Menu Tutup

Nasionalisme Indonesia: Pengertian, Sejarah, dan Peran Pendidikan

Pengertian Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Indonesia adalah sikap dan pemahaman yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia untuk mencintai dan menghargai tanah air, bangsa, dan negara Indonesia. Nasionalisme Indonesia juga berarti menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Nasionalisme Indonesia mencakup aspek-aspek seperti kesadaran berbangsa dan bernegara, rasa persatuan dan kesatuan, semangat gotong royong, kebanggaan terhadap budaya nasional, serta komitmen untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI1.

Nasionalisme Indonesia tidak sama dengan nasionalisme sempit yang bersifat chauvinis, etnosentris, atau primordial. Nasionalisme Indonesia bersifat inklusif, toleran, dan multikultural. Nasionalisme Indonesia mengakui dan menghormati keragaman suku, agama, ras, budaya, dan pandangan politik yang ada di dalam bangsa. Nasionalisme Indonesia juga menghargai hubungan baik dengan bangsa-bangsa lain di dunia berdasarkan prinsip-prinsip persahabatan, saling menguntungkan, dan perdamaian2.

Sejarah Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses sejarah yang panjang dan dinamis. Nasionalisme Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar. Faktor-faktor dari dalam antara lain adalah sistem pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial Belanda, perkembangan organisasi sosial dan politik modern di kalangan pribumi, pengaruh pemikiran Islam dan Barat, serta perlawanan rakyat terhadap penjajahan. Faktor-faktor dari luar antara lain adalah perang dunia pertama dan kedua, gerakan nasionalis di Asia dan Afrika, serta deklarasi hak asasi manusia oleh PBB3.

Secara garis besar, sejarah nasionalisme Indonesia dapat dibagi menjadi tiga periode, yaitu:

  • Periode awal (abad ke-19 hingga awal abad ke-20): Pada periode ini, nasionalisme Indonesia masih bersifat lokal atau regional. Rasa kebangsaan masih terbatas pada suku atau daerah masing-masing. Perlawanan terhadap penjajah masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan senjata tradisional atau kerajaan-kerajaan lokal. Contoh perlawanan pada periode ini adalah perang Diponegoro (1825-1830), perang Aceh (1873-1904), perang Puputan Badung (1906), dan perang Puputan Klungkung (1908)4.
  • Periode Kebangkitan Nasional (1908-1942): Pada periode ini, nasionalisme Indonesia mulai berkembang menjadi nasionalisme modern. Rasa kebangsaan mulai meluas ke seluruh nusantara. Perlawanan terhadap penjajah mulai dilakukan secara organisasi dengan menggunakan media massa, pendidikan, politik, seni, dan budaya. Contoh organisasi pada periode ini adalah Budi Utomo (1908), Sarekat Islam (1912), Indische Partij (1912), Jong Java (1915), Jong Sumatranen Bond (1917), Jong Islamieten Bond (1924), Partai Komunis Indonesia (1920), Partai Nasional Indonesia (1927), Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama (1926), Persatuan Islam (1923), Taman Siswa (1922), dll5.
  • Periode Kemerdekaan (1942-sekarang): Pada periode ini, nasionalisme Indonesia mencapai puncaknya dengan terwujudnya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Nasionalisme Indonesia menjadi landasan bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Nasionalisme Indonesia juga menjadi sumber inspirasi bagi gerakan kemerdekaan bangsa-bangsa lain di dunia. Nasionalisme Indonesia terus berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman, seperti globalisasi, demokratisasi, desentralisasi, multikulturalisme, dan radikalisme6.

Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Nasionalisme Indonesia

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan nasionalisme Indonesia. Pendidikan dapat menjadi sarana untuk menanamkan, mengembangkan, dan menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda. Pendidikan juga dapat menjadi media untuk mengajarkan sejarah perjuangan bangsa, ideologi Pancasila, konstitusi UUD 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen NKRI7.

Salah satu mata pelajaran yang dapat digunakan untuk menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). PPKn merupakan mata pelajaran yang mempunyai misi sebagai pendidikan nilai dan moral Pancasila, penyadaran akan norma dan konstitusi UUD 1945, pengembangan komitmen terhadap NKRI, dan penghayatan terhadap ilosofi Bhinneka Tunggal Ika. PPKn dimaksudkan sebagai upaya membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila8.

Untuk mencapai tujuan tersebut, PPKn harus disampaikan dengan cara yang menarik, interaktif, kritis, dan reflektif. PPKn tidak hanya mengandalkan pendekatan transmisi atau penyampaian informasi secara sepihak, melainkan juga menggunakan pendekatan refleksi atau penyelidikan kritis terhadap masalah-masalah sosial yang berkaitan dengan nasionalisme. PPKn juga harus mengintegrasikan pendekatan langsung dan tidak langsung dalam pendidikan nilai, sehingga peserta didik dapat mengalami dan merasakan nilai-nilai nasionalisme secara nyata. Selain itu, PPKn juga harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif, seperti kontekstual, relevan, bermakna, menyenangkan, kolaboratif, kooperatif, partisipatif, demokratis, dan humanis9.

Kesimpulan

Nasionalisme Indonesia adalah rasa cinta dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Nasionalisme Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam dan luar. Nasionalisme Indonesia juga memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Untuk meningkatkan nasionalisme Indonesia di kalangan generasi muda, pendidikan memiliki peran yang sangat strategis. Salah satu mata pelajaran yang dapat digunakan untuk menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme adalah PPKn. PPKn harus disampaikan dengan cara yang menarik, interaktif, kritis, reflektif, dan efektif.

Sumber:

  • (1) “Lahirnya Nasionalisme Indonesia (DOC).” Academia.edu. Tautan singkat.
  • (2) “Sejarah Lahirnya Nasionalisme di Indonesia.” Academia.edu. Tautan singkat.
  • (3) Echa Tarigan. “Nasionalisme di Indonesia (DOC).” Academia.edu. Tautan singkat.
  • (4) “Nasionalisme dalam Pendidikan (PDF).” Academia.edu. Tautan singkat.
  • (5) “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.” Kemdikbud. Tautan singkat.
  • (6) “5 Rekomendasi Buku Nasionalisme Terbaik Sebagai Referensi Belajar.” Kompas. Tautan singkat.
  • (7) “Hak Cipta © 2018 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.” Kemdikbud. Tautan singkat.
  • (8) “Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan – Perpustakaan UT.” Perpustakaan UT. Tautan singkat.
  • (9) “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) – Google Books.” Google Books. Tautan singkat.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya