Menu Tutup

Penggunaan Artikel ‘A’, ‘An’, dan ‘The’

Kata “a”, “an”, dan “the” adalah tiga artikel yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris. Meskipun ukurannya kecil, penggunaannya yang benar sangat penting untuk kejelasan dan ketepatan komunikasi. Kesalahan dalam penggunaan artikel dapat mengubah makna kalimat secara drastis atau membuatnya terdengar tidak alami bagi penutur asli. Artikel-artikel ini berfungsi sebagai penentu (determiners), yang mendahului kata benda untuk memberikan informasi tentang apakah kata benda tersebut spesifik atau umum, dan apakah ia tunggal atau jamak. Memahami perbedaan dan aturan penggunaannya adalah langkah fundamental dalam menguasai bahasa Inggris.

Artikel Tak Tentu: ‘A’ dan ‘An’

Artikel ‘a’ dan ‘an’ disebut sebagai artikel tak tentu (indefinite articles) karena mereka merujuk pada kata benda yang tidak spesifik, umum, atau salah satu dari banyak hal yang sejenis. Mereka digunakan ketika pembicara atau penulis memperkenalkan sesuatu untuk pertama kalinya, atau ketika identitas pastinya tidak penting atau tidak diketahui oleh pendengar/pembaca.

Perbedaan utama antara ‘a’ dan ‘an’ terletak pada bunyi awal kata benda yang mengikutinya, bukan pada ejaannya.

  • Penggunaan ‘A’: ‘A’ digunakan sebelum kata benda tunggal yang dapat dihitung (singular countable nouns) yang diawali dengan bunyi konsonan.

    • Contoh: a book (buku), a car (mobil), a happy person (orang yang bahagia), a university (universitas – meskipun diawali huruf ‘u’, bunyinya adalah ‘yoo’ yang merupakan konsonan).
    • Jika kata benda diawali dengan huruf ‘u’ atau ‘eu’ tetapi bunyinya seperti ‘yoo’, maka ‘a’ digunakan. Contoh lainnya: a European country.
    • Jika kata benda diawali dengan huruf ‘o’ tetapi bunyinya seperti ‘w’, maka ‘a’ juga digunakan. Contoh: a one-way street.
  • Penggunaan ‘An’: ‘An’ digunakan sebelum kata benda tunggal yang dapat dihitung yang diawali dengan bunyi vokal (a, e, i, o, u).

    • Contoh: an apple (apel), an elephant (gajah), an idea (ide), an hour (jam – meskipun diawali huruf ‘h’, bunyinya adalah ‘ow’ yang merupakan vokal, karena huruf ‘h’ tidak diucapkan).
    • Jika kata benda diawali dengan huruf ‘h’ tetapi huruf ‘h’ tersebut tidak diucapkan (silent ‘h’), maka ‘an’ digunakan. Contoh lainnya: an honest man.
    • Ketika sebuah singkatan atau akronim diawali dengan bunyi vokal, ‘an’ juga digunakan. Contoh: an MBA degree (gelar MBA – karena ‘M’ diucapkan sebagai ‘em’), an SOS signal (sinyal SOS – karena ‘S’ diucapkan sebagai ‘es’).

Kapan Menggunakan ‘A’ atau ‘An’: Poin-Poin Penting

  1. Kata Benda Tunggal yang Dapat Dihitung: ‘A’ dan ‘an’ hanya digunakan dengan kata benda tunggal yang dapat dihitung. Mereka tidak digunakan dengan kata benda jamak atau kata benda tak dapat dihitung (uncountable nouns).

    • Benar: I saw a bird. (Saya melihat seekor burung.)
    • Salah: I saw a birds.
    • Salah: I need a water. (Water adalah kata benda tak dapat dihitung.)
    • Benar: I need some water. atau I need a glass of water.
  2. Penyebutan Pertama Kali: Gunakan ‘a’ atau ‘an’ ketika Anda menyebutkan sesuatu untuk pertama kalinya.

    • Contoh: I bought a new phone yesterday. The phone has a great camera. (Saya membeli ponsel baru kemarin. Ponsel itu memiliki kamera yang bagus.) – Perhatikan bagaimana ‘a new phone’ digunakan saat penyebutan pertama, kemudian ‘the phone’ digunakan saat penyebutan selanjutnya.
  3. Profesi atau Pekerjaan: ‘A’ atau ‘an’ sering digunakan untuk menyatakan profesi atau pekerjaan.

    • Contoh: She is a doctor. (Dia seorang dokter.)
    • Contoh: He wants to be an engineer. (Dia ingin menjadi seorang insinyur.)
  4. Ekspresi Kuantitas: Digunakan dalam beberapa ekspresi yang menunjukkan kuantitas.

    • Contoh: a lot of, a couple of, a dozen.

Artikel Tentu: ‘The’

Artikel ‘the’ disebut sebagai artikel tentu (definite article) karena ia merujuk pada kata benda yang spesifik, sudah diketahui, atau unik. Penggunaannya menunjukkan bahwa pembicara/penulis dan pendengar/pembaca sama-sama tahu benda atau orang mana yang sedang dibicarakan. ‘The’ dapat digunakan dengan kata benda tunggal, jamak, atau tak dapat dihitung.

Kapan Menggunakan ‘The’: Aturan Kunci

  1. Ketika Kata Benda Telah Disebutkan Sebelumnya: Ini adalah aturan paling umum. Setelah kata benda diperkenalkan dengan ‘a’ atau ‘an’, gunakan ‘the’ untuk merujuk kembali padanya.

    • Contoh: I have a dog. The dog is very playful. (Saya punya anjing. Anjing itu sangat suka bermain.)
  2. Ketika Ada Hanya Satu dari Suatu Hal: Jika hanya ada satu dari suatu objek atau entitas di dunia, gunakan ‘the’.

    • Contoh: the sun (matahari), the moon (bulan), the Earth (bumi), the President of Indonesia (Presiden Indonesia).
  3. Ketika Kata Benda Spesifik atau Unik dalam Konteks: Jika jelas dari konteks apa yang dimaksud.

    • Contoh: Please close the door. (Tolong tutup pintu.) – Diasumsikan ada satu pintu tertentu yang diketahui oleh kedua belah pihak.
    • Contoh: We went to the park yesterday. (Kami pergi ke taman kemarin.) – Diasumsikan ada taman tertentu yang sudah diketahui.
  4. Sebelum Kata Sifat Superlatif dan Bilangan Ordinal:

    • Contoh: She is the smartest student in the class. (Dia adalah siswa terpintar di kelas.)
    • Contoh: This is the first time I’ve been here. (Ini adalah pertama kalinya saya berada di sini.)
  5. Sebelum Nama Sungai, Pegunungan, Samudra, Gurun, Kepulauan, dan Kanal:

    • Contoh: the Amazon River, the Himalayas, the Pacific Ocean, the Sahara Desert, the Maldives, the Suez Canal.
  6. Sebelum Nama Alat Musik:

    • Contoh: He plays the guitar. (Dia bermain gitar.)
  7. Sebelum Nama Kebangsaan (sebagai kelompok):

    • Contoh: the French (orang Prancis), the Japanese (orang Jepang).
  8. Sebelum Nama Hotel, Restoran, Bioskop, Teater, Museum, Galeri, atau Perpustakaan yang Terkenal:

    • Contoh: the Hilton Hotel, the Louvre Museum.
  9. Sebelum Kata Benda yang Diikuti oleh Frasa atau Klausa yang Membatasi Maknanya:

    • Contoh: This is the book that I was telling you about. (Ini adalah buku yang saya ceritakan padamu.)

Kapan Tidak Menggunakan Artikel (Zero Article)

Ada beberapa kasus di mana artikel tidak digunakan sama sekali. Ini disebut sebagai “zero article”.

  1. Sebelum Kata Benda Jamak atau Tak Dapat Dihitung yang Umum:

    • Contoh: Birds fly. (Burung terbang.) – Merujuk pada burung secara umum.
    • Contoh: Water is essential for life. (Air penting untuk kehidupan.) – Merujuk pada air secara umum.
  2. Nama Orang, Negara, Kota, Jalan, Benua (kecuali jika merupakan gabungan nama seperti “The United States”):

    • Contoh: I live in Jakarta, Indonesia.
    • Contoh: Mount Everest is the highest mountain.
  3. Nama Mata Pelajaran, Olahraga, Penyakit (umum):

    • Contoh: I study Mathematics.
    • Contoh: He plays football.
    • Contoh: She has flu.
  4. Sebelum Nama Makanan atau Waktu Makan (umum):

    • Contoh: I usually have breakfast at 7 AM.
    • Contoh: What’s for dinner?
  5. Sebelum Kata Benda Abstrak (umum):

    • Contoh: Love is a powerful emotion.
    • Contoh: Happiness is subjective.
  6. Transportasi (umum):

    • Contoh: by bus, by car, by plane.

Kesimpulan

Penggunaan artikel ‘a’, ‘an’, dan ‘the’ adalah salah satu aspek bahasa Inggris yang paling menantang bagi pembelajar non-penutur asli. Namun, dengan pemahaman yang solid tentang aturan dasarnya dan banyak latihan, Anda dapat menguasai penggunaannya. Ingatlah bahwa ‘a’ dan ‘an’ digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang tidak spesifik dan tunggal, dengan pilihan di antara keduanya ditentukan oleh bunyi awal kata benda. Sementara itu, ‘the’ digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang spesifik, unik, atau sudah diketahui. Memperhatikan konteks kalimat dan apakah kata benda tersebut dapat dihitung atau tidak, serta apakah ia tunggal atau jamak, adalah kunci untuk membuat pilihan artikel yang tepat.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya