Menu Tutup

Manusia dan Non Manusia dalam Ilmu Sejarah

Ilmu sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lalu manusia dengan menggunakan sumber-sumber tertulis atau lisan sebagai bukti. Ilmu sejarah tidak hanya berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, tetapi juga dengan makna, penyebab, dan dampaknya bagi kehidupan manusia di masa kini dan masa depan1.

Dalam ilmu sejarah, manusia adalah unsur terpenting yang menjadi subjek dan objek kajian. Namun, manusia tidak hidup sendiri, melainkan berinteraksi dengan berbagai unsur non manusia, seperti alam, binatang, tumbuhan, benda-benda buatan, dan lain-lain. Unsur-unsur non manusia ini juga memiliki peran dan pengaruh dalam sejarah, baik sebagai faktor penyebab, pendukung, penghambat, maupun akibat dari peristiwa sejarah. Oleh karena itu, ilmu sejarah juga memperhatikan hubungan antara manusia dan non manusia dalam konteks ruang dan waktu.

Peran dan Pengaruh Alam dalam Sejarah

Alam adalah lingkungan fisik yang meliputi bumi, langit, air, udara, iklim, cuaca, tanah, gunung, lembah, sungai, laut, dan lain-lain. Alam merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Alam juga merupakan tempat tinggal dan aktivitas manusia sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Oleh karena itu, alam memiliki peran dan pengaruh yang besar dalam sejarah.

Salah satu peran alam dalam sejarah adalah sebagai faktor penyebab dari peristiwa sejarah. Contohnya adalah letusan gunung berapi Toba di Sumatera Utara sekitar 74.000 tahun yang lalu yang menyebabkan perubahan iklim global dan berdampak pada populasi manusia purba di seluruh dunia2. Contoh lain adalah gempa bumi dan tsunami di Aceh pada tahun 2004 yang menyebabkan bencana kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur yang luas3.

Selain itu, alam juga berperan sebagai faktor pendukung atau penghambat dari peristiwa sejarah. Contohnya adalah kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang dipisahkan oleh lautan yang luas. Hal ini menjadi faktor pendukung bagi perkembangan perdagangan maritim dan budaya nusantara sejak zaman kuno4. Namun, hal ini juga menjadi faktor penghambat bagi proses integrasi nasional dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Selanjutnya, alam juga berperan sebagai akibat dari peristiwa sejarah. Contohnya adalah deforestasi atau penebangan hutan secara besar-besaran yang dilakukan oleh manusia untuk kepentingan ekonomi atau politik. Hal ini menyebabkan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, kehilangan habitat satwa liar, dan penurunan kesejahteraan masyarakat. Contoh lain adalah pencemaran udara, air, dan tanah akibat aktivitas industri atau pertanian yang menghasilkan limbah berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Peran dan Pengaruh Non Manusia Lainnya dalam Sejarah

Selain alam, ada juga unsur-unsur non manusia lainnya yang berperan dan berpengaruh dalam sejarah. Unsur-unsur non manusia ini meliputi binatang, tumbuhan, benda-benda buatan manusia (seperti senjata, alat-alat rumah tangga, kendaraan, bangunan), ide-ide (seperti agama, filsafat, ilmu pengetahuan), dan lain-lain.

Binatang adalah makhluk hidup yang memiliki tubuh berotot dan saraf yang dapat bergerak secara aktif. Binatang memiliki hubungan yang erat dengan manusia, baik sebagai sumber makanan, bahan pakaian, alat transportasi, hewan peliharaan, maupun simbol budaya. Binatang juga dapat mempengaruhi sejarah dengan cara positif maupun negatif. Contohnya adalah kuda yang menjadi alat transportasi dan perang yang penting bagi berbagai peradaban di dunia. Contoh lain adalah tikus yang menjadi pembawa penyakit pes yang menewaskan jutaan orang di Eropa pada abad pertengahan.

Tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki selulosa dan klorofil yang dapat melakukan fotosintesis. Tumbuhan merupakan sumber makanan, obat-obatan, bahan bangunan, bahan bakar, dan bahan industri bagi manusia. Tumbuhan juga memiliki peran dalam sejarah sebagai faktor penyebab, pendukung, penghambat, maupun akibat dari peristiwa sejarah. Contohnya adalah padi yang menjadi tanaman pokok bagi masyarakat agraris di Asia. Contoh lain adalah tembakau yang menjadi komoditas perdagangan global dan penyebab kematian akibat rokok.

Benda-benda buatan manusia adalah hasil karya manusia yang memiliki bentuk fisik dan fungsi tertentu. Benda-benda buatan manusia mencerminkan kemampuan, kebutuhan, keinginan, dan nilai-nilai manusia yang membuatnya. Benda-benda buatan manusia juga dapat mempengaruhi sejarah dengan cara positif maupun negatif. Contohnya adalah senjata api yang menjadi alat perang yang revolusioner dan menentukan kemenangan atau kekalahan dalam berbagai pertempuran sejarah. Contoh lain adalah internet yang menjadi media informasi dan komunikasi yang mengubah cara hidup dan berpikir manusia di era modern.

Ide-ide adalah hasil pemikiran manusia yang bersifat abstrak dan tidak memiliki bentuk fisik. Ide-ide dapat berupa agama, filsafat, ilmu pengetahuan, seni, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Ide-ide merupakan sumber inspirasi, motivasi, orientasi, dan legitimasi bagi tindakan manusia dalam sejarah. Ide-ide juga dapat mempengaruhi sejarah dengan cara positif maupun negatif. Contohnya adalah agama Islam yang menjadi dasar ajaran moral dan hukum bagi umat Muslim di seluruh dunia. Contoh lain adalah fasisme yang menjadi ideologi politik yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia II dan kejahatan kemanusiaan.

Sumber:
(1) Kedudukan Manusia dalam Sejarah – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2023/07/30/060000279/kedudukan-manusia-dalam-sejarah-.
(2) Mengapa Manusia dan Sejarah Saling Berkaitan? – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/09/21/220000279/mengapa-manusia-dan-sejarah-saling-berkaitan-.
(3) Unsur-Unsur Penting dalam Sejarah – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/30/140000369/unsur-unsur-penting-dalam-sejarah.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya