Kalimantan Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Provinsi ini merupakan hasil pemekaran dari provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2012. Kalimantan Utara memiliki luas wilayah sekitar 72.275 km2 dan berpenduduk sekitar 738.163 jiwa (BPS, 2020). Mayoritas penduduk Kalimantan Utara beragama Islam, yaitu sekitar 77,8% (BPS, 2018).
Islam merupakan agama yang pertama kali masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan maritim. Islam masuk ke Kalimantan dari dua arah, yaitu dari barat melalui Malaka dan dari selatan melalui Jawa. Proses Islamisasi di pulau Kalimantan secara efektif baru dimulai pada sekitar abad ke-15 dan ke-16 Masehi¹. Namun, ada indikasi bahwa Islam telah masuk ke wilayah Kalimantan sebelum abad ke-15, dibuktikan dengan adanya komunitas Muslim dan makam-makam Islam di sana².
Kalimantan Utara merupakan bagian dari wilayah kerajaan Kutai yang berdiri sejak abad ke-4 Masehi. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang berpusat di Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai mengalami kemunduran pada abad ke-13 Masehi akibat serangan kerajaan Singasari dari Jawa³. Pada abad ke-14 Masehi, muncul kerajaan-kerajaan baru di wilayah Kalimantan Timur dan Utara, seperti kerajaan Berau, Bulungan, Tidung, Tarakan, dan Gunung Tabur⁴.
Proses Masuknya Islam
Proses masuknya Islam di Kalimantan Utara tidak terlepas dari peranan kerajaan-kerajaan Islam yang ada di pulau Kalimantan, seperti kerajaan Banjar, Sukadana, Sambas, dan Pontianak. Kerajaan-kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di wilayah sekitarnya melalui jalur perdagangan, perkawinan, dakwah, dan perang.
Kerajaan Banjar merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Kalimantan yang berdiri pada abad ke-15 Masehi. Kerajaan Banjar berada di bawah pengaruh kerajaan Demak dari Jawa yang meminta Raden Samudra untuk memeluk Islam dan menjadikan Banjar sebagai daerah bawahannya. Kerajaan Banjar kemudian menaklukkan beberapa kerajaan di sekitarnya dan menyebarkan agama Islam di sana. Salah satu daerah yang dikuasai oleh Banjar adalah Bulungan yang terletak di Kalimantan Utara saat ini.
Kerajaan Sukadana berdiri pada awal abad ke-17 Masehi oleh Muhammad Safiuddin, seorang keturunan Arab dari Hadramaut. Kerajaan Sukadana terletak di bagian barat daya pulau Kalimantan dan memiliki hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Islam dari luar negeri. Kerajaan Sukadana juga melakukan dakwah Islam di daerah-daerah pedalaman Kalimantan melalui ulama-ulama yang dikirimnya. Salah satu daerah yang mendapat pengaruh Sukadana adalah Berau yang terletak di Kalimantan Utara saat ini.
Kerajaan Sambas berdiri pada akhir abad ke-16 Masehi oleh Raden Sulaiman, seorang putra Sultan Suriansyah dari Banjar. Kerajaan Sambas terletak di bagian barat laut pulau Kalimantan dan berbatasan dengan kerajaan Brunei. Kerajaan Sambas memiliki hubungan baik dengan kerajaan Brunei yang juga beragama Islam. Kerajaan Sambas juga melakukan perluasan wilayah dan penyebaran agama Islam di daerah-daerah sekitarnya. Salah satu daerah yang dikuasai oleh Sambas adalah Tidung yang terletak di Kalimantan Utara saat ini.
Kerajaan Pontianak berdiri pada pertengahan abad ke-18 Masehi oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang keturunan Arab dari Hadramaut. Kerajaan Pontianak terletak di bagian barat pulau Kalimantan dan berhadapan dengan laut Cina Selatan. Kerajaan Pontianak memiliki hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Islam dari luar negeri, terutama dari Tiongkok. Kerajaan Pontianak juga melakukan perluasan wilayah dan penyebaran agama Islam di daerah-daerah sekitarnya. Salah satu daerah yang dikuasai oleh Pontianak adalah Tarakan yang terletak di Kalimantan Utara saat ini.
Perkembangan Islam
Perkembangan Islam di Kalimantan Utara dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor geografis, sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Faktor geografis mempengaruhi aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dalam berinteraksi dengan masyarakat lain. Faktor sosial mempengaruhi tingkat keterbukaan dan toleransi masyarakat terhadap agama baru. Faktor budaya mempengaruhi cara masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran agama. Faktor politik mempengaruhi peran pemerintah dan elite dalam mendukung atau menentang agama tertentu. Faktor ekonomi mempengaruhi motivasi masyarakat dalam memeluk atau meninggalkan agama tertentu.
Islam di Kalimantan Utara berkembang secara beragam sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Ada daerah yang menerima Islam secara utuh dan ada yang masih mempertahankan tradisi lama. Ada daerah yang mengikuti aliran Sunni dan ada yang mengikuti aliran Syiah. Ada daerah yang mengamalkan Islam secara ortodoks dan ada yang mengamalkan Islam secara sinkretis. Ada daerah yang memiliki organisasi Islam formal dan ada yang memiliki organisasi Islam informal.
Islam di Kalimantan Utara juga berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Ada periode keemasan dan ada periode kemunduran. Ada periode konflik dan ada periode damai. Ada periode isolasi dan ada periode globalisasi. Islam di Kalimantan Utara terus beradaptasi dengan dinamika sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang terjadi di dalam maupun di luar daerahnya.
Source:
(1) Proses Islamisasi di Kalimantan – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/21/130000979/proses-islamisasi-di-kalimantan.
(2) Kerajaan Islam di Kalimantan – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/30/160159269/kerajaan-islam-di-kalimantan.
(3) Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Kalimantan Barat. https://www.freedomsiana.id/sejarah-masuk-dan-berkembangnya-islam-di-kalimantan-barat/.
(4) Islam di Kalimantan Selatan – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia …. https://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Kalimantan_Selatan.