Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu yang melibatkan manusia dan kebudayaannya. Sejarah dapat membantu kita memahami asal-usul, perkembangan, dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, bangsa, dan dunia. Sejarah juga dapat memberikan pelajaran dan inspirasi bagi generasi sekarang dan masa depan.
Namun, sejarah tidak bisa dipelajari secara acak dan sembarangan. Sejarah harus disusun secara sistematis dan logis berdasarkan waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa sejarah. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang disebut periodisasi sejarah.
Pengertian Periodisasi Sejarah
Periodisasi sejarah adalah pembabakan atau pengelompokan waktu berdasarkan peristiwa-peristiwa sejarah yang menonjol atau memiliki ciri khas tertentu. Tujuan periodisasi sejarah adalah untuk memudahkan pengkajian, analisis, dan penafsiran sejarah. Periodisasi sejarah juga dapat membantu kita mengenali pola-pola, keterkaitan, dan dampak dari peristiwa-peristiwa sejarah.
Periodisasi sejarah dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada sudut pandang, kriteria, dan tujuan yang digunakan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi periodisasi sejarah antara lain:
- Faktor geografis, yaitu letak, bentuk, dan luas wilayah yang menjadi objek kajian sejarah.
- Faktor politik, yaitu kekuasaan, pemerintahan, konflik, dan perubahan yang terjadi dalam suatu wilayah atau bangsa.
- Faktor ekonomi, yaitu kegiatan produksi, distribusi, konsumsi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia.
- Faktor sosial-budaya, yaitu kehidupan masyarakat, adat istiadat, agama, seni, ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu wilayah atau bangsa.
- Faktor ideologi, yaitu pandangan hidup, pemikiran, gagasan, cita-cita, atau tujuan yang menjadi dasar tindakan manusia.
Periodisasi Sejarah Dunia
Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia dari zaman prasejarah hingga zaman modern. Sejarah dunia mencakup berbagai peradaban, budaya, agama, perang, penemuan, revolusi, dan globalisasi yang mempengaruhi perkembangan manusia.
Periodisasi sejarah dunia dapat dibedakan menjadi dua macam: periodisasi tradisional dan periodisasi alternatif. Periodisasi tradisional adalah periodisasi yang umum digunakan dalam buku-buku teks sejarah dunia. Periodisasi ini biasanya berdasarkan pada peristiwa-peristiwa besar atau penting dalam sejarah dunia. Periodisasi alternatif adalah periodisasi yang mencoba memberikan perspektif baru atau berbeda dalam melihat sejarah dunia. Periodisasi ini biasanya berdasarkan pada tema-tema tertentu atau sudut pandang tertentu dalam sejarah dunia.
Periodisasi Tradisional
Periodisasi tradisional sejarah dunia umumnya terbagi menjadi empat zaman utama: zaman kuno (ancient), zaman pertengahan (medieval), zaman modern awal (early modern), dan zaman modern akhir (late modern). Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing zaman:
- Zaman Kuno (Ancient): Zaman ini berlangsung dari awal peradaban manusia hingga runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476 Masehi. Zaman ini ditandai dengan kemunculan berbagai peradaban kuno di Mesopotamia (Sumeria), Mesir Kuno (Firaun), India (Harappa), Cina (Shang), Yunani (Hellas), Persia (Achaemenid), Roma (Caesar), dll. Zaman ini juga ditandai dengan perkembangan aksara, agama, filsafat, seni, ilmu pengetahuan, hukum, dan politik.
- Zaman Pertengahan (Medieval): Zaman ini berlangsung dari runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat hingga penemuan Amerika oleh Christopher Columbus pada tahun 1492 Masehi. Zaman ini ditandai dengan terpecahnya Eropa menjadi berbagai kerajaan dan feodalisme, berkembangnya agama-agama monoteis (Kristen, Islam, Yahudi), munculnya Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Mongol, terjadinya Perang Salib dan Perang Seratus Tahun, serta munculnya Renaisans (kebangkitan ilmu pengetahuan dan seni).
- Zaman Modern Awal (Early Modern): Zaman ini berlangsung dari penemuan Amerika hingga Revolusi Prancis pada tahun 1789 Masehi. Zaman ini ditandai dengan perkembangan eksplorasi, kolonialisme, perdagangan, kapitalisme, iluminasi (pencerahan), revolusi ilmiah, revolusi industri, revolusi politik, dan nasionalisme.
- Zaman Modern Akhir (Late Modern): Zaman ini berlangsung dari Revolusi Prancis hingga sekarang. Zaman ini ditandai dengan perkembangan globalisasi, demokrasi, imperialisme, komunisme, fasisme, sosialisme, liberalisme, feminisme, humanisme, multikulturalisme, lingkungan hidup, hak asasi manusia, perang dunia, perang dingin, perang terorisme, teknologi informasi dan komunikasi, bioteknologi, dll.
Periodisasi Alternatif
Periodisasi alternatif sejarah dunia adalah periodisasi yang mencoba memberikan perspektif baru atau berbeda dalam melihat sejarah dunia. Periodisasi ini biasanya berdasarkan pada tema-tema tertentu atau sudut pandang tertentu dalam sejarah dunia. Beberapa contoh periodisasi alternatif antara lain:
- Periodisasi Berdasarkan Peradaban: Periodisasi ini mengelompokkan sejarah dunia berdasarkan peradaban-peradaban yang ada di dunia. Peradaban adalah suatu bentuk organisasi sosial yang kompleks yang memiliki ciri-ciri seperti sistem tulisan, sistem politik terpusat, sistem hukum formal, sistem agama resmi, sistem pendidikan formal, dll. Contoh peradaban dalam sejarah dunia antara lain: peradaban Mesopotamia (Sumeria), peradaban Mesir Kuno (Firaun), peradaban India (Harappa), peradaban Cina (Shang), peradaban Yunani (Hellas), peradaban Persia (Achaemenid), peradaban Roma (Caesar), peradaban Maya (Tikal), peradaban Aztek (Tenochtitlan), peradaban Inka (Cuzco), dll.
- Periodisasi Berdasarkan Agama: Periodisasi ini mengelompokkan sejarah dunia berdasarkan agama-agama yang ada di dunia. Agama adalah suatu sistem kepercayaan dan praktik yang berkaitan dengan hal-hal gaib atau transenden. Agama biasanya memiliki doktrin-doktrin tentang asal-usul alam semesta dan manusia, tujuan hidup manusia, kewajiban-kewajiban moral manusia, hubungan manusia dengan Tuhan atau dewa-dewa, kehidupan setelah kematian, dll. Contoh agama dalam sejarah dunia antara lain: agama-agama tradisional atau animisme (percaya pada roh-roh alam), agama-agama politeistik atau panteistik (percaya pada banyak dewa atau dewa alam semesta), agama-agama monoteistik atau henoteistik (percaya pada satu Tuhan atau satu dewa utama), agama-agama universal atau etnis (berkaitan dengan seluruh umat manusia atau suatu kelompok etnik tertentu), dll.
- Periodisasi Berdasarkan Ekonomi: Periodisasi ini mengelompokkan sejarah dunia berdasarkan ekonomi-ekonomi yang ada di dunia. Ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Ekonomi biasanya memiliki konsep-konsep seperti barang, jasa, produksi, distribusi, konsumsi, pasar, harga, uang, modal, tenaga kerja, dll. Contoh ekonomi dalam sejarah dunia antara lain: ekonomi berburu dan mengumpulkan (mengandalkan alam untuk memenuhi kebutuhan), ekonomi pertanian (mengolah tanah untuk menghasilkan pangan), ekonomi industri (menggunakan mesin untuk meningkatkan produksi), ekonomi informasi (menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengolah data), dll.
Periodisasi Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia adalah sejarah bangsa dan negara Indonesia dari masa prasejarah hingga masa kini. Sejarah Indonesia mencakup berbagai peristiwa, tokoh, gerakan, organisasi, dan perubahan yang terjadi di wilayah Nusantara dan sekitarnya.
Periodisasi sejarah Indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam: periodisasi tradisional dan periodisasi alternatif. Periodisasi tradisional adalah periodisasi yang umum digunakan dalam buku-buku teks sejarah Indonesia. Periodisasi ini biasanya berdasarkan pada peristiwa-peristiwa besar atau penting dalam sejarah Indonesia. Periodisasi alternatif adalah periodisasi yang mencoba memberikan perspektif baru atau berbeda dalam melihat sejarah Indonesia. Periodisasi ini biasanya berdasarkan pada tema-tema tertentu atau sudut pandang tertentu dalam sejarah Indonesia.
Periodisasi Tradisional
Periodisasi tradisional sejarah Indonesia umumnya terbagi menjadi enam zaman utama: zaman prasejarah, zaman klasik, zaman kolonial, zaman pergerakan nasional, zaman revolusi dan kemerdekaan, dan zaman orde lama hingga reformasi. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing zaman:
- Zaman Prasejarah: Zaman ini berlangsung dari awal keberadaan manusia di Nusantara hingga abad ke-4 Masehi. Zaman ini ditandai dengan kemunculan manusia purba seperti Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa) dan Homo sapiens (Manusia Modern), perkembangan budaya megalitikum (menggunakan batu-batu besar sebagai alat atau simbol), perkembangan budaya logam (menggunakan logam seperti tembaga, perunggu, dan besi sebagai alat atau senjata), serta perkembangan budaya maritim (menguasai laut sebagai sumber daya dan jalur perdagangan).
- Zaman Klasik: Zaman ini berlangsung dari abad ke-4 Masehi hingga abad ke-15 Masehi. Zaman ini ditandai dengan kemunculan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Kediri, Singhasari, Majapahit, dll. Zaman ini juga ditandai dengan perkembangan aksara, agama, seni, arsitektur, sastra, hukum, dan politik.
- Zaman Kolonial: Zaman ini berlangsung dari abad ke-16 Masehi hingga abad ke-20 Masehi. Zaman ini ditandai dengan kedatangan bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Prancis, dll. yang mencari rempah-rempah dan sumber daya lainnya di Nusantara. Zaman ini juga ditandai dengan perlawanan rakyat terhadap penjajahan seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Pattimura, Teuku Umar, dll., serta pembentukan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dan Hindia Belanda sebagai bentuk penguasaan kolonial Belanda.
- Zaman Pergerakan Nasional: Zaman ini berlangsung dari akhir abad ke-19 Masehi hingga tahun 1942 Masehi. Zaman ini ditandai dengan munculnya kesadaran nasionalisme dan persatuan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda. Zaman ini juga ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Jong Java, Perhimpunan Indonesia, PNI (Partai Nasional Indonesia), dll., serta tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Dr. Soetomo, H.O.S. Tjokroaminoto, Douwes Dekker, Soekarno, Hatta, dll.
- Zaman Revolusi dan Kemerdekaan: Zaman ini berlangsung dari tahun 1942 Masehi hingga tahun 1950 Masehi. Zaman ini ditandai dengan kedatangan Jepang yang menggantikan Belanda sebagai penjajah baru di Nusantara. Zaman ini juga ditandai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta, perjuangan rakyat melawan agresi militer Belanda I dan II, pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, serta pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.
- Zaman Orde Lama hingga Reformasi: Zaman ini berlangsung dari tahun 1950 Masehi hingga sekarang. Zaman ini ditandai dengan berbagai peristiwa, tokoh, gerakan, organisasi, dan perubahan yang terjadi di Indonesia. Beberapa contoh antara lain: konstituante dan demokrasi terpimpin, pemberontakan PRRI/Permesta dan G30S/PKI, orde baru dan orde reformasi, Pancasila dan UUD 1945, pemilu dan pilpres, DPR dan MPR, partai politik dan organisasi kemasyarakatan, ABRI/TNI dan Polri, pemerintah pusat dan daerah, pembangunan ekonomi dan sosial-budaya, krisis moneter dan politik, reformasi ekonomi dan politik, gerakan mahasiswa dan rakyat, hak asasi manusia dan demokrasi, dll.
Periodisasi Alternatif
Periodisasi alternatif sejarah Indonesia adalah periodisasi yang mencoba memberikan perspektif baru atau berbeda dalam melihat sejarah Indonesia. Periodisasi ini biasanya berdasarkan pada tema-tema tertentu atau sudut pandang tertentu dalam sejarah Indonesia. Beberapa contoh periodisasi alternatif antara lain:
- Periodisasi Berdasarkan Wilayah: Periodisasi ini mengelompokkan sejarah Indonesia berdasarkan wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. Wilayah adalah suatu bagian dari permukaan bumi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan wilayah lain. Wilayah biasanya memiliki faktor-faktor seperti letak geografis, bentuk geologis, iklim hidrologis, flora fauna, penduduk etnis, bahasa budaya, dll. Contoh wilayah dalam sejarah Indonesia antara lain: Sumatera (Aceh), Jawa (Jogjakarta), Kalimantan (Banjarmasin), Sulawesi (Makassar), Maluku (Ambon), Papua (Jayapura), dll.
- Periodisasi Berdasarkan Kebudayaan: Periodisasi ini mengelompokkan sejarah Indonesia berdasarkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Kebudayaan adalah suatu sistem nilai-nilai, norma-norma, aturan-aturan, simbol-simbol, dan produk-produk yang dibuat oleh manusia sebagai makhluk sosial. Kebudayaan biasanya memiliki unsur-unsur seperti aksara sastra, agama filsafat, seni arsitektur, ilmu pengetahuan teknologi, hukum politik, ekonomi perdagangan, dll. Contoh kebudayaan dalam sejarah Indonesia antara lain: kebudayaan Hindu-Buddha, kebudayaan Islam, kebudayaan Eropa, kebudayaan Jawa, kebudayaan Bali, kebudayaan Dayak, kebudayaan Toraja, kebudayaan Minangkabau, dll.
- Periodisasi Berdasarkan Tokoh: Periodisasi ini mengelompokkan sejarah Indonesia berdasarkan tokoh-tokoh yang ada di Indonesia. Tokoh adalah suatu individu yang memiliki peran penting atau berpengaruh dalam suatu peristiwa, gerakan, organisasi, atau perubahan sejarah. Tokoh biasanya memiliki karakteristik seperti latar belakang, visi misi, ideologi, kepemimpinan, prestasi, kontribusi, dll. Contoh tokoh dalam sejarah Indonesia antara lain: Gajah Mada, Raden Wijaya, Hayam Wuruk, Ken Arok, Patih Gajah Mada, Sultan Hasanuddin, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Pattimura, Teuku Umar, Kartini, Soekarno, Hatta, Suharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Jokowi, dll.
Sumber:
(1) Periodisasi Sejarah Indonesia (Praaksara-Reformasi) – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/29/121547269/periodisasi-sejarah-indonesia-praaksara-reformasi.
(2) Periodisasi: Pengertian, Tujuan Penyusunan, Konsep, dan Contohnya. https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/28/132728869/periodisasi-pengertian-tujuan-penyusunan-konsep-dan-contohnya.
(3) √ Pengertian Periodisasi, Tujuan, Manfaat, Konsep dan Contohnya. https://pendidikan.co.id/pengertian-periodisasi-tujuan-manfaat-konsep-dan-contohnya/.
(4) Periodisasi Sejarah : Pengertian, Tujuan, Contoh Lengkap Beserta …. https://www.belajarsejarah.web.id/2018/05/periodisasi-sejarah.html.
(5) Pengertian Periodisasi: Tujuan, Jenis-jenis dan Faktor yang …. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-periodisasi/.
(6) Sejarah dunia – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_dunia.
(7) Urutan Periodisasi Sejarah Indonesia – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/12/31/100000979/urutan-periodisasi-sejarah-indonesia.
(8) Periodisasi Sejarah di Indonesia, Mulai dari Prasejarah … – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6274207/periodisasi-sejarah-di-indonesia-mulai-dari-prasejarah-hingga-reformasi.