Menu Tutup

Perbedaan Antara Mataram Kuno dan Mataram Islam

Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara. Namun, terdapat dua periode berbeda dalam sejarahnya: Mataram Kuno dan Mataram Islam. Meskipun keduanya berbagi nama yang sama, terdapat perbedaan mendasar dalam hal waktu berdiri, corak agama, sistem pemerintahan, dan peninggalan budaya.

1. Periode dan Pendiri

  • Mataram Kuno: Berdiri pada abad ke-8 Masehi, kerajaan ini didirikan oleh Raja Sanjaya dari Dinasti Sanjaya. Pemerintahannya berlangsung hingga abad ke-11 Masehi.
  • Mataram Islam: Didirikan pada abad ke-16 Masehi oleh Sutawijaya, yang kemudian dikenal sebagai Panembahan Senopati. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-17 di bawah kepemimpinan Sultan Agung.

2. Corak Agama

  • Mataram Kuno: Kerajaan ini bercorak Hindu-Buddha. Pada masa Dinasti Sanjaya, Hindu menjadi agama dominan, sementara pada masa Dinasti Syailendra, Buddha Mahayana lebih menonjol.
  • Mataram Islam: Sebagaimana namanya, kerajaan ini bercorak Islam. Islam menjadi agama resmi dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya dan sistem pemerintahan.

3. Lokasi dan Pusat Pemerintahan

  • Mataram Kuno: Awalnya berpusat di Jawa Tengah, khususnya di sekitar Yogyakarta. Namun, pada abad ke-10, pusat pemerintahan dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok.
  • Mataram Islam: Pusat pemerintahannya terletak di Kotagede, Yogyakarta. Kemudian, ibu kota berpindah ke Plered dan Kartasura sebelum akhirnya terbagi menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta akibat Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.

4. Sistem Pemerintahan

  • Mataram Kuno: Menganut sistem monarki dengan raja sebagai pemimpin tertinggi. Kekuasaan raja didukung oleh struktur birokrasi yang terorganisir.
  • Mataram Islam: Mengadopsi sistem kesultanan dengan sultan sebagai pemimpin tertinggi. Sistem pemerintahan ini dipengaruhi oleh ajaran Islam dan melibatkan dewan penasihat dalam pengambilan keputusan.

5. Peninggalan Budaya

  • Mataram Kuno: Meninggalkan warisan budaya berupa candi-candi megah seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Selain itu, terdapat prasasti-prasasti penting seperti Prasasti Canggal dan Prasasti Kalasan.
  • Mataram Islam: Meninggalkan peninggalan berupa keraton seperti Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, serta masjid-masjid bersejarah seperti Masjid Agung Kotagede dan Masjid Agung Surakarta.

6. Masa Kejayaan dan Keruntuhan

  • Mataram Kuno: Mencapai puncak kejayaan pada masa Dinasti Syailendra dengan pembangunan Candi Borobudur. Kerajaan ini mulai mengalami kemunduran pada abad ke-10, yang ditandai dengan perpindahan pusat pemerintahan ke Jawa Timur.
  • Mataram Islam: Mencapai puncak kejayaan di bawah Sultan Agung dengan wilayah kekuasaan yang luas. Namun, kerajaan ini mulai melemah akibat konflik internal dan intervensi VOC, yang akhirnya menyebabkan perpecahan menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta pada tahun 1755.

Kesimpulan

Meskipun sama-sama bernama Mataram dan berlokasi di Pulau Jawa, Mataram Kuno dan Mataram Islam memiliki perbedaan signifikan dalam hal periode berdiri, corak agama, sistem pemerintahan, dan peninggalan budaya. Memahami perbedaan ini penting untuk menghargai kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang beragam.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya