Menu Tutup

Sejarah Masuknya Islam ke Malaka dan Pengaruhnya di Asia Tenggara

Kesultanan Malaka, yang berdiri pada awal abad ke-15, memainkan peran krusial dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Proses masuknya Islam ke Malaka dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pernikahan kerajaan, hubungan diplomatik, dan aktivitas perdagangan.

Latar Belakang Sejarah Malaka

Malaka didirikan oleh Parameswara, seorang pangeran Hindu dari Palembang, Sumatera, yang melarikan diri dari serangan Majapahit dan Siam. Setelah menetap di Malaka sekitar tahun 1400, ia membangun kerajaan yang strategis di jalur perdagangan internasional.

Proses Masuknya Islam ke Malaka

Islam mulai masuk ke Malaka melalui beberapa jalur:

1. Pernikahan Kerajaan

Parameswara menikahi putri Sultan Zainal Abidin Malikuzzahir dari Samudera Pasai, sebuah kerajaan Islam di Sumatera. Pernikahan ini mendorong Parameswara untuk memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.

2. Hubungan Diplomatik dengan Tiongkok

Pada tahun 1405, Parameswara mengunjungi Kaisar Yongle di Nanjing untuk meminta pengakuan atas kedaulatan Malaka. Kaisar Tiongkok setuju memberikan perlindungan, yang membantu Malaka terhindar dari serangan Siam dan Majapahit. Hubungan ini juga membuka jalur bagi pedagang Muslim dari Tiongkok untuk berdagang dan menyebarkan Islam di Malaka.

3. Aktivitas Perdagangan

Letak strategis Malaka di Selat Malaka menjadikannya pusat perdagangan internasional. Pedagang Muslim dari Arab, Persia, India, dan Nusantara sering singgah di Malaka, membawa serta ajaran Islam. Interaksi antara pedagang dan penduduk lokal mempercepat proses islamisasi di wilayah tersebut.

Peran Malaka dalam Penyebaran Islam

Setelah menjadi kerajaan Islam, Malaka berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1459-1477), Malaka mencapai puncak kejayaannya, menguasai wilayah seperti Kedah, Pahang, Kampar, Siak, Indragiri, dan Jambi. Kesultanan Malaka menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Asia Tenggara.

Kesimpulan

Masuknya Islam ke Malaka merupakan hasil dari kombinasi pernikahan kerajaan, hubungan diplomatik, dan aktivitas perdagangan. Setelah menjadi kerajaan Islam, Malaka memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara, menjadikannya pusat perdagangan dan dakwah Islam pada masanya.

Sumber;

  • Kompas Regional. (2022). Sejarah Kerajaan Malaka: Letak, Pendiri, Puncak Kejayaan, dan Penyebab Runtuh. Diakses dari https://regional.kompas.com/read/2022/02/08/111604078/sejarah-kerajaan-malaka-letak-pendiri-puncak-kejayaan-dan-penyebab-runtuh
  • Wikipedia. Kesultanan Melaka. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Melaka
  • Kompas Stori. (2021). Kerajaan Malaka: Letak, Pendiri, Kehidupan, dan Puncak Kejayaan. Diakses dari https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/01/121819379/kerajaan-malaka-letak-pendiri-kehidupan-dan-puncak-kejayaan
  • Tirto. Kerajaan Malaka: Sejarah, Pendiri, Letak, Masa Jaya Kesultanan. Diakses dari https://tirto.id/kerajaan-malaka-sejarah-pendiri-letak-masa-jaya-kesultanan-gbkN
  • Tirto. Sejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, Silsilah Raja. Diakses dari https://tirto.id/sejarah-runtuhnya-kesultanan-malaka-peninggalan-silsilah-raja-gbmi
Posted in Sejarah

Artikel Lainnya