Latar Belakang
Islam adalah agama yang pertama kali disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW di Arab pada abad ke-7 Masehi. Islam kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar saat ini. Namun, bagaimana sejarah masuknya Islam ke Indonesia, khususnya ke Jawa Barat?
Bukti-Bukti Awal Kehadiran Islam di Jawa Barat
Angka tahun paling tua yang menunjukkan sudah ada orang Islam masuk dan tinggal di wilayah Jawa Barat adalah pada paruh pertama abad ke-14. Sumber sejarah lokal yang dicatat oleh Hageman (1866) menyebutkan bahwa penganut Islam yang pertama datang ke Jawa Barat adalah Haji Purwa pada tahun 1250 Jawa atau 1337 Masehi³. Namun, setelah gagal membujuk penguasa Galuh untuk masuk Islam, Haji Purwa memilih untuk pergi ke Cirebon.
Selain itu, ada juga bukti-bukti makam yang menunjukkan adanya pemeluk Islam di Jawa Barat pada masa itu. Salah satunya adalah makam Fatimah binti Maimun di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Makam ini diperkirakan berasal dari tahun 1082 Masehi dan memiliki batu nisan yang bertuliskan huruf Arab. Fatimah binti Maimun diduga adalah seorang keturunan raja Hibatullah atau salah satu dinasti yang berkuasa di Liran, Persia¹.
Makam lain yang ditemukan di Gresik adalah makam **Malik Ibrahim** dari Kasyan, Persia. Ia meninggal pada tahun 822 H atau 1419 Masehi. Malik Ibrahim adalah salah satu tokoh penyebar Islam di Jawa Timur dan juga merupakan guru dari Sunan Ampel¹.
Masuk lagi ke wilayah agak pedalaman, ditemukan pula ratusan kubur Islam kuno di Mojokerto. Makam-makam itu disebut berasal dari tahun 1374 Masehi. Bahkan diperkirakan berasal dari makam keluarga istana Majapahit¹.
Perkembangan Pesat Islam di Jawa Barat
Penyebaran agama Islam di Jawa Barat mulai mengalami perkembangan pesat ketika proses islamisasi dilakukan oleh **Sunan Gunung Jati**. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari Wali Songo atau sembilan tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. Ia lahir di Pasai, Sumatera Utara pada tahun 1448 Masehi dan meninggal di Cirebon pada tahun 1568 Masehi.
Sunan Gunung Jati memiliki nama asli Syarif Hidayatullah dan merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. Ia juga merupakan cucu dari Sultan Syamsuddin Pasai, raja pertama yang memeluk Islam di Indonesia².
Sunan Gunung Jati belajar agama Islam dari ayahnya, Syarif Abdullah Al-Aydrus yang merupakan seorang ulama besar di Pasai. Ia juga belajar dari beberapa guru lainnya seperti Syekh Nurul Alam dari Aceh dan Syekh Ibrahim As-Samarqandi dari Bukhara².
Sunan Gunung Jati mulai menyebarkan agama Islam di Jawa Barat sekitar tahun 1475 Masehi. Ia datang ke Cirebon bersama rombongan Syekh Datuk Kahfi yang berasal dari Arab. Di Cirebon, ia mendirikan pondok pesantren di Bukit Amparan Jati dan menjadi guru agama Islam bagi Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi dari Pajajaran².
Sunan Gunung Jati juga berperan dalam mendirikan Kesultanan Cirebon pada tahun 1482 Masehi. Ia menikahi Nyai Rara Santang, putri dari Pangeran Cakrabuana dan cucu dari Prabu Siliwangi. Dari pernikahan ini, lahir Raden Fatahillah yang kemudian menjadi penguasa Banten dan Jakarta².
Sunan Gunung Jati tidak hanya menyebarkan agama Islam di Cirebon, tetapi juga di daerah-daerah lain di Jawa Barat seperti Banten, Bogor, Sukabumi, Bandung, Sumedang, dan Garut. Ia menggunakan berbagai cara untuk menarik simpati masyarakat, seperti melalui seni, budaya, perdagangan, dan pernikahan².
Sunan Gunung Jati juga berjasa dalam mempertahankan wilayah Jawa Barat dari serangan Portugis yang ingin menguasai jalur perdagangan rempah-rempah. Ia memimpin pasukan gabungan dari Cirebon, Demak, dan Banten untuk menyerang benteng Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527 Masehi. Pasukan ini berhasil mengusir Portugis dan mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta².
Sunan Gunung Jati meninggal pada tahun 1568 Masehi dalam usia 120 tahun. Ia dimakamkan di Astana Gunung Jati, Cirebon. Makamnya menjadi tempat ziarah bagi banyak orang yang menghormati jasanya dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Barat².
Kesimpulan
Islam masuk ke Jawa Barat sejak abad ke-14 Masehi, tetapi baru berkembang pesat pada abad ke-15 dan ke-16 Masehi. Salah satu tokoh yang berperan besar dalam proses islamisasi di Jawa Barat adalah Sunan Gunung Jati. Ia mendirikan Kesultanan Cirebon dan menyebarkan agama Islam ke berbagai daerah di Jawa Barat dengan menggunakan cara-cara yang bijaksana dan menarik. Ia juga berjasa dalam mempertahankan wilayah Jawa Barat dari serangan Portugis yang ingin menguasai jalur perdagangan rempah-rempah.
Sumber:
(1) 3. PENYEBARAN ISLAM DI JAWA BARAT – Universitas Padjadjaran. https://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/pustaka_unpad_penyebaran_islam_di_jawa_barat.pdf.
(2) Sejarah Masuknya Islam di Pulau Jawa, Diketahui Lewat Bukti … – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5743653/sejarah-masuknya-islam-di-pulau-jawa-diketahui-lewat-bukti-makam.
(3) Sejarah Masuknya Islam di Jawa Barat – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2021/07/19/080000679/sejarah-masuknya-islam-di-jawa-barat.