Awan adalah kumpulan tetes air atau kristal es yang mengendap di atmosfer. Awan terbentuk karena adanya proses kondensasi, yaitu perubahan wujud uap air menjadi cair atau padat. Uap air sendiri berasal dari penguapan air di permukaan bumi atau transpirasi tumbuhan yang mengeluarkan air dan oksigen sebagai hasil fotosintesis. Lalu, bagaimana uap air dapat menjadi awan? Berikut adalah penjelasannya.
Uap air yang berada di udara akan naik ke atas karena adanya perbedaan tekanan dan suhu udara. Semakin tinggi ketinggian udara, semakin rendah tekanan dan suhu udara. Uap air yang naik ke atas akan mengembang secara adiabatik, yaitu tanpa pertukaran panas dengan lingkungan. Hal ini menyebabkan uap air mendingin dan mencapai titik embun, yaitu suhu di mana uap air mulai mengembun.
Saat uap air mengembun, uap air membutuhkan partikel-partikel kecil yang disebut inti kondensasi (condensation nuclei) sebagai tempat menempelnya tetes air. Inti kondensasi bisa berupa debu, asap, polusi, atau kristal es. Jika suhu udara di atas titik beku, uap air akan mengembun menjadi tetes air. Jika suhu udara di bawah titik beku, uap air akan membeku menjadi kristal es. Kumpulan tetes air atau kristal es inilah yang membentuk awan.
Bentuk dan jenis awan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti massa udara, suhu awan, gerak udara, kelembaban udara, intensitas sinar matahari, angin, dan tekanan udara. Secara umum, awan dibagi menjadi empat kelompok utama, yaitu awan tinggi (cirrus), awan menengah (alto), awan rendah (stratus), dan awan vertikal (cumulus). Awan-awan ini memiliki ciri-ciri dan fungsi yang berbeda-beda dalam mempengaruhi cuaca dan iklim di bumi.
Sumber:
(1) Awan – Pengertian, Jenis, dan Proses Pembentukan – Quipper. https://www.quipper.com/
(2) Awan: Pengertian, Jenis, dan Proses Terbentuknya – Kompas.com. https://www.kompas.com/
(3) Proses Terbentuknya Awan, Tetesan Air yang Melayang di Udara – Kompas.com. https://www.kompas.com/