Pendahuluan
Makna denotatif adalah makna yang bersifat objektif, harfiah, dan sesuai dengan kenyataan. Makna denotatif juga disebut sebagai makna leksikal, makna kamus, atau makna literal. Makna denotatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Tidak bergantung pada konteks atau situasi penggunaan kata atau kalimat.
- Tidak mengandung unsur emosi, penilaian, atau pandangan pribadi penutur atau pendengar.
- Tidak menimbulkan kesan atau efek tertentu pada penutur atau pendengar.
- Bersifat umum dan dapat dipahami oleh semua orang.
Fungsi makna denotatif dalam bahasa adalah untuk menyampaikan informasi yang jelas, tepat, dan faktual. Makna denotatif juga dapat membantu menghindari kesalahpahaman atau kesalahan interpretasi yang dapat terjadi akibat penggunaan makna konotatif. Contoh kalimat yang menggunakan makna denotatif adalah:
- Buku ini tebal dan berat.
- Dia tinggal di Jalan Merdeka nomor 10.
- Ibu membeli dua kilogram beras di pasar.
Pembahasan
Makna denotatif adalah makna yang sesuai dengan definisi atau konsep yang telah disepakati oleh para ahli bahasa. Makna denotatif tidak berubah-ubah sesuai dengan konteks atau situasi penggunaan kata atau kalimat. Makna denotatif juga tidak dipengaruhi oleh emosi, penilaian, atau pandangan pribadi penutur atau pendengar. Makna denotatif bersifat objektif dan harfiah, sehingga dapat menggambarkan kenyataan secara akurat.
Makna denotatif berbeda dengan makna konotatif, yang merupakan makna yang bersifat subjektif, tidak harfiah, dan tidak sesuai dengan kenyataan. Makna konotatif bergantung pada konteks atau situasi penggunaan kata atau kalimat. Makna konotatif juga dipengaruhi oleh emosi, penilaian, atau pandangan pribadi penutur atau pendengar. Makna konotatif bersifat kiasan dan dapat menimbulkan kesan atau efek tertentu pada penutur atau pendengar.
Perbedaan antara makna denotatif dan makna konotatif dapat mempengaruhi pemaknaan kata dan kalimat dalam bahasa. Kata dan kalimat yang menggunakan makna denotatif cenderung lebih mudah dipahami dan tidak menimbulkan keraguan atau kebingungan. Kata dan kalimat yang menggunakan makna konotatif cenderung lebih sulit dipahami dan dapat menimbulkan berbagai interpretasi. Oleh karena itu, penggunaan makna denotatif dan makna konotatif harus disesuaikan dengan tujuan dan sasaran komunikasi.
Contoh-contoh kalimat yang menggunakan makna denotatif dalam berbagai jenis teks adalah:
- Berita: Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sosial sebesar Rp 600.000 per bulan kepada 10 juta keluarga miskin selama enam bulan ke depan.
- Cerita: Rani menangis tersedu-sedu ketika melihat ibunya meninggal dunia di rumah sakit.
- Puisi: Aku ingin menjadi bintang di langit malam / Yang bersinar terang dan indah / Menemani bulan yang sendirian / Dan menghapus gelap yang kelam
- Lain-lain: Rumus luas lingkaran adalah πr².
Tabel perbandingan antara kata-kata yang memiliki makna denotatif dan konotatif, serta penjelasan singkat mengenai makna kias yang terkandung di dalamnya adalah sebagai berikut:
| Kata | Makna Denotatif | Makna Konotatif | Penjelasan |
|---|---|---|---|
| Bunga | Bagian dari tumbuhan yang berwarna-warni dan berbau harum | Cinta, kecantikan, kesucian, kesedihan, atau hal lain yang berkaitan dengan perasaan | Bunga sering digunakan sebagai simbol atau lambang untuk menyatakan perasaan penutur atau pendengar |
| Api | Sumber panas dan cahaya yang dihasilkan oleh pembakaran benda | Kemarahan, semangat, gairah, kekuatan, atau hal lain yang berkaitan dengan sifat penutur atau pendengar | Api sering digunakan sebagai metafora atau perumpamaan untuk menggambarkan sifat penutur atau pendengar |
| Tikus | Hewan pengerat yang berbulu abu-abu dan berekor panjang | Pengkhianat, pengecut, pencuri, atau hal lain yang berkaitan dengan perilaku penutur atau pendengar | Tikus sering digunakan sebagai sindiran atau ejekan untuk mengecam perilaku penutur atau pendengar |
Penutup
Makna denotatif adalah makna yang bersifat objektif, harfiah, dan sesuai dengan kenyataan. Makna denotatif juga disebut sebagai makna leksikal, makna kamus, atau makna literal. Makna denotatif memiliki ciri-ciri tidak bergantung pada konteks atau situasi penggunaan kata atau kalimat, tidak mengandung unsur emosi, penilaian, atau pandangan pribadi penutur atau pendengar, tidak menimbulkan kesan atau efek tertentu pada penutur atau pendengar, dan bersifat umum dan dapat dipahami oleh semua orang. Fungsi makna denotatif dalam bahasa adalah untuk menyampaikan informasi yang jelas, tepat, dan faktual. Makna denotatif juga dapat membantu menghindari kesalahpahaman atau kesalahan interpretasi yang dapat terjadi akibat penggunaan makna konotatif.
Makna denotatif berbeda dengan makna konotatif, yang merupakan makna yang bersifat subjektif, tidak harfiah, dan tidak sesuai dengan kenyataan. Makna konotatif bergantung pada konteks atau situasi penggunaan kata atau kalimat. Makna konotatif juga dipengaruhi oleh emosi, penilaian, atau pandangan pribadi penutur atau pendengar. Makna konotatif bersifat kiasan dan dapat menimbulkan kesan atau efek tertentu pada penutur atau pendengar. Perbedaan antara makna denotatif dan makna konotatif dapat mempengaruhi pemaknaan kata dan kalimat dalam bahasa. Oleh karena itu, penggunaan makna denotatif dan makna konotatif harus disesuaikan dengan tujuan dan sasaran komunikasi.