Menu Tutup

Revolusi Rusia 1917: Latar Belakang, Jalannya, dan Dampaknya

Revolusi Rusia adalah peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1917, yang mengubah peta politik dan sosial di Rusia. Revolusi ini melibatkan berbagai kelompok dan kelas sosial yang menentang kekuasaan Tsar Nicholas II, penguasa terakhir Kekaisaran Rusia. Revolusi ini terdiri dari dua fase utama, yaitu Revolusi Februari dan Revolusi Oktober.

Latar Belakang Revolusi Rusia

Salah satu faktor yang memicu Revolusi Rusia adalah keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I. Perang ini menimbulkan kerugian besar bagi Rusia, baik dari segi ekonomi, militer, maupun sosial. Rusia mengalami kekalahan dalam beberapa pertempuran, kekurangan persenjataan dan perlengkapan, serta korban jiwa yang mencapai jutaan orang1

Selain itu, kondisi dalam negeri Rusia juga sangat buruk. Rakyat mengalami kemiskinan, kelaparan, dan penindasan. Pemerintahan Tsar Nicholas II dianggap tidak mampu mengatasi krisis yang melanda negara tersebut. Tsar Nicholas II sendiri lebih mementingkan kepentingan keluarga dan kerabatnya daripada rakyatnya. Ia juga menekan kebebasan sipil, intelektual, dan hak asasi manusia2

Akibatnya, muncul berbagai gerakan reformasi dari kaum intelektual dan petani, yang menuntut perubahan politik dan sosial di Rusia. Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai kelompok sosialis, seperti Menshevik, Bolshevik, Sosial-Revolusioner, dan lain-lain. Gerakan ini juga dipengaruhi oleh ideologi Marxisme, yang menawarkan paham komunis sebagai solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat3

Jalannya Revolusi Rusia

Revolusi Rusia dapat dibagi menjadi dua fase utama, yaitu Revolusi Februari dan Revolusi Oktober.

Revolusi Februari

Revolusi Februari dimulai pada tanggal 8 Maret 1917 (23 Februari menurut kalender Julian), ketika para pekerja dan wanita di Petrograd (sekarang Saint Petersburg) melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut roti, perdamaian, dan kebebasan. Demonstrasi ini kemudian berkembang menjadi mogok kerja massal dan bentrokan dengan polisi dan tentara4

Pada tanggal 12 Maret 1917 (27 Februari), sebagian besar tentara di Petrograd bergabung dengan para demonstran dan membentuk dewan perwakilan tentara atau Soviet Petrograd. Soviet ini menjadi salah satu kekuatan politik utama dalam revolusi ini. Pada tanggal 15 Maret 1917 (2 Maret), Tsar Nicholas II terpaksa turun tahta setelah mendapat tekanan dari Soviet Petrograd dan Duma (parlemen) yang membentuk pemerintahan sementara5

Pemerintahan sementara ini dipimpin oleh Georgy Lvov, seorang bangsawan liberal dari Partai Kadet (Demokrat Konstitusional). Pemerintahan ini berjanji untuk melaksanakan reformasi demokratis, seperti memberikan hak pilih universal, menghapuskan diskriminasi agama dan etnis, mengadakan pemilihan konstituante, dan mengakhiri perang dengan Jerman. Namun, pemerintahan ini juga menghadapi berbagai tantangan dan kritik dari berbagai pihak, terutama dari Soviet Petrograd yang didominasi oleh kaum sosialis.

Revolusi Oktober

Revolusi Oktober dimulai pada tanggal 25 Oktober 1917 (7 November menurut kalender Gregorian), ketika para anggota Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin melakukan kudeta bersenjata terhadap pemerintahan sementara di Petrograd. Kudeta ini didukung oleh sebagian besar tentara, pelaut, pekerja, dan petani yang menginginkan perubahan radikal di Rusia.

Kudeta ini berhasil menguasai pusat-pusat penting di kota, seperti istana musim dingin, stasiun kereta api, telegraf, dan bank. Pada tanggal 26 Oktober 1917 (8 November), Soviet Petrograd mengeluarkan dekrit yang memberikan kekuasaan kepada Dewan Komisar Rakyat (Sovnarkom), yang merupakan kabinet pemerintahan Bolshevik. Lenin menjadi ketua Sovnarkom, sementara Leon Trotsky menjadi komisar luar negeri.

Pemerintahan Bolshevik segera mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan cita-cita komunis di Rusia. Beberapa langkah yang diambil antara lain adalah:

  • Menyatakan perang dengan Jerman sebagai perang yang tidak sah dan memulai negosiasi damai.
  • Mengeluarkan dekrit tanah yang menyatakan bahwa tanah milik para tuan tanah, gereja, dan negara disita dan diserahkan kepada para petani.
  • Mengeluarkan dekrit tentang hak-hak rakyat Rusia yang menjamin kebebasan berbicara, pers, agama, berkumpul, dan berorganisasi.
  • Mengeluarkan dekrit tentang pendidikan rakyat yang menetapkan sistem pendidikan gratis dan wajib bagi semua anak-anak dan orang dewasa.
  • Mengeluarkan dekrit tentang kontrol pekerja yang memberikan hak kepada para pekerja untuk mengelola pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan mereka sendiri.
  • Mengeluarkan dekrit tentang nasionalitas yang memberikan hak kepada semua bangsa dan kelompok etnis di Rusia untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Dampak Revolusi Rusia

Revolusi Rusia memiliki dampak yang sangat besar bagi sejarah dunia. Beberapa dampak yang dapat disebutkan antara lain adalah:

  • Berakhirnya Kekaisaran Rusia dan lahirnya Uni Soviet, negara komunis pertama di dunia.
  • Terjadinya Perang Saudara Rusia antara kaum Bolshevik (merah) melawan kaum anti-Bolshevik (putih) dan intervensi dari negara-negara Barat. Perang ini berlangsung dari tahun 1918 hingga 1921 dan menelan korban jiwa sekitar 10 juta orang.
  • Terjadinya perubahan sosial dan ekonomi yang radikal di Rusia, seperti kolektivisasi pertanian, industrialisasi pesat, pembangunan infrastruktur, penghapusan kelas sosial, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
  • Terjadinya represi politik dan teror yang brutal oleh pemerintahan Bolshevik terhadap lawan-lawan politiknya, seperti pembantaian keluarga Tsar, pembubaran konstituante, pembentukan polisi rahasia (Cheka), pembersihan massal, gulag (kamp kerja paksa), dan bencana kelaparan.
  • Terjadinya pengaruh ideologi komunis di berbagai negara di dunia, terutama di Eropa Timur, Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Beberapa negara yang mengadopsi sistem komunis antara lain adalah Tiongkok, Korea Utara, Vietnam, Kuba, dan lain-lain.
  • Terjadinya konflik ideologis antara Uni Soviet dan Amerika Serikat yang dikenal sebagai Perang Dingin. Konflik ini melibatkan persaingan militer, politik, ekonomi, budaya, dan teknologi antara kedua blok tersebut. Konflik ini juga menyebabkan terjadinya beberapa perang regional, seperti Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Afganistan, dan lain-lain.

Penutup

Revolusi Rusia adalah salah satu peristiwa sejarah yang paling penting dan berpengaruh di abad ke-20. Revolusi ini mengubah tatanan politik dan sosial di Rusia, serta memberikan inspirasi bagi gerakan-gerakan revolusioner di berbagai belahan dunia. Revolusi ini juga menimbulkan berbagai konsekuensi dan kontroversi yang masih relevan hingga saat ini.

Sumber:
(1) Revolusi Rusia – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Rusia.
(2) Revolusi Rusia – Latar Belakang, Sebab, Jalannya, Dampak. https://www.gurupendidikan.co.id/revolusi-rusia/.
(3) Soal UAS Sejarah Peminatan: Revolusi Rusia – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/22/141307869/soal-uas-sejarah-peminatan-revolusi-rusia.
(4) Kenapa Kekaisaran Rusia Runtuh? – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2023/06/26/060000579/kenapa-kekaisaran-rusia-runtuh-.
(5) Revolusi Rusia 1905: Latar Belakang, Kronologi, dan Akhir – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/07/26/123329579/revolusi-rusia-1905-latar-belakang-kronologi-dan-akhir.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya