Revolusi Prancis adalah peristiwa sejarah yang sangat penting dan berpengaruh bagi dunia. Revolusi ini terjadi pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Prancis, yang saat itu masih diperintah oleh monarki absolut. Revolusi ini mengubah tatanan sosial, politik, dan ekonomi Prancis secara radikal, serta menimbulkan dampak jangka panjang bagi perkembangan demokrasi, nasionalisme, dan hak asasi manusia di Eropa dan dunia.
Penyebab Revolusi Prancis
Revolusi Prancis dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:
- Krisis keuangan. Prancis mengalami defisit anggaran yang besar akibat perang yang berkepanjangan, terutama Perang Tujuh Tahun (1756-1763) dan Perang Kemerdekaan Amerika (1775-1783). Prancis juga harus membayar bunga hutang yang tinggi kepada para kreditur. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah mencoba menaikkan pajak, tetapi menghadapi penolakan dari rakyat, terutama golongan ketiga yang terdiri dari kaum borjuis, petani, dan pekerja.
- Ketidakadilan sosial. Masyarakat Prancis saat itu dibagi menjadi tiga golongan atau estat, yaitu: estat pertama (rohaniwan), estat kedua (bangsawan), dan estat ketiga (rakyat jelata). Estat pertama dan kedua memiliki hak istimewa, seperti bebas dari pajak, memiliki tanah luas, dan menduduki jabatan penting di pemerintahan dan gereja. Estat ketiga harus menanggung beban pajak yang berat, tidak memiliki hak politik, dan hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Ketidakpuasan estat ketiga terhadap sistem feodal ini semakin meningkat seiring dengan berkembangnya ide-ide Pencerahan yang menuntut persamaan, kebebasan, dan kedaulatan rakyat.
- Kegagalan reformasi. Raja Louis XVI yang naik takhta pada tahun 1774 berusaha melakukan reformasi untuk mengatasi krisis keuangan dan sosial yang dihadapi Prancis. Namun, reformasi ini ditentang oleh estat pertama dan kedua yang tidak mau kehilangan hak istimewanya. Raja juga tidak memiliki kemampuan dan kewibawaan untuk melaksanakan reformasi secara tegas. Akhirnya, raja memutuskan untuk mengadakan Sidang Umum (Etats Generaux) pada tahun 1789 untuk mencari solusi bersama dengan perwakilan dari ketiga estat.
Jalan Revolusi Prancis
Revolusi Prancis dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:
- Tahap konstitusional (1789-1791). Tahap ini dimulai dengan Sumpah Lapangan Tenis pada 20 Juni 1789, di mana perwakilan estat ketiga menyatakan diri sebagai Majelis Nasional yang mewakili seluruh rakyat Prancis. Mereka menuntut pembuatan konstitusi yang mengatur bentuk pemerintahan baru yang demokratis. Tahap ini juga ditandai dengan penyerbuan Bastille pada 14 Juli 1789, yang merupakan simbol kekuasaan absolut raja. Rakyat menyerbu penjara ini untuk merebut senjata dan membebaskan tahanan politik. Tahap ini berakhir dengan pembentukan Konstitusi tahun 1791 yang mengubah bentuk pemerintahan Prancis menjadi monarki konstitusional dengan sistem trias politika.
- Tahap republikan (1792-1795). Tahap ini dimulai dengan pernyataan perang oleh Majelis Legislatif terhadap Austria pada April 1792. Perang ini melibatkan negara-negara Eropa lainnya yang khawatir dengan dampak Revolusi Prancis bagi monarki mereka. Perang ini juga memicu pemberontakan rakyat di dalam negeri yang menuntut penggulingan raja. Pada 10 Agustus 1792, rakyat menyerbu Istana Tuileries dan menangkap raja dan keluarganya. Majelis Nasional Konstituante dibubarkan dan digantikan oleh Konvensi Nasional yang beranggotakan kaum republikan radikal. Konvensi Nasional menghapuskan monarki dan mendirikan Republik Prancis Pertama pada 22 September 1792. Raja Louis XVI diadili dan dieksekusi pada 21 Januari 1793. Tahap ini juga ditandai dengan terjadinya Teror yang dipimpin oleh Maximilien Robespierre, yang merupakan pemimpin faksi Jacobin. Robespierre melakukan pembunuhan massal terhadap lawan-lawannya, baik dari kalangan bangsawan, rohaniwan, maupun rakyat biasa. Teror berakhir dengan kematian Robespierre sendiri pada 28 Juli 1794. Tahap ini berakhir dengan pembentukan Konstitusi tahun 1795 yang mengatur sistem pemerintahan baru yang disebut Direktori, yang terdiri dari lima orang direktur yang dipilih oleh dewan legislatif.
- Tahap napoleon (1799-1815). Tahap ini dimulai dengan kudeta yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte, seorang jenderal muda yang berhasil memenangkan banyak pertempuran melawan negara-negara Eropa. Napoleon menggulingkan Direktori dan mendirikan Konsulat, yang merupakan pemerintahan diktator dengan Napoleon sebagai Konsul Pertama. Napoleon kemudian mengubah dirinya menjadi Kaisar Prancis pada tahun 1804. Napoleon melakukan berbagai reformasi di bidang hukum, pendidikan, administrasi, dan militer. Napoleon juga melanjutkan perang melawan negara-negara Eropa untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Namun, ambisi Napoleon ini mengalami kegagalan akibat kekalahan dalam Pertempuran Trafalgar (1805), Perang Semenanjung (1808-1814), dan invasi ke Rusia (1812). Akhirnya, Napoleon dikalahkan oleh koalisi negara-negara Eropa dalam Pertempuran Waterloo (1815) dan dibuang ke pulau St. Helena.
Dampak Revolusi Prancis
Revolusi Prancis memiliki dampak yang sangat besar bagi dunia, antara lain:
- Dampak politik. Revolusi Prancis mengakhiri kekuasaan absolut monarki dan feodalisme di Prancis. Revolusi ini juga melahirkan konsep republik, demokrasi, nasionalisme, dan hak asasi manusia yang menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan revolusioner di negara-negara lain, seperti Amerika Latin, Jerman, Italia, dan Indonesia.
- Dampak sosial. Revolusi Prancis menghapuskan perbedaan kelas antara estat pertama, kedua, dan ketiga. Revolusi ini juga memberikan kesempatan bagi kaum borjuis untuk naik kelas dan mendominasi perekonomian dan politik Prancis. Revolusi ini juga memberantas praktik-praktik korupsi, nepotisme, dan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat-pejabat pemerintah dan gereja.
- Dampak ekonomi. Revolusi Prancis meningkatkan produktivitas pertanian dan industri di Prancis dengan menerapkan sistem metrik, menghapuskan monopoli perdagangan, dan meratakan pajak bagi semua warga negara. Revolusi ini juga mendorong perkembangan perdagangan internasional dengan membuka pelabuhan-pelabuhan baru dan menaklukkan wilayah-wilayah koloni.
- Dampak budaya. Revolusi Prancis mempromosikan nilai-nilai Pencerahan yang menekankan rasionalitas, ilmu pengetahuan, dan kemajuan. Revolusi ini juga mendorong perkembangan seni dan sastra yang mencerminkan semangat revolusioner, seperti karya-karya Voltaire, Rousseau, Diderot, Hugo, Balzac, dan lain-lain.
Sumber:
(1) Sejarah Revolusi Prancis: Penyebab dan Dampaknya pada Dunia – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/revolusi-perancis.
(2) Revolusi Prancis – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Prancis.
(3) Revolusi Perancis: Penyebab, Dampak, dan Pengaruh terhadap Indonesia. https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/02/122013379/revolusi-perancis-penyebab-dampak-dan-pengaruh-terhadap-indonesia.
(4) Getty Images. https://www.gettyimages.com/detail/illustration/attack-of-the-royal-palace-during-the-french-royalty-free-illustration/490733645.