Pencatatan akuntansi adalah proses mencatat dan mengklasifikasikan transaksi keuangan yang terjadi pada suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Pencatatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi, yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh akuntan untuk menghasilkan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual atau menawarkan jasa yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Contoh perusahaan jasa adalah jasa konsultan, jasa pendidikan, jasa perawatan tubuh, dan sebagainya. Perusahaan jasa memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan perusahaan dagang atau manufaktur, seperti:
- Kegiatan utama perusahaan jasa adalah menjual jasa, bukan produk fisik.
- Hasil dari usaha jasa sangat subjektif dan bergantung pada kepuasan pelanggan.
- Perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang dagangan atau bahan baku.
- Perusahaan jasa tidak memiliki biaya produksi atau harga pokok penjualan.
Karena perbedaan karakteristik tersebut, pencatatan akuntansi perusahaan jasa juga memiliki beberapa perbedaan dengan pencatatan akuntansi perusahaan dagang atau manufaktur. Salah satu perbedaan tersebut adalah pada tahapan pencatatan akuntansi yang harus dilakukan oleh perusahaan jasa.
Tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa terdiri dari tiga langkah utama, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan Menggolongkan Transaksi
Langkah pertama dalam tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa adalah mengidentifikasi dan menggolongkan transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan. Transaksi keuangan adalah setiap kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan dan dapat diukur secara objektif. Contoh transaksi keuangan adalah penerimaan kas dari pelanggan, pembayaran kas kepada karyawan, pembelian aset tetap, dan sebagainya.
Untuk mengidentifikasi transaksi keuangan, akuntan harus memiliki bukti transaksi yang valid dan dapat diverifikasi. Bukti transaksi adalah dokumen yang menunjukkan adanya transaksi keuangan, seperti faktur, kwitansi, nota, cek, dan sebagainya. Bukti transaksi harus mencantumkan informasi penting seperti tanggal, jumlah, nama pihak yang terlibat, dan rincian transaksi.
Setelah mengidentifikasi transaksi keuangan, akuntan harus menggolongkan transaksi tersebut ke dalam kelompok-kelompok akun yang sesuai. Akun adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kategori-kategori harta, utang, modal, pendapatan, biaya, dan saldo kas yang dimiliki oleh perusahaan. Akun digunakan untuk mencatat setiap perubahan yang terjadi pada posisi keuangan perusahaan akibat transaksi keuangan.
Untuk menggolongkan transaksi ke dalam akun yang sesuai, akuntan harus menganalisis pengaruh transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi adalah rumus matematis yang menggambarkan hubungan antara harta (aset), utang (kewajiban), dan modal (ekuitas) pada suatu perusahaan. Rumus persamaan dasar akuntansi adalah:
Harta = Utang + Modal
Atau
Aset = Kewajiban + Ekuitas
Setiap transaksi keuangan akan menyebabkan perubahan pada salah satu atau lebih komponen persamaan dasar akuntansi. Akuntan harus menentukan apakah transaksi tersebut akan meningkatkan atau menurunkan nilai harta, utang, atau modal. Selain itu, akuntan juga harus menentukan apakah transaksi tersebut akan meningkatkan atau menurunkan nilai pendapatan atau biaya.
Contoh:
Pada tanggal 1 Januari 2023, PT Jaya Abadi membuka usaha jasa konsultan dengan modal awal sebesar Rp 100.000.000 yang disetor dalam bentuk kas.
Transaksi ini dapat diidentifikasi sebagai transaksi keuangan karena mempengaruhi posisi keuangan perusahaan dan dapat diukur secara objektif. Bukti transaksi yang digunakan adalah buku bank atau slip setoran.
Transaksi ini dapat digolongkan ke dalam akun kas dan akun modal. Transaksi ini akan meningkatkan nilai harta (aset) dan modal (ekuitas) sebesar Rp 100.000.000. Transaksi ini tidak mempengaruhi nilai utang (kewajiban), pendapatan, atau biaya.
2. Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal
Langkah kedua dalam tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa adalah mencatat transaksi keuangan yang telah diidentifikasi dan digolongkan ke dalam jurnal. Jurnal adalah buku catatan yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu).
Pencatatan transaksi ke dalam jurnal harus dilakukan dengan teliti dan rapi agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal harus mencantumkan informasi penting seperti tanggal, nama akun, jumlah debet dan kredit, dan keterangan transaksi.
Debet dan kredit adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan peningkatan atau penurunan nilai akun akibat transaksi keuangan. Debet berarti peningkatan nilai akun harta atau biaya, atau penurunan nilai akun utang, modal, atau pendapatan. Kredit berarti peningkatan nilai akun utang, modal, atau pendapatan, atau penurunan nilai akun harta atau biaya.
Setiap transaksi keuangan harus dicatat dengan menggunakan metode pencatatan ganda (double entry). Metode pencatatan ganda adalah metode pencatatan yang mengharuskan setiap transaksi keuangan dicatat dengan jumlah debet dan kredit yang sama. Metode pencatatan ganda bertujuan untuk menjaga keseimbangan persamaan dasar akuntansi.
Contoh:
Pada tanggal 1 Januari 2023, PT Jaya Abadi membuka usaha jasa konsultan dengan modal awal sebesar Rp 100.000.000 yang disetor dalam bentuk kas.
Transaksi ini dapat dicatat ke dalam jurnal dengan menggunakan metode pencatatan ganda sebagai berikut:
| Tanggal | Nama Akun | Debet | Kredit | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 Jan 2023 | Kas | Rp 100.000.000 | – | Modal awal |
| – | Modal PT Jaya Abadi | – | Rp 100.000.000 | Modal awal |
3. Memindahkan Pencatatan ke Buku Besar
Langkah ketiga dalam tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa adalah memindahkan pencatatan transaksi keuangan dari jurnal ke buku besar. Buku besar adalah buku catatan yang digunakan untuk mengelompokkan dan mengikhtisarkan setiap perubahan yang terjadi pada akun-akun yang dimiliki oleh perusahaan.
Buku besar terdiri dari beberapa halaman yang masing-masingnya mewakili satu akun tertentu. Setiap halaman buku besar disebut dengan ledger atau kartu akun. Ledger atau kartu akun berisi informasi seperti nama akun, kode akun, tanggal, jumlah debet dan kredit, saldo debet dan kredit, dan saldo akhir.
Memindahkan pencatatan transaksi keuangan dari jurnal ke buku besar disebut dengan istilah posting atau pemindahbukuan. Posting atau pemindahbukuan harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan urutan waktu transaksi keuangan yang tercatat di jurnal.
Posting atau pemindahbukuan bertujuan untuk mengelompokkan dan mengikhtisarkan data transaksi keuangan berdasarkan jenis-jenis akun yang terlibat. Posting atau pemindahbukuan juga memudahkan untuk mengetahui saldo masing-masing akun pada suatu periode tertentu.
Contoh:
Pada tanggal 1 Januari 2023, PT Jaya Abadi membuka usaha jasa konsultan dengan modal awal sebesar Rp 100.000.000 yang disetor dalam bentuk dalam bentuk kas.
Transaksi ini dapat diposting atau dipindahkan ke buku besar dengan cara sebagai berikut:
- Pada ledger atau kartu akun kas, mencatat transaksi ini pada kolom debet dengan jumlah Rp 100.000.000. Menambahkan saldo debet sebelumnya dengan jumlah transaksi ini untuk mendapatkan saldo debet akhir. Menuliskan saldo debet akhir pada kolom saldo debet.
- Pada ledger atau kartu akun modal PT Jaya Abadi, mencatat transaksi ini pada kolom kredit dengan jumlah Rp 100.000.000. Menambahkan saldo kredit sebelumnya dengan jumlah transaksi ini untuk mendapatkan saldo kredit akhir. Menuliskan saldo kredit akhir pada kolom saldo kredit.
Berikut ini adalah contoh tampilan ledger atau kartu akun kas dan modal PT Jaya Abadi setelah transaksi ini diposting atau dipindahkan:
| Nama Akun: Kas | Kode Akun: 11 | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Debet | Kredit | Saldo Debet | Saldo Kredit | Keterangan |
| 1 Jan 2023 | Rp 100.000.000 | – | Rp 100.000.000 | – | Modal awal |
| Nama Akun: Modal PT Jaya Abadi | Kode Akun: 31 | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Debet | Kredit | Saldo Debet | Saldo Kredit | Keterangan |
| 1 Jan 2023 | – | Rp 100.000.000 | – | Rp 100.000.000 | Modal awal |
Demikianlah tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa yang harus dilakukan oleh akuntan. Tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa ini penting untuk menghasilkan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi keuangan tersebut dapat digunakan oleh manajemen perusahaan, pemilik perusahaan, kreditur, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk menilai kinerja dan kondisi perusahaan.
Sumber:
(1) Apa Saja Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan Jasa? – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/tahap-pencatatan-akuntansi-perusahaan-jasa.
(2) 10 Siklus Akuntansi atau Keuangan Perusahaan Jasa – Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-perusahaan-jasa/.
(3) Langkah-langkah Tahapan Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa …. https://ukirama.com/blogs/langkah-langkah-tahapan-pencatatan-akuntansi-pada-perusahaan-jasa-beserta-contohnya.
(4) 3 Tahap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa – idschool. https://idschool.net/sma/siklus-akuntansi-perusahaan-jasa/.gikhtisaran – EcoHepi. https://robith.hepidev.com/2021/07/17/tahap-pengikhtisaran/.
(5) Apa itu Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa? – Kelas Pintar. https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/apa-itu-siklus-akuntansi-perusahaan-jasa-2327/.
(6) Penjelasan Tahapan Siklus Akuntansi yang Perlu Kamu Tau! – Materi …. https://www.zenius.net/blog/siklus-akuntansi.