Pengertian
Perdagangan internasional adalah kegiatan yang terkait dengan transaksi barang dan/atau jasa yang terjadi antar negara dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan1. Secara garis besar, perdagangan internasional merupakan kegiatan ekspor dan impor.
Tujuan Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional memiliki beberapa tujuan, antara lain:
- Menaikkan devisa negara, yaitu pemasukan uang asing yang dapat digunakan untuk membayar utang luar negeri, membiayai pembangunan, dan meningkatkan cadangan devisa2.
- Pertumbuhan ekonomi, yaitu peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat akibat adanya perdagangan internasional2.
- Mempengaruhi stabilitas harga barang ekspor, yaitu menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang ekspor di pasar internasional agar harga tidak terlalu fluktuatif2.
- Eksistensi tenaga kerja, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam sektor perdagangan internasional2.
- Memenuhi kebutuhan di negara lain, yaitu menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh negara lain yang tidak dapat diproduksi sendiri atau kurang efisien2.
- Memperoleh keuntungan internal dan eksternal, yaitu mendapatkan laba dari selisih harga jual dan beli barang dan jasa serta memperoleh manfaat lain seperti transfer teknologi, pengetahuan, dan budaya2.
- Memperluas pasar, yaitu menjangkau konsumen potensial di berbagai negara sehingga dapat meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar2.
Manfaat Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional memberikan manfaat bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya, antara lain:
- Membentuk hubungan persahabatan antar negara, yaitu melalui kerjasama perdagangan internasional dapat meningkatkan rasa saling menghormati, menghargai, dan mempercayai antar negara2.
- Dapat menciptakan efisiensi dan spesialisasi, yaitu melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia secara optimal sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing negara2.
- Dapat meningkatkan kemakmuran negara, yaitu melalui peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat akibat adanya perdagangan internasional2.
- Dapat mengurangi pengangguran, yaitu melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja dalam sektor perdagangan internasional2.
- Mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu melalui pertukaran informasi, inovasi, dan penemuan baru yang dapat meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang2.
- Dapat menstabilkan harga, yaitu melalui keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan jasa di pasar internasional sehingga dapat menghindari inflasi atau deflasi2.
Kerugian dari Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional juga memiliki beberapa kerugian atau dampak negatif bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya, antara lain:
- Menimbulkan persaingan yang ketat antar negara, yaitu akibat adanya perbedaan kualitas, harga, dan preferensi konsumen terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh berbagai negara1.
- Menyebabkan ketergantungan ekonomi antar negara, yaitu akibat adanya keterbatasan sumber daya alam dan manusia yang membuat suatu negara harus mengimpor barang dan jasa dari negara lain1.
- Menimbulkan defisit neraca perdagangan, yaitu akibat adanya ketidakseimbangan antara nilai ekspor dan impor suatu negara yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian negara tersebut1.
- Menyebabkan kerusakan lingkungan, yaitu akibat adanya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan perdagangan internasional1.
- Menyebabkan ketimpangan sosial, yaitu akibat adanya perbedaan tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup antara negara-negara maju dan berkembang yang terlibat dalam perdagangan internasional1.
Contoh Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
- Perdagangan internasional ekspor, yaitu kegiatan menjual barang dan jasa dari suatu negara ke negara lain. Contohnya, Indonesia mengekspor karet, minyak sawit, batubara, dan tekstil ke berbagai negara seperti China, Jepang, Amerika Serikat, dan India3.
- Perdagangan internasional impor, yaitu kegiatan membeli barang dan jasa dari negara lain ke suatu negara. Contohnya, Indonesia mengimpor beras, gandum, gula, mesin, dan kendaraan bermotor dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Australia, Jerman, dan Jepang3.
- Perdagangan internasional barter, yaitu kegiatan menukar barang dan jasa antar negara tanpa menggunakan uang. Contohnya, Indonesia menukar minyak mentah dengan pesawat terbang dari Rusia3.
- Perdagangan internasional konsumsi, yaitu kegiatan membeli barang dan jasa dari negara lain untuk dikonsumsi di dalam negeri. Contohnya, masyarakat Indonesia membeli produk elektronik, pakaian, makanan, dan minuman dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat3.
Kebijakan Perdagangan Internasional
Kebijakan perdagangan internasional adalah strategi atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah suatu negara untuk mengatur atau mengendalikan kegiatan perdagangan internasional. Kebijakan perdagangan internasional dapat bersifat proteksionis atau liberalis.
- Kebijakan proteksionis adalah kebijakan yang bertujuan untuk melindungi produsen dalam negeri dari persaingan produsen asing dengan cara memberlakukan hambatan perdagangan seperti tarif (bea masuk), kuota (batasan jumlah impor), subsidi (bantuan finansial), standar kualitas (persyaratan teknis), dan embargo (larangan impor atau ekspor)4.
- Kebijakan liberalis adalah kebijakan yang bertujuan untuk mendorong perdagangan bebas antar negara dengan cara menghapus atau mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif, kuota, subsidi, standar kualitas, dan embargo4.
Faktor Penggerak Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong terjadinya pertukaran barang dan jasa antar negara. Faktor-faktor tersebut antara lain:
- Perbedaan sumber daya alam, yaitu adanya variasi sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara seperti tanah, air, mineral, iklim, flora, dan fauna yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi barang dan jasa2.
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), yaitu adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, inovasi produk, kualitas barang dan jasa, serta kemudahan akses informasi2.
- Terjadinya kelebihan produksi sehingga memerlukan perluasan usaha, yaitu adanya kapasitas produksi yang melebihi permintaan dalam negeri sehingga membutuhkan pasar yang lebih luas di luar negeri.
- Warga negara lain memiliki ketertarikan pada suatu produk yang sama, yaitu adanya preferensi atau selera konsumen yang berbeda-beda di setiap negara terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen.
- Adanya keinginan untuk menjalin kerja sama dengan negara lain, yaitu adanya motif politik, sosial, budaya, atau keamanan yang mendorong suatu negara untuk berhubungan dengan negara lain melalui perdagangan internasional.
- Adanya kemajuan telekomunikasi, informasi, dan transportasi, yaitu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang dapat memfasilitasi komunikasi, informasi, dan transportasi antar negara sehingga mempermudah perdagangan internasional.
- Memperluas pasar, yaitu adanya tujuan untuk menjangkau konsumen potensial di berbagai negara sehingga dapat meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar.
Faktor Penghambat Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menghambat terjadinya pertukaran barang dan jasa antar negara. Faktor-faktor tersebut antara lain:
- Nilai tukar yang berbeda, yaitu adanya perbedaan nilai mata uang antar negara yang dapat mempengaruhi daya saing produk, biaya transaksi, dan risiko nilai tukar.
- Kebijakan ekonomi internasional, yaitu adanya aturan atau perjanjian yang dibuat oleh organisasi atau lembaga ekonomi internasional seperti WTO, IMF, World Bank, APEC, ASEAN, dll. yang dapat membatasi atau mengatur kegiatan perdagangan internasional.
- Terjadinya konflik pada suatu negara, yaitu adanya situasi politik, sosial, budaya, atau keamanan yang tidak stabil pada suatu negara yang dapat mengganggu kegiatan perdagangan internasional.
- Kegiatan ekspor dan impor yang terlalu lama, yaitu adanya proses administrasi, birokrasi, atau regulasi yang rumit dan berbelit-belit yang dapat menunda atau menghambat kegiatan ekspor dan impor.
- Kualitas sumber daya manusia yang rendah, yaitu adanya keterbatasan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan pendidikan sumber daya manusia yang terlibat dalam perdagangan internasional.
- Organisasi ekonomi regional pada suatu negara, yaitu adanya ketergabungan suatu negara dalam suatu organisasi ekonomi regional seperti Uni Eropa, NAFTA, dll. yang dapat memberikan perlakuan khusus atau diskriminatif terhadap negara-negara anggota atau non anggota.
Sumber:
(1) Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Hambatan …. https://katadata.co.id/iftitah/berita/625e22f7caae6/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-dan-hambatan.
(2) Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contohnya …. https://www.gramedia.com/literasi/perdagangan-internasional/.
(3) Perdagangan Internasional – Kemendag. https://jdih.kemendag.go.id/pdf/Buku-/Jurnal/Perdagangan_Internasional.pdf.
(4) Perdagangan internasional – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional.
(5) Getty Images. https://www.gettyimages.com/detail/photo/logistics-and-transportation-of-container-cargo-royalty-free-image/1144933955.