seperti 3R (reduce, reuse, recycle), penghematan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penghijauan, dan lain-lain.
Sumber:
(1) Pengertian Kependudukan , Masalah Kependudukan Dan Lingkungan Serta …. https://www.ilmuips.my.id/2020/03/pengertian-kependudukan-masalah.html.
(2) Cara Cek NIK Online Lengkap, Mudah, dan Tidak Ribet – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5717745/cara-cek-nik-online-lengkap-mudah-dan-tidak-ribet.
(3) Memahami Pentingnya Data Kependudukan – bogorkab.go.id. https://disdukcapil.bogorkab.go.id/post/memahami-pentingnya-data-kependudukan.
(4) Contoh Masalah Kependudukan – Pengertian, Faktor, Penyebab. https://www.dosenpendidikan.co.id/penduduk/.
(5) undefined. https://dukcapil.kemendagri.go.id/.