Mass wasting adalah istilah umum untuk pergerakan batuan atau tanah ke arah lereng di bawah pengaruh gaya gravitasi. Mass wasting berbeda dari proses erosi lainnya karena material yang terangkut oleh mass wasting tidak terbawa oleh medium bergerak, seperti air, angin, atau es1
Mass wasting dapat terjadi di permukaan darat maupun laut, dan telah diamati di Bumi, Mars, Venus, bulan Io milik Jupiter, dan banyak benda langit lainnya di Tata Surya1
Subsiden kadang-kadang juga dianggap sebagai bentuk mass wasting. Perbedaan dibuat antara mass wasting oleh subsiden, yang melibatkan sedikit gerakan horizontal, dan mass wasting oleh gerakan lereng2
Mass wasting yang cepat, seperti tanah longsor, dapat berakibat fatal dan merusak. Mass wasting yang lebih lambat, seperti rayapan tanah, menimbulkan tantangan bagi teknik sipil, karena rayapan tanah dapat merusak jalan dan bangunan serta memutus pipa. Metode mitigasi meliputi stabilisasi lereng, pembangunan dinding, bendungan penampung, atau struktur lain untuk menahan jatuhan batu atau aliran material, penghutanan kembali, atau drainase yang lebih baik di daerah sumber.
Jenis-Jenis Mass Wasting
Berdasarkan bagaimana tanah, regolit atau batuan bergerak ke arah lereng secara keseluruhan, gerakan massa dapat secara luas diklasifikasikan menjadi dua jenis: rayapan atau tanah longsor3
Rayapan Tanah
Rayapan tanah adalah gerakan massa yang lambat dan jangka panjang. Kombinasi dari gerakan kecil tanah atau batuan ke arah yang berbeda seiring waktu diarahkan oleh gravitasi secara bertahap ke arah lereng. Semakin curam lerengnya, semakin cepat rayapannya. Rayapan tanah membuat pohon dan semak melengkung untuk mempertahankan tegak lurusnya, dan mereka dapat memicu tanah longsor jika mereka kehilangan pijakan akarnya. Tanah permukaan dapat bermigrasi di bawah pengaruh siklus beku dan mencair, atau suhu panas dan dingin, menggerogoti jalan menuju bagian bawah lereng membentuk teraset.
Tanah Longsor
Tanah longsor adalah gerakan massa yang cepat dan mendadak. Tanah longsor melibatkan pergeseran material tanah atau batuan secara bersamaan dari posisi awalnya ke posisi baru yang lebih rendah di lereng. Tanah longsor dapat disebabkan oleh faktor pemicu seperti curah hujan tinggi, erosi sungai, perubahan air tanah, gempa bumi, aktivitas vulkanik, dan lain-lain.
Ada beberapa jenis tanah longsor berdasarkan mekanisme pergerakan materialnya:
- Jatuhan batu: massa batuan yang menuruni tebing atau lereng curam dengan cara jatuh bebas, terpental, berguling atau meluncur bebas.
- Aliran lumpur: aliran air yang mengandung partikel lumpur dalam jumlah besar dengan tingkat kepadatan lebih tinggi daripada aliran sungai.
- Aliran tanah: aliran tanah yang terkadang disertai material bebatuan dengan kecepatan rendah hingga sedang.
- Aliran debris: aliran material kasar seperti kerikil dan batu dengan konsistensi kental dan kecepatan tinggi.
- Longsoran translasi: pergeseran material sepanjang bidang licin datar atau sedikit miring.
- Longsoran rotasi: pergeseran material sepanjang bidang licin melengkung.
Metode Mitigasi Mass Wasting
Mass wasting merupakan fenomena alam yang sulit dicegah sepenuhnya. Namun demikian, ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak dari mass wasting. Beberapa metode mitigasi mass wasting antara lain:
- Penghutanan kembali: menanam pohon di daerah rawan mass wasting dapat membantu mengikat tanah dan batuan dengan akar mereka, serta mengurangi erosi oleh air hujan4
- Pembangunan pagar, dinding, atau parit untuk menahan jatuhan batu: struktur ini dapat melindungi jalan, bangunan, atau orang dari bahaya jatuhan batu.
- Pembangunan bendungan penampung untuk menahan aliran material: struktur ini dapat mengurangi kecepatan dan volume aliran material yang berpotensi merusak infrastruktur atau menyebabkan banjir.
- Drainase yang lebih baik di daerah sumber: meningkatkan drainase dapat mengurangi tekanan air tanah yang dapat melemahkan kekuatan geser tanah atau batuan.
- Stabilisasi lereng: metode ini melibatkan penguatan lereng dengan cara menambahkan material penyangga, memasang jaring atau kawat, menyuntikkan semen atau resin, atau memasang tiang pancang.
Kesimpulan
Mass wasting adalah pergerakan batuan atau tanah ke arah lereng di bawah pengaruh gaya gravitasi. Mass wasting dapat terjadi secara lambat seperti rayapan tanah, atau secara cepat seperti tanah longsor. Mass wasting dapat menimbulkan bahaya dan kerusakan bagi manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode mitigasi untuk mengurangi risiko dan dampak dari mass wasting.
Sumber:
(1) Mass wasting – Wikipedia. [en.wikipedia.org].
(2) Mass Wasting: Pengertian dan Jenisnya – Kompas.com. [www.kompas.com].
(3) Mass Wasting – U.S. National Park Service. [www.nps.gov].
(4) 10: Mass Wasting – Geosciences LibreTexts. [geo.libretexts.org].