Pemeringkatan perguruan tinggi internasional adalah suatu sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja dan reputasi perguruan tinggi di seluruh dunia. Pemeringkatan ini penting bagi perguruan tinggi di Indonesia karena dapat memberikan gambaran tentang kualitas dan prestasi yang dicapai oleh perguruan tinggi tersebut, serta membantu meningkatkan daya saing dan kerjasama di tingkat global. Selain itu, pemeringkatan ini juga dapat memberikan informasi dan panduan bagi calon mahasiswa, dosen, peneliti, pemberi dana, pemerintah, dan masyarakat umum tentang perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.
Ada beberapa lembaga pemeringkat terkemuka yang sering digunakan sebagai acuan dalam pemeringkatan perguruan tinggi internasional, antara lain QS Rankings, THE Rankings, ARWU, Webometrics, dan DIKTI. Masing-masing lembaga memiliki kriteria penilaian yang berbeda-beda, namun secara umum meliputi aspek-aspek seperti akademik, riset, pengajaran, inovasi, internasionalisasi, dan inklusivitas.
QS Rankings
QS Rankings adalah salah satu lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional yang paling populer dan diakui. QS Rankings menggunakan enam indikator untuk menilai kinerja perguruan tinggi, yaitu reputasi akademik (40%), reputasi majikan (10%), rasio dosen-mahasiswa (20%), kutipan per dosen (20%), proporsi dosen internasional (5%), dan proporsi mahasiswa internasional (5%). QS Rankings juga mengeluarkan peringkat khusus untuk wilayah Asia, Eropa, Amerika Latin, Arab, BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan), serta peringkat berdasarkan bidang studi dan subjek.
Pada tahun 2023, UI berhasil menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan peringkat ke-54 di Asia menurut QS Rankings. UI juga masuk dalam peringkat 100 besar dunia untuk bidang studi ilmu sosial dan manajemen. ITB menempati posisi kedua di Indonesia dan peringkat ke-62 di Asia menurut QS Rankings. ITB juga masuk dalam peringkat 100 besar dunia untuk bidang studi teknik dan teknologi. UGM berada di posisi ketiga di Indonesia dan peringkat ke-75 di Asia menurut QS Rankings. UGM juga masuk dalam peringkat 200 besar dunia untuk bidang studi pertanian dan kehutanan.
THE Rankings
THE Rankings adalah lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional yang didirikan oleh Times Higher Education, sebuah majalah pendidikan terkemuka di Inggris. THE Rankings menggunakan 13 indikator yang dikelompokkan menjadi lima area utama untuk menilai kinerja perguruan tinggi, yaitu pengajaran (30%), riset (30%), kutipan (30%), outlook internasional (7.5%), dan transfer pengetahuan atau inovasi (2.5%). THE Rankings juga mengeluarkan peringkat khusus untuk wilayah Asia, Eropa Barat, Eropa Timur & Asia Tengah, Amerika Latin, Afrika & Timur Tengah, serta peringkat berdasarkan bidang studi.
Pada tahun 2023, UI berhasil menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan peringkat ke-201-250 di dunia menurut THE Rankings. UI juga masuk dalam peringkat 50 besar dunia untuk bidang studi kesehatan. ITB menempati posisi kedua di Indonesia dan peringkat ke-251-300 di dunia menurut THE Rankings. ITB juga masuk dalam peringkat 100 besar dunia untuk bidang studi teknik dan teknologi. UGM berada di posisi ketiga di Indonesia dan peringkat ke-401-500 di dunia menurut THE Rankings. UGM juga masuk dalam peringkat 200 besar dunia untuk bidang studi ilmu sosial.
ARWU
ARWU adalah lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional yang didirikan oleh Shanghai Ranking Consultancy, sebuah organisasi independen yang berbasis di Cina. ARWU menggunakan enam indikator untuk menilai kinerja perguruan tinggi, yaitu jumlah alumni yang memenangkan Nobel atau Fields Medal (10%), jumlah staf yang memenangkan Nobel atau Fields Medal (20%), jumlah peneliti yang sangat dikutip (20%), jumlah publikasi di jurnal Nature dan Science (20%), jumlah publikasi yang terindeks di Science Citation Index-Expanded dan Social Science Citation Index (20%), dan kinerja per kapita (10%). ARWU juga mengeluarkan peringkat khusus untuk bidang studi ilmu alam, teknik, ilmu kehidupan, ilmu sosial, kedokteran, dan ekonomi.
Pada tahun 2023, tidak ada perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam peringkat 500 besar dunia menurut ARWU. Namun, beberapa perguruan tinggi di Indonesia berhasil masuk dalam peringkat 1000 besar dunia, antara lain UI, ITB, UGM, UNAIR, dan IPB. UI menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan peringkat ke-501-600 di dunia menurut ARWU. UI juga masuk dalam peringkat 200 besar dunia untuk bidang studi farmasi. ITB menempati posisi kedua di Indonesia dan peringkat ke-601-700 di dunia menurut ARWU. ITB juga masuk dalam peringkat 300 besar dunia untuk bidang studi teknik sipil.
Webometrics
Webometrics adalah lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional yang didirikan oleh Cybermetrics Lab, sebuah unit penelitian yang berafiliasi dengan Dewan Penelitian Nasional Spanyol. Webometrics menggunakan empat indikator untuk menilai kinerja perguruan tinggi, yaitu kehadiran (5%), dampak (50%), keterbukaan (10%), dan keunggulan (35%). Kehadiran mengukur visibilitas web dari perguruan tinggi, dampak mengukur kualitas dan kuantitas tautan eksternal yang mengarah ke web perguruan tinggi, keterbukaan mengukur jumlah dokumen akademik yang tersedia secara bebas di web, dan keunggulan mengukur jumlah publikasi ilmiah yang termasuk dalam 10% teratas secara global.
Pada tahun 2023, UI berhasil menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan peringkat ke-473 di dunia menurut Webometrics. UI memiliki skor tertinggi untuk indikator dampak dan keunggulan. ITB menempati posisi kedua di Indonesia dan peringkat ke-574 di dunia menurut Webometrics. ITB memiliki skor tertinggi untuk indikator keterbukaan. UGM berada di posisi ketiga di Indonesia dan peringkat ke-610 di dunia menurut Webometrics. UGM memiliki skor tertinggi untuk indikator kehadiran.
Tips dan Saran
Dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa perguruan tinggi di Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pemeringkatan internasional. Namun, masih ada banyak ruang untuk perbaikan dan pengembangan agar perguruan tinggi di Indonesia dapat bersaing dengan perguruan tinggi di negara-negara maju. Berikut adalah beberapa tips dan saran yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas akademik, riset, pengajaran, inovasi, internasionalisasi, dan inklusivitas:
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen yang memiliki gelar doktor, publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional, pengalaman mengajar atau meneliti di luar negeri, serta sertifikat kompetensi profesional.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa yang memiliki prestasi akademik atau non-akademik yang membanggakan, beasiswa dari dalam atau luar negeri, serta mobilitas akademik atau magang di luar negeri.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang berorientasi pada isu-isu strategis nasional dan global, memiliki dampak sosial atau ekonomi yang nyata, serta mendapatkan dukungan atau kerjasama dari pihak-pihak terkait.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi yang berupa produk, proses, atau layanan yang memiliki nilai tambah atau keunggulan kompetitif, serta mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual atau komersialisasi.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama dengan perguruan tinggi lain di dalam atau luar negeri, baik dalam bentuk pertukaran dosen atau mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum bersama, maupun penyelenggaraan program studi bersama.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas inklusivitas dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua kalangan untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa diskriminasi berdasarkan gender, etnis, agama, ras, status sosial, maupun kemampuan fisik atau mental.