Menu Tutup

Pelapukan: Pengertian, Jenis, Faktor, Dampak, dan Cara Pencegahan

Pengertian Pelapukan

Pelapukan adalah suatu peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis. Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama. Semua proses pelapukan umumnya dipengaruhi oleh cuaca. Batuan yang sudah mengalami suatu proses pelapukan akan berubah menjadi tanah. Jika tanah tersebut tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka tanah tersebut dinamakan tanah mineral 1.

Menurut Hanafiah (2018), pelapukan merupakan proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya alam baik secara fisik maupun kimiawi yang menyebabkan terjadinya pemecah belahan, penghancuran, transformasi batuan, dan mineral-mineral penyusunnya menjadi materi lepas (regolit) di permukaan bumi 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelapukan adalah proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan yang berasal dari tumbuhan dan binatang oleh aktivitas jamur dan jasad renik lain 3.

Jenis-Jenis Pelapukan

Berdasarkan pada proses yang dominan, pelapukan batuan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Pelapukan Fisik

Pelapukan fisik adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu atau iklim. Contoh: perubahan cuaca, siklus pembekuan dan pencairan air, tekanan hidrostatik, aktivitas gempa bumi, dan lain-lain. Pelapukan fisik mengakibatkan batuan pecah menjadi potongan-potongan kecil tanpa mengubah komposisi kimianya.

Pelapukan Kimia

Pelapukan kimia adalah pelapukan yang disebabkan oleh tercampurnya batuan dengan zat-zat kimia. Contoh: tercampurnya batu oleh limbah pabrik yang mengandung bahan kimia, reaksi asam-basa antara batuan dengan air hujan atau air tanah, oksidasi atau reduksi mineral-mineral dalam batuan, dan lain-lain. Pelapukan kimia mengakibatkan batuan berubah menjadi senyawa-senyawa baru yang lebih mudah larut atau tererosi.

Pelapukan Biologis

Pelapukan biologis adalah pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup. Contoh: tumbuhnya lumut, akar pohon, atau jamur pada celah-celah batuan, aktivitas hewan penggali tanah seperti cacing atau rayap, dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme seperti bakteri atau fungi, dan lain-lain. Pelapukan biologis mengakibatkan batuan hancur atau berubah menjadi humus.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan

Beberapa faktor yang mempengaruhi pelapukan antara lain:

  • Jenis dan sifat batuan. Batuan yang keras dan padat lebih tahan terhadap pelapukan daripada batuan yang lunak dan berpori. Batuan yang memiliki banyak celah atau retakan juga lebih mudah mengalami pelapukan daripada batuan yang utuh.
  • Iklim dan cuaca. Iklim dan cuaca menentukan faktor-faktor seperti suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, angin, salinitas air laut, dan lain-lain. Faktor-faktor ini mempengaruhi laju dan jenis pelapukan yang terjadi pada suatu daerah.
  • Topografi dan relief. Topografi dan relief menentukan ketinggian permukaan bumi dari permukaan laut, kemiringan lereng, arah hadap lereng, dan lain-lain. Faktor-faktor ini mempengaruhi paparan batuan terhadap sinar matahari, air, angin, dan gaya gravitasi.
  • Organisme hidup. Organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme dapat mempercepat atau memperlambat proses pelapukan dengan cara mekanis atau kimiawi. Organisme hidup juga dapat menyediakan bahan organik yang dapat berinteraksi dengan batuan.

Dampak Pelapukan

Pelapukan memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Beberapa dampak positif pelapukan antara lain:

  • Membentuk tanah yang subur dan cocok untuk pertanian.
  • Membentuk batuan sedimen yang mengandung sumber daya alam seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan mineral logam.
  • Membentuk bentang alam yang indah dan menarik seperti pegunungan, lembah, tebing, gua, dan air terjun.
  • Membantu siklus karbon di bumi dengan mengikat karbon dioksida dalam batuan karbonat.

Beberapa dampak negatif pelapukan antara lain:

  • Menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan, dan saluran air akibat erosi atau longsor.
  • Menyebabkan pencemaran lingkungan akibat pelarutan zat-zat berbahaya dari batuan seperti logam berat, asam sulfat, dan radionuklida.
  • Menyebabkan perubahan iklim akibat pelepasan karbon dioksida dari batuan karbonat ke atmosfer.
  • Menyebabkan penurunan kualitas tanah akibat hilangnya unsur hara atau peningkatan keasaman tanah.

Cara Mencegah atau Mengurangi Pelapukan

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pelapukan antara lain:

  • Melakukan konservasi tanah dengan cara menanam pohon atau tanaman penutup tanah, membuat terasering atau guludan, membuat saluran drainase atau irigasi, dan lain-lain.
  • Melakukan perlindungan batuan dengan cara melapisi batuan dengan cat atau bahan pelindung lainnya, membuat atap atau kanopi untuk menahan air hujan, membuat dinding penahan untuk mencegah longsor, dan lain-lain.
  • Melakukan pengolahan batuan dengan cara mengubah komposisi kimia batuan menjadi lebih stabil atau tahan terhadap pelapukan, misalnya dengan proses kalsinasi, hidrasi, atau karbonasi.
  • Melakukan pengendalian pencemaran dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, mengolah limbah industri yang mengandung bahan kimia berbahaya sebelum dibuang ke lingkungan, dan lain-lain.

Sumber:
(1) Pelapukan – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Pelapukan.
(2) 3 Jenis-Jenis Pelapukan: Proses, Contoh, Faktor, Dampak, Cara. https://www.gurupendidikan.co.id/pelapukan/.
(3) Pelapukan Adalah: Faktor, Jenis, Penyebab, Bentuk, Dampak, Cara. https://pakdosen.co.id/pelapukan-adalah/.
(4) PELAPUKAN – UNS. https://spada.uns.ac.id/pluginfile.php/769312/mod_resource/content/1/PELAPUKAN.pdf.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya