Menu Tutup

Organel-Organik Sel yang Berperan dalam Energetika: Mitokondria, Kloroplas, dan Peroksisom

Mitokondria

Mitokondria adalah organel sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya respirasi seluler, yaitu proses pengubahan energi kimia dari molekul organik menjadi energi yang dapat digunakan oleh sel dalam bentuk ATP. Mitokondria memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari bulat, oval, hingga memanjang. Mitokondria juga memiliki dua membran, yaitu membran luar dan membran dalam.

Membran luar berperan sebagai pelindung mitokondria, sedangkan membran dalam memiliki lipatan-lipatan yang disebut krista. Krista meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi respirasi seluler.

Di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar membran, sedangkan di dalam membran dalam terdapat matriks. Matriks adalah cairan kental yang mengandung enzim-enzim, DNA, RNA, dan ribosom. DNA mitokondria berbentuk lingkaran dan diwariskan secara maternal. Ribosom mitokondria mirip dengan ribosom bakteri dan berukuran 70S.

Mitokondria dapat ditemukan pada hampir semua sel eukariotik, baik sel hewan, tumbuhan, jamur, maupun protista. Jumlah mitokondria pada setiap sel bervariasi tergantung pada kebutuhan energi sel tersebut. Sel-sel yang membutuhkan energi tinggi seperti sel otot dan sel saraf biasanya memiliki banyak mitokondria. Mitokondria dapat bereproduksi dengan cara pembelahan biner. Proses ini memungkinkan sel untuk menyesuaikan jumlah mitokondria sesuai dengan kondisi lingkungan.

Kloroplas

Kloroplas adalah organel sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, yaitu proses pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia dari molekul organik seperti glukosa. Kloroplas memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari bulat, oval, hingga pipih. Kloroplas juga memiliki dua membran, yaitu membran luar dan membran dalam.

 

Membran luar berperan sebagai pelindung kloroplas, sedangkan membran dalam mengandung pigmen fotosintetik seperti klorofil. Pigmen fotosintetik ini tersusun dalam struktur-struktur yang disebut tilakoid. Tilakoid dapat tersusun secara tumpang tindih membentuk granum.

Granum-granum ini dihubungkan oleh stroma tilakoid. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar membran, sedangkan di dalam membran dalam terdapat stroma. Stroma adalah cairan kental yang mengandung enzim-enzim, DNA, RNA, dan ribosom. DNA kloroplas berbentuk lingkaran dan diwariskan secara maternal. Ribosom kloroplas mirip dengan ribosom bakteri dan berukuran 70S.

Kloroplas hanya dapat ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa protista yang mampu melakukan fotosintesis seperti alga hijau. Jumlah kloroplas pada setiap sel bervariasi tergantung pada intensitas cahaya yang diterima oleh sel tersebut. Sel-sel yang menerima cahaya lebih banyak seperti sel daun biasanya memiliki banyak kloroplas. Kloroplas dapat bereproduksi dengan cara pembelahan biner. Proses ini memungkinkan sel untuk menyesuaikan jumlah kloroplas sesuai dengan kondisi lingkungan.

Peroksisom

Peroksisom adalah organel sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi oksidasi, yaitu proses penguraian molekul organik dengan menggunakan oksigen. Peroksisom memiliki bentuk yang bulat dan hanya memiliki satu membran. Membran peroksisom mengandung protein transpor yang memungkinkan molekul-molekul tertentu masuk dan keluar dari peroksisom.

Di dalam peroksisom terdapat enzim-enzim oksidatif seperti katalase dan oksidase. Enzim-enzim ini dapat menguraikan molekul-molekul seperti asam lemak, asam amino, alkohol, dan hidrogen peroksida. Hasil reaksi oksidasi ini dapat digunakan oleh sel untuk proses-proses lain atau dibuang sebagai limbah.

Peroksisom dapat ditemukan pada hampir semua sel eukariotik, baik sel hewan, tumbuhan, jamur, maupun protista. Jumlah peroksisom pada setiap sel bervariasi tergantung pada jenis dan fungsi sel tersebut. Sel-sel yang membutuhkan reaksi oksidasi lebih banyak seperti sel hati dan sel ginjal biasanya memiliki banyak peroksisom. Peroksisom dapat bereproduksi dengan cara pembelahan biner atau pertumbuhan dari membran endoplasma. Proses ini memungkinkan sel untuk menyesuaikan jumlah peroksisom sesuai dengan kondisi lingkungan.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya