Menu Tutup

Konjungsi Temporal dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Konjungsi temporal adalah salah satu jenis konjungsi atau kata hubung yang berfungsi untuk menyatakan hubungan waktu antara dua atau lebih peristiwa dalam kalimat. Konjungsi temporal dapat menghubungkan kalimat majemuk sederajat maupun tidak sederajat, serta dapat menunjukkan urutan, durasi, atau kondisi waktu. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, fungsi, jenis, dan contoh konjungsi temporal dalam Bahasa Indonesia.

Pengertian Konjungsi Temporal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah ungkapan penghubung (pertemuan) antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Sedangkan temporal adalah hal yang berhubungan dengan waktu. Jadi, konjungsi temporal adalah kata hubung yang berhubungan dengan waktu.

Konjungsi temporal dapat digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih peristiwa yang terjadi pada waktu yang sama, berurutan, berbeda, atau bergantung pada waktu yang lain. Konjungsi temporal juga dapat menunjukkan kapan, berapa lama, atau bagaimana suatu peristiwa terjadi.

Fungsi Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal memiliki beberapa fungsi dalam kalimat, yaitu:

  • Menghubungkan kalimat majemuk, baik yang sederajat maupun tidak sederajat. Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang masing-masing memiliki subjek dan predikat sendiri. Konjungsi temporal dapat menghubungkan klausa-klausa tersebut dengan menunjukkan hubungan waktu antara peristiwa yang diceritakan.
  • Menyatakan waktu, baik secara spesifik maupun umum. Konjungsi temporal dapat digunakan untuk menunjukkan waktu tertentu, seperti jam, hari, bulan, tahun, atau periode waktu lainnya. Konjungsi temporal juga dapat digunakan untuk menunjukkan waktu yang tidak pasti, seperti sebelum, sesudah, ketika, atau sambil.
  • Menyusun teks prosedur, yaitu teks yang menjelaskan langkah-langkah melakukan sesuatu. Konjungsi temporal dapat digunakan untuk mengatur urutan langkah-langkah tersebut dengan menunjukkan keterkaitan waktu antara satu langkah dengan langkah lainnya.

Jenis-Jenis Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Konjungsi temporal sederajat, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua atau lebih kalimat yang memiliki derajat yang sama. Konjungsi temporal sederajat biasanya digunakan untuk menghubungkan kalimat majemuk sederajat, yaitu kalimat majemuk yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan yang sama dan dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Contoh konjungsi temporal sederajat adalah lalu, kemudian, sebelum, sesudah, setelah, dan selanjutnya.
  • Konjungsi temporal tidak sederajat, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua atau lebih kalimat yang memiliki derajat yang berbeda. Konjungsi temporal tidak sederajat biasanya digunakan untuk menghubungkan kalimat majemuk tidak sederajat, yaitu kalimat majemuk yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan yang berbeda dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Contoh konjungsi temporal tidak sederajat adalah apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, tatkala, waktu, dan sebagainya.

Contoh Konjungsi Temporal

Berikut adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan konjungsi temporal, baik yang sederajat maupun tidak sederajat:

  • Konjungsi temporal sederajat
    • Andi sebelum Budi sampai di sekolah. (menunjukkan urutan waktu)
    • Siti merasa pusing, kemudian ia minum obat. (menunjukkan urutan waktu)
    • Ibu memasak nasi goreng, lalu ia mencicipinya. (menunjukkan urutan waktu)
    • Setelah kue dipanggang, selanjutnya oleskan selai di atasnya. (menunjukkan urutan waktu dalam teks prosedur)
    • Rani belajar matematika di sekolah pagi ini, sesudahnya ia bermain bola. (menunjukkan urutan waktu)
  • Konjungsi temporal tidak sederajat
    • Ketika hujan turun, aku berlari ke rumah. (menunjukkan waktu yang sama)
    • Sambil menunggu bus, aku membaca buku. (menunjukkan waktu yang sama)
    • Sebelum tidur, aku selalu mengucap syukur. (menunjukkan waktu yang berbeda)
    • Sesudah makan, cuci piringmu. (menunjukkan waktu yang berbeda)
    • Apabila kamu rajin belajar, kamu pasti lulus ujian. (menunjukkan kondisi waktu)

Sumber:
(1) Konjungsi Temporal: Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis & Contoh – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/konjungsi-temporal.
(2) Konjungsi Temporal: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5849760/konjungsi-temporal-pengertian-fungsi-jenis-dan-contohnya.
(3) Contoh Konjungsi Temporal: Arti, Pengertian dan Jenis-jenisnya – Tirto.ID. https://tirto.id/contoh-konjungsi-temporal-arti-pengertian-dan-jenis-jenisnya-gnjX.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya