Menu Tutup

Permasalahan pada Kelenjar Pencernaan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kelenjar pencernaan adalah organ-organ yang menghasilkan enzim dan hormon yang berperan dalam proses pencernaan makanan. Kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar pankreas, dan kelenjar hati. Kelenjar-kelenjar ini dapat mengalami gangguan atau penyakit yang dapat mengganggu fungsi pencernaan dan kesehatan tubuh secara umum. Artikel ini akan membahas beberapa permasalahan yang sering terjadi pada kelenjar pencernaan, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah adalah kelenjar yang menghasilkan air liur yang berfungsi untuk membasahi dan melumasi makanan, membantu proses pengecapan, dan memulai pencernaan karbohidrat. Kelenjar ludah terletak di rongga mulut dan terbagi menjadi tiga pasang, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibula, dan kelenjar sublingual. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi pada kelenjar ludah adalah:

  • Xerostomia. Xerostomia adalah kondisi di mana produksi air liur berkurang atau tidak ada sama sekali. Xerostomia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dehidrasi, efek samping obat-obatan, penyakit autoimun, radioterapi, atau infeksi HIV. Gejala xerostomia meliputi mulut kering, sulit menelan, lidah terasa kaku, napas berbau, gigi mudah berlubang, dan infeksi jamur di mulut. Cara mengatasi xerostomia adalah dengan minum air putih yang cukup, mengunyah permen karet tanpa gula, menghindari alkohol dan kafein, dan menggunakan obat semprot atau gel yang mengandung air liur buatan.
  • Sialadenitis. Sialadenitis adalah peradangan pada kelenjar ludah yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, penyumbatan saluran ludah, atau reaksi alergi. Gejala sialadenitis meliputi pembengkakan, nyeri, dan kemerahan pada daerah kelenjar ludah, demam, menggigil, dan nanah keluar dari saluran ludah. Cara mengatasi sialadenitis adalah dengan mengompres daerah yang bengkak dengan air hangat, minum air putih yang banyak, mengunyah permen karet atau makanan asam untuk merangsang produksi air liur, dan mengonsumsi antibiotik atau antiviral sesuai resep dokter.
  • Sialolithiasis. Sialolithiasis adalah pembentukan batu ludah yang terjadi akibat pengendapan kalsium atau fosfat pada saluran ludah. Batu ludah dapat menyebabkan penyumbatan saluran ludah dan mengganggu aliran air liur. Gejala sialolithiasis meliputi nyeri dan pembengkakan pada daerah kelenjar ludah, terutama saat makan, rasa pahit atau asam di mulut, dan infeksi sekunder. Cara mengatasi sialolithiasis adalah dengan mengompres daerah yang bengkak dengan air hangat, minum air putih yang banyak, mengunyah permen karet atau makanan asam untuk merangsang produksi air liur, dan melakukan pembedahan untuk mengangkat batu ludah jika ukurannya besar atau menyebabkan komplikasi.

Kelenjar Lambung

Kelenjar lambung adalah kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pepsin yang berfungsi untuk mencerna protein. Kelenjar lambung terletak di dinding lambung dan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu kelenjar kardia, kelenjar fundus, kelenjar korpus, dan kelenjar pilorus. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi pada kelenjar lambung adalah:

  • Gastritis. Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), stres, alkohol, atau makanan pedas. Gejala gastritis meliputi nyeri atau kram perut, mual, muntah, hilang nafsu makan, dan perdarahan lambung. Cara mengatasi gastritis adalah dengan mengonsumsi obat antasida, obat penghambat pompa proton, atau obat penghambat reseptor H2 untuk menetralkan atau mengurangi produksi asam lambung, mengonsumsi antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dan menghindari faktor pencetus.
  • Tukak lambung. Tukak lambung adalah luka atau borok pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), stres, atau sindrom Zollinger-Ellison. Gejala tukak lambung meliputi nyeri atau kram perut, mual, muntah, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, dan perdarahan lambung. Cara mengatasi tukak lambung adalah dengan mengonsumsi obat antasida, obat penghambat pompa proton, atau obat penghambat reseptor H2 untuk menetralkan atau mengurangi produksi asam lambung, mengonsumsi antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dan melakukan pembedahan jika terjadi komplikasi seperti perforasi atau obstruksi.
  • Kanker lambung. Kanker lambung adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, merokok, alkohol, makanan asin atau diasap, riwayat keluarga, atau mutasi genetik. Gejala kanker lambung meliputi nyeri atau kram perut, mual, muntah, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, anemia, dan perdarahan lambung. Cara mengatasi kanker lambung adalah dengan melakukan pembedahan untuk mengangkat bagian lambung yang terkena kanker, kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa atau mencegah penyebaran kanker.

Kelenjar Pankreas

Kelenjar pankreas adalah kelenjar yang menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Kelenjar pankreas terletak di belakang lambung dan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi pada kelenjar pankreas adalah:

  • Pankreatitis. Pankreatitis adalah peradangan pada kelenjar pankreas yang dapat disebabkan oleh batu empedu, alkohol, obat-obatan, infeksi, trauma, atau penyakit autoimun. Gejala pankreatitis meliputi nyeri perut bagian atas yang menjalar ke punggung, mual, muntah, demam, detak jantung meningkat, dan kuning pada kulit atau mata. Cara mengatasi pankreatitis adalah dengan menghentikan konsumsi alkohol, mengonsumsi obat pereda nyeri, obat antiemetik, atau obat antibiotik sesuai resep dokter, dan melakukan pembedahan untuk mengangkat batu empedu atau bagian pankreas yang rusak jika diperlukan.
  • Diabetes. Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Diabetes dapat disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, gaya hidup tidak sehat, atau kerusakan pada kelenjar pankreas. Gejala diabetes meliputi sering buang air kecil, haus berlebihan, lapar terus-menerus, penurunan berat badan, lemah, luka sulit sembuh, dan infeksi jamur di kulit atau mulut.
  • Kanker pankreas. Kanker pankreas adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada kelenjar pankreas yang dapat disebabkan oleh merokok, alkohol, obesitas, riwayat keluarga, atau mutasi genetik. Gejala kanker pankreas meliputi nyeri perut bagian atas yang menjalar ke punggung, kuning pada kulit atau mata, penurunan berat badan, mual, muntah, diabetes, atau gangguan pencernaan. Cara mengatasi kanker pankreas adalah dengan melakukan pembedahan untuk mengangkat bagian pankreas yang terkena kanker, kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa atau mencegah penyebaran kanker.

Kelenjar Hati

Kelenjar hati adalah kelenjar yang menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Kelenjar hati juga berperan dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak, hormon, obat-obatan, dan racun. Kelenjar hati terletak di bagian kanan atas perut dan terbagi menjadi dua lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi pada kelenjar hati adalah:

  • Hepatitis. Hepatitis adalah peradangan pada kelenjar hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit, penggunaan alkohol, obat-obatan, atau racun, atau penyakit autoimun. Gejala hepatitis meliputi kuning pada kulit atau mata, nyeri perut, mual, muntah, demam, lelah, dan urine gelap. Cara mengatasi hepatitis adalah dengan mengonsumsi obat antivirus, obat antiinflamasi, atau obat imunosupresan sesuai resep dokter, menghentikan konsumsi alkohol, obat-obatan, atau racun yang dapat merusak hati, dan menjaga kebersihan dan kekebalan tubuh.
  • Sirosis. Sirosis adalah penyakit kronis yang ditandai dengan penggantian jaringan hati yang sehat dengan jaringan parut yang dapat disebabkan oleh hepatitis kronis, alkoholisme, obesitas, diabetes, atau penyakit genetik. Gejala sirosis meliputi kuning pada kulit atau mata, pembengkakan pada perut atau kaki, gatal-gatal, perdarahan mudah, pembuluh darah pecah di lambung atau kerongkongan, dan koma hepatik. Cara mengatasi sirosis adalah dengan mengonsumsi obat diuretik, obat beta blocker, atau obat laktulosa sesuai resep dokter, menghentikan konsumsi alkohol, obat-obatan, atau racun yang dapat merusak hati, dan melakukan transplantasi hati jika terjadi kegagalan hati.
  • Kanker hati. Kanker hati adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada kelenjar hati yang dapat disebabkan oleh hepatitis kronis, sirosis, alkoholisme, obesitas, diabetes, atau penyakit genetik. Gejala kanker hati meliputi kuning pada kulit atau mata, nyeri perut, penurunan berat badan, pembengkakan pada perut atau kaki, dan kehilangan nafsu makan. Cara mengatasi kanker hati adalah dengan melakukan pembedahan untuk mengangkat bagian hati yang terkena kanker, ablasio radiofrekuensi, embolisasi, atau kemoembolisasi untuk menghancurkan sel kanker, kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa atau mencegah penyebaran kanker, dan transplantasi hati jika terjadi kegagalan hati.
Sumber:
(1) 16 Gangguan Sistem Pencernaan Manusia yang Paling Umum – DokterSehat. https://doktersehat.com/informasi/gangguan-pencernaan/gangguan-sistem-pencernaan/.
(2) Gangguan Sistem Pencernaan: Gejala, Penyebab, Pengobatan – Hello Sehat. https://hellosehat.com/pencernaan/gangguan-pencernaan/.
(3) 5 Gangguan Kelenjar Pankreas – Penyebab dan Gejalanya – Halosehat.com. https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-pencernaan/gangguan-kelenjar-pankreas.
(4) Macam-Macam Gangguan Sistem Pencernaan yang Umum Terjadi. https://www.alodokter.com/macam-macam-gangguan-sistem-pencernaan-yang-umum-terjadi.
(5) Enzim Kelenjar Pencernaan yang Penting bagi Tubuh Manusia. https://www.alodokter.com/enzim-kelenjar-pencernaan-yang-penting-bagi-tubuh-manusia.
Posted in Saintek

Artikel Lainnya