Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam yang didirikan pada abad ke-13 di pesisir utara Pulau Sumatera, tepatnya di wilayah yang sekarang menjadi Aceh. Kerajaan ini dipandang sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia, dan perannya sangat penting dalam penyebaran Islam di Nusantara. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Kerajaan Samudra Pasai dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia:
1. Bukti Sejarah dan Arkeologis
Penemuan makam Sultan Malik al-Saleh menjadi salah satu bukti arkeologis paling awal yang menunjukkan keberadaan Islam di Nusantara. Batu nisan Sultan Malik al-Saleh, yang ditemukan di Sumatera Utara, bertuliskan huruf Arab dan bertanggal 1297 M. Ini menunjukkan bahwa pada akhir abad ke-13, Islam telah dianut oleh penguasa lokal, yang mengisyaratkan bahwa Samudra Pasai bukan hanya sekedar wilayah Islam, tetapi sebuah kerajaan yang dipimpin oleh sultan Muslim.
2. Peran sebagai Pusat Penyebaran Islam
Samudra Pasai menjadi salah satu pusat utama penyebaran Islam di Asia Tenggara. Dengan adanya ulama-ulama yang datang dari berbagai penjuru, seperti dari Persia dan Timur Tengah, kerajaan ini aktif dalam penyebaran Islam, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga ke wilayah-wilayah lain di Nusantara, seperti Jawa, Kalimantan, dan Maluku.
3. Sumber-Sumber Luar Negeri dan Catatan Penjelajah
Samudra Pasai dikenal oleh penjelajah asing seperti Marco Polo, yang melaporkan bahwa sudah ada kerajaan Islam di Sumatera saat ia melakukan perjalanan pada tahun 1292. Selain itu, Ibnu Battutah, seorang pengembara Muslim dari Maroko, mengunjungi Samudra Pasai pada tahun 1345. Dalam catatannya, Ibnu Battutah menyebutkan bahwa Samudra Pasai adalah kerajaan yang sangat Islami, di mana raja dan rakyatnya mengikuti ajaran Islam dengan ketat. Ini menjadi bukti kuat bahwa Samudra Pasai adalah pusat Islam yang diakui oleh dunia internasional.
4. Posisi Strategis sebagai Pusat Perdagangan
Samudra Pasai terletak di pesisir utara Sumatera, dekat dengan Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional pada masa itu. Banyak pedagang dari Arab, Persia, dan India singgah di sini, menjadikan Samudra Pasai sebagai pusat perdagangan. Interaksi dengan pedagang-pedagang ini mempercepat penyebaran Islam karena para pedagang Muslim turut memperkenalkan agama mereka kepada penduduk lokal. Pusat perdagangan ini berkembang pesat dan menghasilkan kemajuan ekonomi bagi Samudra Pasai, terbukti dengan adanya mata uang emas yang disebut “dirham” yang digunakan sebagai alat tukar di wilayah ini.
5. Penyebaran Bahasa Melayu dengan Aksara Arab
Bahasa Melayu mulai banyak digunakan di Samudra Pasai, terutama dengan aksara Jawi (aksara Arab-Melayu). Penggunaan bahasa Melayu ini membantu dalam penyebaran Islam, karena bahasa ini menjadi lingua franca di Nusantara. Melalui bahasa Melayu, ajaran-ajaran Islam lebih mudah disebarkan di kalangan masyarakat.
6. Hubungan Diplomatik dan Perdagangan Internasional
Samudra Pasai memiliki hubungan diplomatik dengan beberapa kerajaan besar seperti Kesultanan Delhi di India dan Dinasti Ming di Cina. Hubungan ini bukan hanya memperkuat ekonomi kerajaan, tetapi juga membawa pengaruh budaya dan agama Islam yang lebih kuat ke Nusantara. Surat-menyurat antara sultan Samudra Pasai dan kaisar Tiongkok menunjukkan bahwa kerajaan ini sudah diakui sebagai entitas politik yang berdaulat dan sebagai kerajaan Islam oleh dunia internasional.
7. Naskah Hikayat Raja-Raja Pasai
“Hikayat Raja-raja Pasai” adalah salah satu karya sastra Melayu yang sangat terkenal dan menjadi sumber penting dalam sejarah Samudra Pasai. Meskipun hikayat ini ditulis dalam bentuk sastra, banyak bagian yang dianggap merekam peristiwa sejarah, termasuk penyebaran Islam di kerajaan tersebut. Dalam hikayat ini diceritakan tentang kedatangan Islam, penerimaan raja-raja terhadap Islam, dan pengaruh agama ini di Samudra Pasai.
8. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam
Samudra Pasai juga menjadi pusat pendidikan Islam. Banyak ulama dan cendekiawan datang ke Samudra Pasai untuk mempelajari ilmu agama, terutama ilmu fiqh (hukum Islam) dan tasawuf (mistisisme Islam). Sultan Malik al-Zahir, salah satu raja Samudra Pasai, dikenal sebagai pemimpin yang berpendidikan dan mempromosikan pendidikan Islam di kerajaannya.
9. Peninggalan Sejarah Lainnya
Selain makam Sultan Malik al-Saleh, terdapat banyak artefak peninggalan yang ditemukan di sekitar Samudra Pasai, seperti koin-koin emas dan perak dengan inskripsi Arab, serta nisan-nisan Islam lainnya yang menunjukkan bahwa masyarakat di kerajaan ini telah menganut Islam secara meluas.
10. Warisan Budaya Islam yang Bertahan hingga Kini
Pengaruh Islam yang dibawa oleh Kerajaan Samudra Pasai masih bisa dilihat hingga saat ini, terutama di Aceh yang dikenal sebagai daerah dengan penerapan syariat Islam di Indonesia. Tradisi-tradisi Islam yang berakar dari periode Samudra Pasai terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh.
Kesimpulan
Kerajaan Samudra Pasai dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia bukan hanya karena usia sejarahnya yang tua, tetapi juga karena perannya sebagai pusat penyebaran Islam, pusat perdagangan internasional, dan tempat berkembangnya budaya dan pendidikan Islam. Berbagai bukti historis dan arkeologis, seperti batu nisan, koin, serta catatan para penjelajah, memperkuat klaim ini. Dengan demikian, Samudra Pasai menjadi pionir dalam sejarah Islam di Nusantara, membuka jalan bagi penyebaran Islam di wilayah-wilayah lain di Indonesia.
Sumber:
- Wikipedia Indonesia. (n.d.). Kesultanan Samudera Pasai. Diakses pada 4 November 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai.
- Tirto.id. (n.d.). Sejarah Kerajaan Samudera Pasai: Pendiri, Masa Jaya, Peninggalan. Diakses pada 4 November 2024, dari https://tirto.id/sejarah-kerajaan-samudera-pasai-pendiri-masa-jaya-peninggalan-f9R4.
- Kompas.com. (2021, April 21). Kerajaan Samudera Pasai: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalan. Diakses pada 4 November 2024, dari https://www.kompas.com/stori/read/2021/04/21/163539479/kerajaan-samudera-pasai-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan.
- Wikipedia Indonesia. (n.d.). Hikayat Raja-raja Pasai. Diakses pada 4 November 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hikayat_Raja-raja_Pasai.
- Wikipedia Inggris. (n.d.). Samudera Pasai Sultanate. Diakses pada 4 November 2024, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Samudera_Pasai_Sultanate.
- Studiobelajar.com. (n.d.). Kerajaan Samudra Pasai. Diakses pada 4 November 2024, dari https://www.studiobelajar.com/kerajaan-samudra-pasai/.