Pendidikan adalah salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang berkualitas dapat menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, dan berakhlak mulia. Namun, kenyataannya pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan masalah yang menghambat perkembangannya. Apa saja penyebab pendidikan di Indonesia susah maju? Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Kurangnya Anggaran untuk Pendidikan
Salah satu faktor yang menyebabkan pendidikan di Indonesia susah maju adalah kurangnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan. Padahal, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus mengalokasikan minimal 20% dari APBN dan APBD untuk pendidikan. Namun, dalam praktiknya anggaran pendidikan sering tidak mencapai target tersebut. Menurut data Kementerian Keuangan, pada tahun 2020 anggaran pendidikan hanya sebesar 15,9% dari APBN. Akibatnya, banyak kebutuhan pendidikan yang tidak terpenuhi, seperti sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan guru, bantuan siswa miskin, pengembangan kurikulum, penelitian dan inovasi, dan lain-lain.
Rendahnya Mutu Pendidikan
Faktor lain yang menyebabkan pendidikan di Indonesia susah maju adalah rendahnya mutu pendidikan yang ditawarkan oleh sistem pendidikan nasional. Hal ini dapat dilihat dari hasil-hasil tes internasional seperti Program for International Student Assessment (PISA) atau Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang menunjukkan bahwa siswa Indonesia berada di bawah rata-rata negara-negara peserta. Rendahnya mutu pendidikan juga terlihat dari lulusan-lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang belum memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja atau pembangunan bangsa. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya mutu pendidikan antara lain adalah kurangnya standar dan akreditasi sekolah atau perguruan tinggi, kurangnya kualifikasi dan profesionalisme guru atau dosen, kurangnya relevansi dan kreativitas kurikulum, kurangnya fasilitas belajar mengajar yang memadai, dan kurangnya budaya belajar yang berkualitas di kalangan siswa atau mahasiswa.
Kurangnya Akses Pendidikan
Faktor selanjutnya yang menyebabkan pendidikan di Indonesia susah maju adalah kurangnya akses pendidikan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun angka partisipasi kasar (APK) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah sudah mencapai lebih dari 90%, namun masih ada sekitar 4 juta anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, ketidaksetaraan gender, keterbatasan geografis, konflik sosial, atau faktor budaya. Selain itu, akses pendidikan juga terbatas bagi kelompok-kelompok tertentu seperti penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus, anak-anak korban bencana alam atau konflik bersenjata, anak-anak perempuan dari keluarga miskin atau minoritas agama atau etnis, dan lain-lain. Akibatnya, banyak potensi-potensi manusia Indonesia yang tidak tergali secara optimal.
Kurangnya Sinergi antara Pemerintah dan Masyarakat
Faktor terakhir yang menyebabkan pendidikan di Indonesia susah maju adalah kurangnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan. Pemerintah sebagai penyelenggara utama sistem pendidikan nasional sering tidak responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat dalam bidang pendidikan. Pemerintah juga sering tidak transparan dan akuntabel dalam penggunaan anggaran dan sumber daya pendidikan. Di sisi lain, masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama dalam pendidikan sering tidak aktif dan kritis dalam mengawasi dan memberi masukan kepada pemerintah dalam hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Masyarakat juga sering tidak peduli dan tidak bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan anak-anak mereka sendiri. Akibatnya, terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam dunia pendidikan.
Kesimpulan
Pendidikan di Indonesia masih susah maju karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurangnya anggaran untuk pendidikan, rendahnya mutu pendidikan, kurangnya akses pendidikan, dan kurangnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya bersama dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia agar dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan nasional. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan sesuai dengan amanat undang-undang, meningkatkan standar dan akreditasi sekolah atau perguruan tinggi, meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme guru atau dosen, meningkatkan relevansi dan kreativitas kurikulum, meningkatkan fasilitas belajar mengajar yang memadai, meningkatkan budaya belajar yang berkualitas di kalangan siswa atau mahasiswa, meningkatkan akses pendidikan bagi semua kelompok masyarakat tanpa diskriminasi, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional.