Kepribadian adalah keseluruhan ciri-ciri psikologis dan sosial yang membedakan seseorang dari orang lain. Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dua faktor eksternal yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian adalah keluarga dan masyarakat.
Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian
Keluarga adalah lingkungan pertama dan terdekat yang ditemui oleh seseorang sejak lahir. Keluarga memberikan pengasuhan, pendidikan, kasih sayang, perlindungan, dan bimbingan kepada anggota-anggotanya. Keluarga juga merupakan sumber identitas, nilai, norma, dan peran sosial bagi seseorang.
Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
- Aspek biologis. Keluarga memberikan warisan genetik yang menentukan ciri-ciri fisik, temperamen, bakat, dan kecenderungan perilaku seseorang. Warisan genetik ini tidak dapat diubah, tetapi dapat dimodifikasi oleh faktor-faktor lain.
- Aspek psikologis. Keluarga memberikan stimulasi, interaksi, komunikasi, dan afeksi yang mempengaruhi perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan moral seseorang. Keluarga juga memberikan dukungan, penghargaan, kritik, dan sanksi yang mempengaruhi harga diri, motivasi, sikap, dan perilaku seseorang.
- Aspek sosial-budaya. Keluarga memberikan contoh, teladan, model, dan panutan yang mempengaruhi pembelajaran sosial seseorang. Keluarga juga memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan apresiasi terhadap budaya, agama, adat istiadat, bahasa, dan sejarah yang mempengaruhi identitas sosial seseorang.
Peran Masyarakat dalam Pembentukan Kepribadian
Masyarakat adalah kumpulan orang-orang yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dengan memiliki kesamaan budaya. Masyarakat memberikan lingkungan sosial yang lebih luas dan kompleks bagi seseorang untuk berinteraksi, berkomunikasi, berpartisipasi, dan berkontribusi. Masyarakat juga merupakan sumber referensi, pengaruh, tekanan, dan konflik bagi seseorang.
Peran masyarakat dalam pembentukan kepribadian dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
- Aspek ekonomi. Masyarakat memberikan kesempatan, tantangan, persaingan, kerjasama, dan bantuan yang mempengaruhi status sosial ekonomi seseorang. Status sosial ekonomi ini mempengaruhi akses seseorang terhadap sumber daya, fasilitas, layanan, dan peluang yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
- Aspek politik. Masyarakat memberikan struktur, sistem, aturan, kebijakan, kekuasaan, dan otoritas yang mempengaruhi hak dan kewajiban seseorang sebagai warga negara. Hak dan kewajiban ini mempengaruhi partisipasi politik, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial seseorang.
- Aspek pendidikan. Masyarakat memberikan lembaga, program, kurikulum, metode, dan evaluasi pendidikan yang mempengaruhi proses belajar mengajar seseorang. Proses belajar mengajar ini mempengaruhi pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan prestasi akademik seseorang.
- Aspek media massa. Masyarakat memberikan informasi, hiburan, persuasi, dan propaganda yang mempengaruhi persepsi, opini, sikap, dan perilaku seseorang. Media massa juga memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap nilai, norma, dan gaya hidup seseorang.
Kesimpulan
Keluarga dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Keduanya memberikan pengaruh yang saling berinteraksi dan berdampak pada aspek-aspek biologis, psikologis, sosial-budaya, ekonomi, politik, pendidikan, dan media massa seseorang. Oleh karena itu, keluarga dan masyarakat harus saling mendukung dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kepribadian yang sehat, positif, dan produktif bagi setiap individu.