Kebudayaan adalah hasil karya, cipta, rasa, dan karsa manusia yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan mencakup berbagai aspek seperti bahasa, agama, seni, adat istiadat, sistem sosial, dan lain-lain. Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang berkembang di wilayah Indonesia yang memiliki keragaman dan kekayaan yang luar biasa.
Perkembangan kebudayaan di Indonesia tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia yang mengalami berbagai peristiwa penting dari masa praaksara hingga reformasi. Peristiwa-peristiwa tersebut turut mempengaruhi pola hidup dan perilaku masyarakat Indonesia dalam berkebudayaan. Berikut adalah pembahasan mengenai perkembangan kebudayaan di Indonesia pada masa kemerdekaan hingga reformasi.
Perkembangan Kebudayaan di Masa Kemerdekaan (1945-1965)
Masa kemerdekaan adalah masa dimana Indonesia berhasil melepaskan diri dari penjajahan bangsa asing dan mendirikan negara kesatuan Republik Indonesia. Pada masa ini, perkembangan kebudayaan di Indonesia ditandai oleh beberapa hal berikut:
– Terjadi perubahan sosial budaya pasca proklamasi kemerdekaan yang menghapus pembedaan kelas sosial berdasarkan keturunan, agama, kepercayaan, atau ras. Semua penduduk Indonesia dipandang sama secara sosial dan hukum.
– Terjadi proses integrasi nasional yang bertujuan untuk menyatukan berbagai suku, bahasa, agama, dan budaya yang ada di Indonesia dalam bingkai negara kesatuan. Salah satu upaya integrasi nasional adalah dengan menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan.
– Terjadi perkembangan seni dan sastra yang menggambarkan semangat perjuangan dan nasionalisme bangsa Indonesia. Beberapa tokoh seni dan sastra yang terkenal pada masa ini adalah Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, Pramoedya Ananta Toer, Basuki Abdullah, Affandi, dan lain-lain.
– Terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didorong oleh kebutuhan untuk membangun negara yang baru merdeka. Beberapa prestasi ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa ini adalah pembuatan pesawat terbang N-250 oleh B.J. Habibie, pembuatan reaktor nuklir oleh Sarwono Edhie Wibowo, pembuatan kapal selam oleh L.M. Nathaniel, dan lain-lain.
Perkembangan Kebudayaan di Masa Orde Baru (1966-1998)
Masa Orde Baru adalah masa dimana pemerintahan Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto yang menggantikan Presiden Soekarno setelah terjadinya peristiwa G30S/PKI. Pada masa ini, perkembangan kebudayaan di Indonesia ditandai oleh beberapa hal berikut:
– Terjadi pembangunan ekonomi dan pembangunan fisik yang masif yang berdampak pada perubahan pola hidup masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai mengenal konsumsi barang-barang modern seperti televisi, radio, mobil, motor, dan lain-lain.
– Terjadi pembinaan ideologi Pancasila yang bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari ancaman komunisme dan separatisme. Salah satu upaya pembinaan ideologi Pancasila adalah dengan menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi kemasyarakatan.
– Terjadi pembredelan dan sensor terhadap seni dan sastra yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan pemerintah. Beberapa karya seni dan sastra yang dilarang atau disensor pada masa ini adalah film Pengkhianatan G30S/PKI, novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer, puisi Aku karya Chairil Anwar, dan lain-lain.
– Terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didukung oleh pemerintah dengan memberikan beasiswa dan fasilitas kepada para ilmuwan dan peneliti. Beberapa prestasi ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa ini adalah pembuatan satelit Palapa, pembuatan pesawat terbang CN-235, pembuatan mobil nasional Timor, dan lain-lain.
Perkembangan Kebudayaan di Masa Reformasi (1998-Sekarang)
Masa Reformasi adalah masa dimana pemerintahan Indonesia mengalami perubahan dari Orde Baru ke Orde Reformasi setelah terjadinya gerakan reformasi yang dipicu oleh krisis ekonomi dan politik pada tahun 1998. Pada masa ini, perkembangan kebudayaan di Indonesia ditandai oleh beberapa hal berikut:
– Terjadi demokratisasi dan desentralisasi yang memberikan kebebasan dan otonomi kepada masyarakat Indonesia dalam berpendapat, berserikat, berorganisasi, dan mengelola sumber daya daerahnya. Hal ini berdampak pada munculnya berbagai gerakan sosial, politik, budaya, dan agama yang beragam.
– Terjadi globalisasi dan modernisasi yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia dalam berkebudayaan. Masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap pengaruh budaya asing yang masuk melalui media massa, internet, pariwisata, perdagangan, dan lain-lain.
– Terjadi perkembangan seni dan sastra yang menggambarkan kritik sosial, politik, budaya, dan agama terhadap kondisi bangsa Indonesia. Beberapa tokoh seni dan sastra yang terkenal pada masa ini adalah Riri Riza, Joko Anwar, Eka Kurniawan, Ayu Utami, Seno Gumira Ajidarma, dan lain-lain.
– Terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didorong oleh kemajuan informasi dan komunikasi. Beberapa prestasi ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa ini adalah pembuatan pesawat terbang N-219, pembuatan mobil listrik Esemka, pembuatan vaksin Nusantara, dan lain-lain.
Kesimpulan
Perkembangan kebudayaan di Indonesia pada masa kemerdekaan hingga reformasi dipengaruhi oleh berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut turut membentuk pola hidup dan perilaku masyarakat Indonesia dalam berkebudayaan. Perkembangan kebudayaan di Indonesia juga menunjukkan keragaman dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.