Bela diri adalah seni atau olahraga yang mengajarkan cara mempertahankan atau membela diri dari serangan lawan. Bela diri juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan disiplin, dan menghormati budaya. Namun, bela diri juga memiliki risiko fisik yang bisa terjadi saat berlatih atau bertanding. Risiko fisik ini bisa berupa cedera ringan hingga berat yang membutuhkan penanganan medis.
Jenis-Jenis Cedera dalam Bela Diri
Berdasarkan sumber1, terdapat enam jenis dampak fisik atau cedera akibat benturan dalam cabang bela diri pencak silat, yang memiliki penanganan berbeda. Enam jenis dampak fisik atau cedera tersebut adalah:
- Memar: Merupakan kondisi di mana pembuluh darah pecah akibat benturan, sehingga menyebabkan kulit berwarna kebiruan atau keunguan. Memar biasanya tidak terlalu serius dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penanganan memar adalah dengan memberikan kompres dingin pada area yang memar untuk mengurangi bengkak dan nyeri.
- Terkilir: Merupakan kondisi di mana ligamen atau jaringan ikat yang menghubungkan tulang robek atau meregang akibat gerakan yang melampaui batas normal. Terkilir biasanya terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau lutut. Penanganan terkilir adalah dengan memberikan kompres dingin pada area yang terkilir, mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir, mengangkat bagian tubuh yang terkilir lebih tinggi dari jantung, dan menggunakan perban elastis untuk menstabilkan area yang terkilir.
- Cedera tulang belakang: Merupakan kondisi di mana tulang belakang mengalami kerusakan akibat benturan keras atau gerakan tiba-tiba. Cedera tulang belakang bisa menyebabkan kelumpuhan atau kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penanganan cedera tulang belakang adalah dengan segera memanggil bantuan medis, tidak memindahkan korban kecuali jika ada bahaya lain, dan menstabilkan leher dan kepala korban dengan menggunakan bantal atau handuk.
- Dislokasi: Merupakan kondisi di mana ujung tulang keluar dari sendinya akibat benturan atau gerakan yang kuat. Dislokasi biasanya terjadi pada bahu, siku, jari tangan, pinggul, lutut, atau jari kaki. Penanganan dislokasi adalah dengan segera memanggil bantuan medis, tidak mencoba memasukkan kembali tulang ke sendinya, dan menggunakan perban untuk menstabilkan area yang dislokasi.
- Patah tulang: Merupakan kondisi di mana tulang retak atau patah akibat benturan atau tekanan yang kuat. Patah tulang bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat, bengkak, memar, perdarahan, atau kelainan bentuk pada area yang patah. Penanganan patah tulang adalah dengan segera memanggil bantuan medis, tidak mencoba membetulkan tulang yang patah, dan menggunakan bidai untuk menstabilkan area yang patah.
- Hilangnya kesadaran: Merupakan kondisi di mana seseorang tidak sadar akibat benturan keras pada kepala atau leher. Hilangnya kesadaran bisa menyebabkan kerusakan otak atau kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penanganan hilangnya kesadaran adalah dengan segera memanggil bantuan medis, tidak memindahkan korban kecuali jika ada bahaya lain, dan mengecek denyut nadi dan pernapasan korban.
Cara Mencegah Cedera dalam Bela Diri
Untuk mencegah cedera dalam bela diri, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
- Melakukan pemanasan dan pendinginan: Pemanasan dan pendinginan adalah aktivitas yang penting untuk mempersiapkan dan mengembalikan kondisi tubuh sebelum dan sesudah berlatih bela diri. Pemanasan dan pendinginan bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi risiko cedera otot dan sendi, dan mempercepat pemulihan tubuh.
- Menggunakan perlengkapan pelindung: Perlengkapan pelindung adalah alat yang bisa melindungi bagian tubuh tertentu dari benturan atau cedera. Perlengkapan pelindung bisa berupa helm, sarung tangan, pelindung dada, pelindung gigi, pelindung mata, atau pelindung kaki. Anda harus menggunakan perlengkapan pelindung yang sesuai dengan jenis bela diri yang Anda lakukan.
- Mengikuti aturan dan instruksi: Aturan dan instruksi adalah pedoman yang harus Anda ikuti saat berlatih atau bertanding bela diri. Aturan dan instruksi bisa berupa teknik yang benar, target yang tepat, durasi yang wajar, atau etika yang baik. Anda harus mengikuti aturan dan instruksi yang diberikan oleh guru, wasit, atau panitia bela diri.
- Menghormati lawan dan diri sendiri: Menghormati lawan dan diri sendiri adalah sikap yang harus Anda tunjukkan saat berlatih atau bertanding bela diri. Menghormati lawan dan diri sendiri bisa berupa tidak melakukan serangan curang, tidak mengejek atau merendahkan lawan, tidak memaksakan diri saat cedera, atau tidak sombong saat menang. Anda harus menghormati lawan dan diri sendiri sebagai bentuk penghargaan dan sportivitas.
Sumber:
(1) Benturan dan Cedera dalam Pencak Silat – Kompas.com. https://www.kompas.com/sports/read/2021/04/26/16000028/benturan-dan-cedera-dalam-pencak-silat.
(2) 5 Manfaat dan Risiko Olahraga Bela Diri, Serta Tips Aman Melakukannya. https://health.grid.id/read/353279678/5-manfaat-dan-risiko-olahraga-bela-diri-serta-tips-aman-melakukannya.
(3) Olahraga Bela Diri: Pengertian, Teknik Dasar, Jenis, dan Fungsinya. https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/26/163147569/olahraga-bela-diri-pengertian-teknik-dasar-jenis-dan-fungsinya.