Pegadaian adalah lembaga keuangan yang memberikan pinjaman uang dengan jaminan barang berharga, seperti emas, perhiasan, kendaraan, atau elektronik. Pegadaian merupakan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat untuk keperluan mendesak, seperti biaya kesehatan, pendidikan, usaha, atau konsumsi. Pegadaian juga memiliki berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah, seperti gadai konvensional, gadai syariah, tabungan emas, e-money, dan asuransi.
Namun, di balik manfaatnya, pegadaian juga menghadapi berbagai permasalahan yang dapat mengganggu kinerja dan reputasinya. Beberapa permasalahan tersebut antara lain adalah:
Persaingan dengan Lembaga Keuangan Lain
Pegadaian tidak hanya bersaing dengan perusahaan gadai swasta, tetapi juga dengan lembaga keuangan lain yang menawarkan produk pinjaman dengan bunga rendah, plafon tinggi, tanpa agunan, dan proses mudah. Beberapa contoh produk pinjaman tersebut adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), Super Mikro, dan fintech lending. Produk-produk ini menarik minat masyarakat yang membutuhkan dana tanpa harus menggadaikan barang berharga mereka12.
Penurunan Nilai Barang Gadai
Salah satu risiko yang dihadapi oleh pegadaian adalah penurunan nilai barang gadai akibat fluktuasi harga pasar, kerusakan, atau kehilangan. Penurunan nilai barang gadai dapat menyebabkan kerugian bagi pegadaian jika nasabah tidak mampu membayar kewajiban mereka dan pegadaian harus menjual barang gadai tersebut. Selain itu, penurunan nilai barang gadai juga dapat merugikan nasabah jika mereka ingin menebus barang gadai mereka dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pasar3.
Penyalahgunaan Barang Gadai
Permasalahan lain yang dapat terjadi di pegadaian adalah penyalahgunaan barang gadai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penyalahgunaan barang gadai dapat berupa penggadaian barang milik orang lain tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemiliknya, penggadaian barang palsu atau ilegal, atau penggadaian barang yang sudah digadaikan di tempat lain. Penyalahgunaan barang gadai dapat menimbulkan masalah hukum bagi pegadaian dan nasabah4.
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, pegadaian perlu melakukan beberapa langkah solutif, antara lain:
Meningkatkan Inovasi Produk dan Layanan
Pegadaian harus terus meningkatkan inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi nasabah. Pegadaian harus mampu menawarkan nilai tambah yang dapat membedakan dirinya dari lembaga keuangan lain. Beberapa contoh inovasi produk dan layanan yang telah dilakukan oleh pegadaian adalah:
- Gadai Ultra Mikro (GUM), yaitu produk pinjaman mikro dengan jaminan emas mulai dari 0,5 gram dengan bunga 0,5% per bulan.
- Gadai Online (GOL), yaitu layanan pinjaman online dengan jaminan emas tanpa harus datang ke kantor cabang.
- Gadai Instan (GINS), yaitu layanan pinjaman tunai langsung tanpa proses administrasi dengan jaminan emas.
- Gadai Amanah (GAMA), yaitu produk pinjaman syariah dengan jaminan emas tanpa bunga dan biaya administrasi.
- Gadai Saham (GASHA), yaitu produk pinjaman dengan jaminan saham-saham tertentu yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
- Gadai Nusantara (GANUS), yaitu produk pinjaman dengan jaminan aset produktif seperti tanah pertanian, perkebunan, peternakan, atau perikanan.
Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Keamanan
Pegadaian harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan bagi nasabah. Pegadaian harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, nyaman, dan ramah. Pegadaian juga harus mampu menjaga keamanan barang gadai nasabah dengan sistem penyimpanan, pengawasan, dan asuransi yang baik. Pegadaian harus menerapkan standar operasional yang ketat dan transparan untuk mencegah penyalahgunaan barang gadai. Pegadaian juga harus melakukan verifikasi dan validasi barang gadai secara akurat untuk menghindari barang palsu atau ilegal.
Meningkatkan Literasi dan Edukasi Keuangan
Pegadaian harus terus meningkatkan literasi dan edukasi keuangan bagi nasabah. Pegadaian harus mampu memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang produk dan layanan yang ditawarkan, termasuk manfaat, risiko, syarat, dan ketentuan. Pegadaian juga harus mampu memberikan saran dan bimbingan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan nasabah. Pegadaian harus mendorong nasabah untuk menggunakan pegadaian sebagai solusi keuangan jangka pendek, bukan sebagai gaya hidup. Pegadaian juga harus mengajak nasabah untuk mengembangkan usaha atau investasi yang produktif dengan memanfaatkan fasilitas pegadaian.
Sumber:
(1) Pegadaian Beberkan 5 Tantangan Besar Selama Pandemi Covid-19. https://wartaekonomi.co.id/read355289/pegadaian-beberkan-5-tantangan-besar-selama-pandemi-covid-19.
(2) CEO Pegadaian: Banyak Tantangan yang Kami Hadapi | SWA.co.id. https://swa.co.id/swa/trends/ceo-pegadaian-banyak-tantangan-yang-kami-hadapi.
(3) LADUNI.ID – Layanan Dokumentasi Ulama dan Keislaman. https://www.laduni.id/post/read/70767/memahami-penyelesaian-masalah-tanpa-masalah-di-pegadaian.
(4) permasalahan apa yang mungkin terjadi dalam indust… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/forum/permasalahan-apa-yang-mungkin-terjadi-dalam-industri-jasa-keuangan-pegadaian-dan-bagaimana_FRM-7U1ONKHV.