Air tanah adalah air yang berada di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan bumi. Air tanah merupakan sumber daya air yang penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Air tanah dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti air minum, pertanian, industri, sanitasi, dan lain-lain. Namun, kualitas air tanah tidak selalu baik dan dapat berubah-ubah karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, perlu diketahui apa itu kualitas air tanah, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan cara menjaganya agar tetap baik.
Pengertian Kualitas Air Tanah
Kualitas air tanah adalah tingkat kesesuaian air tanah untuk digunakan sesuai dengan tujuan dan standar yang ditetapkan. Kualitas air tanah ditentukan oleh berbagai sifat fisik dan sifat kimia yang terkandung dalam air tanah. Berdasarkan sifat fisik, kualitas air tanah dapat diketahui dari warna, bau, rasa, kekeruhan, kekentalan, dan suhu air1.
Berdasarkan sifat kimia, kualitas air tanah dapat diketahui dari pH (tingkat keasaman), TDS (total padatan terlarut), salinitas (kadar garam), oksigen terlarut (DO), karbon dioksida terlarut (CO2), nitrat (NO3), fosfat (PO4), sulfat (SO4), besi (Fe), mangan (Mn), klorida (Cl), fluorida (F), arsenik (As), timbal (Pb), merkuri (Hg), dan lain-lain2.
Kualitas air tanah yang baik adalah air tanah yang memenuhi syarat untuk digunakan sesuai dengan tujuan dan standar yang ditetapkan. Standar kualitas air tanah dapat berbeda-beda tergantung pada penggunaannya. Misalnya, standar kualitas air tanah untuk air minum berbeda dengan standar kualitas air tanah untuk irigasi atau industri.
Standar kualitas air tanah untuk air minum di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Standar kualitas air tanah untuk irigasi di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20/Permentan/SR.120/6/2011 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Irigasi. Standar kualitas air tanah untuk industri di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Air Tanah
Kualitas air tanah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik alami maupun buatan manusia. Faktor-faktor alami yang mempengaruhi kualitas air tanah antara lain:
- Jenis dan kedalaman lapisan tanah atau batuan yang menyimpan air tanah. Jenis dan kedalaman lapisan tanah atau batuan menentukan kemampuan penyaringan dan pelindungan terhadap pencemaran dari permukaan bumi. Lapisan tanah atau batuan yang kedap atau tebal dapat melindungi air tanah dari pencemaran lebih baik daripada lapisan tanah atau batuan yang permeabel atau tipis.
- Iklim dan curah hujan. Iklim dan curah hujan menentukan jumlah dan ketersediaan air tanah. Iklim dan curah hujan juga mempengaruhi proses infiltrasi dan pergerakan air tanah. Iklim dan curah hujan yang ekstrem dapat menyebabkan banjir atau kekeringan yang berdampak pada kuantitas dan kualitas air tanah.
- Aktivitas geologi dan hidrologi. Aktivitas geologi dan hidrologi menentukan sifat dan komposisi air tanah. Aktivitas geologi dan hidrologi dapat menyebabkan perubahan tekanan, suhu, pH, dan kandungan mineral dalam air tanah. Aktivitas geologi dan hidrologi juga dapat menyebabkan terjadinya fenomena alam seperti gempa bumi, gunung berapi, geyser, atau sumber air panas yang mempengaruhi kualitas air tanah.
Faktor-faktor buatan manusia yang mempengaruhi kualitas air tanah antara lain:
- Penggunaan air tanah yang berlebihan. Penggunaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka air tanah (groundwater depletion) yang berdampak pada ketersediaan dan kualitas air tanah. Penurunan muka air tanah dapat menyebabkan terjadinya intrusi air laut (saltwater intrusion) yang meningkatkan salinitas air tanah, terutama di daerah pesisir. Penurunan muka air tanah juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang meningkatkan risiko banjir dan kerusakan infrastruktur.
- Pencemaran air tanah. Pencemaran air tanah adalah masuknya zat-zat berbahaya ke dalam air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air tanah dapat berasal dari berbagai sumber, seperti limbah domestik, industri, pertanian, peternakan, pertambangan, pembangunan, atau kecelakaan. Pencemaran air tanah dapat menyebabkan perubahan warna, bau, rasa, dan kandungan kimia dalam air tanah. Pencemaran air tanah juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya yang mengkonsumsi atau terpapar oleh air tanah yang tercemar.
- Perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan adalah perubahan fungsi lahan akibat aktivitas manusia. Perubahan penggunaan lahan dapat mempengaruhi kualitas air tanah secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, perubahan penggunaan lahan dapat mengubah karakteristik permukaan tanah yang mempengaruhi proses infiltrasi dan pencemaran air tanah. Secara tidak langsung, perubahan penggunaan lahan dapat mempengaruhi siklus hidrologi dan ekosistem yang berkaitan dengan kualitas air tanah.
Cara Menjaga Kualitas Air Tanah
Kualitas air tanah yang baik adalah aset yang sangat berharga bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga kualitas air tanah agar tetap baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air tanah antara lain:
- Menghemat penggunaan air tanah. Menghemat penggunaan air tanah adalah cara untuk mencegah penurunan muka air tanah yang dapat berdampak pada kualitas air tanah. Menghemat penggunaan air tanah dapat dilakukan dengan cara menggunakan teknologi irigasi yang efisien, mengurangi kebocoran pipa atau sumur, menggunakan alat ukur debit atau meteran air, mengatur pola pengeboran sumur, dan menggunakan sumber daya air lainnya seperti air permukaan atau air hujan.
- Mencegah pencemaran air tanah. Mencegah pencemaran air tanah adalah cara untuk menjaga kualitas kimia dan biologis dari air tanah. Mencegah pencemaran air tanah dapat dilakukan dengan cara mengelola limbah domestik, industri, pertanian, peternakan, pertambangan, pembangunan, atau kecelakaan dengan baik, menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, menghindari pembuangan sampah sembarangan, melindungi daerah resapan atau recharge area dari aktivitas manusia, dan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kualitas air tanah secara berkala.
- Melindungi daerah tangkapan atau catchment area. Melindungi daerah tangkapan atau catchment area adalah cara untuk menjaga kualitas air tanah secara fisik dan hidrologis. Melindungi daerah tangkapan atau catchment area dapat dilakukan dengan cara menjaga vegetasi dan tanah di daerah tersebut, menghindari deforestasi atau pembalakan liar, mengembangkan hutan kota atau urban forest, melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon, dan menerapkan konsep tata ruang yang berwawasan lingkungan.