Menu Tutup

Tulisan yang Benar: Magrib atau Maghrib?

Dalam bahasa Indonesia, penulisan yang benar untuk kata yang sering kita gunakan merujuk pada waktu salat adalah magrib, bukan maghrib. Hal ini sesuai dengan pedoman Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Penjelasan dari KBBI

Menurut KBBI, kata “magrib” ditulis dengan huruf g, bukan gh seperti dalam bahasa Arab. Ini merupakan hasil adaptasi dari transliterasi bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab, istilah aslinya memang menggunakan huruf “ghain” (مغرب), namun dalam transliterasi KBBI, ejaan disederhanakan menjadi “magrib” tanpa huruf tambahan seperti “h” setelah “g”.

Magrib dalam KBBI memiliki beberapa makna, antara lain:

  1. Arah matahari terbenam, yaitu barat.
  2. Waktu saat matahari terbenam, yang juga merupakan waktu dimulainya salat Magrib.
  3. Salah satu dari lima waktu salat wajib dalam Islam yang dilaksanakan setelah matahari terbenam hingga hilangnya cahaya merah di langit barat.

Asal Usul Penulisan

Kata “maghrib” sebenarnya berasal dari bahasa Arab yang berarti “barat” atau “waktu matahari terbenam”. Penggunaan huruf gh dalam bahasa Arab ditransliterasikan dalam beberapa sistem menjadi ghain (غ). Namun, dalam aturan ejaan bahasa Indonesia, tidak ada padanan huruf yang persis sama dengan ghain. Oleh karena itu, bunyi gh dalam kata ini diganti dengan g untuk menyesuaikan dengan fonologi bahasa Indonesia, sehingga kata tersebut ditulis sebagai magrib.

Kesimpulan

Penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia adalah magrib, baik ketika digunakan untuk menyebut waktu matahari terbenam maupun untuk merujuk pada waktu salat yang dilakukan umat Muslim. Penggunaan kata maghrib dengan huruf h tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disederhanakan.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya